6 Etika Bertemu Calon Klien

Dalam berbisnis biasanya tidak lepas dengan bertemu para pembeli. Bagi beberapa pebisnis, mereka yang sudah bertransaksi biasa disebut dengan klien. Semakin banyak klien yang kita punya, tentunya dapat menjadi tolak ukur sudah seberapa besar bisnis kita berkembang.

Sebelum menjadi klien, mereka biasa kita sebut dengan calon klien, bukan ? Biasanya bagi beberapa perusahaan mempunyai SOP tersendiri bagaimana tata cara untuk berhadapan dengan calon klien baru. Nah, disini saya mencoba untuk berbagi bagaimana etika yang baik dan benar ketika bertemu calon klien baru agar mereka cepat untuk membeli dan menggunakan produk dan jasa kita nantinya. Cekidot :

1> Konfirmasi Ulang

Hal ini merupakan langkah pertama ketika kita akan meeting dengannya pertama kali. Misalkan Anda akan bertemu dengan calon klien tersebut besok, biasakan untuk konfirmasi ulang pada hari sebelumnya. Selain untuk mengingatkan, hal ini juga berguna bagi kita untuk mengecek kembali apakah materi yang harus dibawa dan di presentasikan besok saat ingin bertemu dengannya sudah siap semua.

http://www.soldps.com/wp-content/uploads/2013/11/Cold-Calling-Is-it-Worth-It_Pic-2.jpg

Salah satu kelebihan lainnya dengan melakukan konfirmasi ulang adalah kita bisa lebih menghemat waktu. Yang saya maksud adalah kadang ada saja calon klien yang lupa bahwa besok akan janjian meeting dengan kita. Coba bayangkan, jika Anda tidak konfirmasi ulang dan besoknya ia tidak datang-datang bukan karena terlambat, melainkan ia lupa bahwa hari itu ia sudah janjian meeting dengan Anda, ooh noo *tepok jidat*.

 

2> Datang Duluan

Lebih baik menunggu atau ditunggu ? Tentunya jika Anda menjadi seorang pebisnis, Anda seharusnya wajib untuk menunggu kedatangan calon klien tersebut. Misalkan Anda janjian di restoran atau hotel di tempat yang telah ditentukan, pastikan Anda sudah datang duluan.

http://www.gforceship.com/wp-content/uploads/2012/09/G-Force-Client-Waiting-Area.jpg

Dengan datang duluan, si calon klien pun pastinya akan lebih menghargai kita. Bayangin dong, si calon klien sudah datang duluan, sedangkan kita masih di jalan ? Oke oke saja jika kita datangnya masih tepat waktu, laah bagaimana kalau kita terlambat dari jam yang ditentukan ? Bisa turun kredibilitas kita sebagai pebisnis profesional di mata calon klien tersebut.

Keuntungan untuk kita sendiri pun ketika datang duluan adalah bisa mempersiapkan hal-hal apa saja yang akan dilakukan saat bertemu calon klien. Misal dengan setting tempat duduk, menyalakan laptop, mengeluarkan produk-produk, mempersiapkan katalog, dsb.

 

3> Berkenalan

Ketika sudah bertemu dengan calon klien, pastikan Anda berkenalan kembali dengannya. Meski sudah berkenalan via SMS, chat, ataupun bertelepon, tidak ada salahnya jika kita berjabat tangan kembali untuk saling mengingatkan tentang diri kita masing-masing.

http://english.eagetutor.com/images/introduce%20your%20colleagues.png

Bisa saja si calon klien lupa dengan nama kita, atau ketika janjian meeting Anda mendelegasikan tim Anda yang lain untuk bertemu dengannya. Sehingga berkenalan kembali ketika sudah bertemu tentunya wajib dilakukan. Selalu ingat juga untuk memberikan kartu nama kita dan juga meminta kartu nama si calon klien tersebut. Kumpulkan database sebanyak-banyaknya πŸ™‚

 

4> Menguasai Product Knowledge

Tentunya Anda sudah tidak asing dengan istilah product knowledge, kan ? Hal ini merupakan salah satu kunci terpenting untuk membuat si calon klien tertarik dan segera bertransaksi dengan kita. Secara etika, dengan menguasai product knowledge tentunya akan membuat calon klien semakin yakin dengan kita. Tunjukkan padanya bahwa kita adalah ahli dibidang bisnis yang mereka inginkan.

http://photomatt7.files.wordpress.com/2012/01/knowitall2.jpg

Anda pasti bisa membayangkan bagaimana rasanya jika calon pembeli bertemu dengan penjual yang tidak menguasai betul apa produk yang ia jual. Salah-salah, mereka bisa membeli ‘kucing dalam karung’ dan bisa menyesal ketika sudah membeli nanti karena ada hal-hal yang tidak sempurna mereka dapatkan. Ujung-ujungnya, mereka akan kapok untuk menjadi klien kita dan segera berpaling ke yang lain.

 

5> Antarkan Ia Pulang

Seringkali setelah meeting dengan calon klien, kita berpisah begitu saja. Buatlah kesan yang lebih mendalam dengan menawarkan untuk mengantarkan ia pulang entah itu ke rumah ataupun kantornya. Dengan melakukan hal ini bisa menjadi faktor untuk membuat si calon klien makin senang tuk memakai produk dan jasa kita.

Kata pulang disini sebenarnya tidak harus juga sampai mengantarkan ia kembali ke rumah / kantornya, namun bisa dengan sampai ke tempat ia parkir. Jika ia memakai kendaraan umum, kita bisa mengantarkan sampai ia naik kedalam kendaraan umum. Kepedulian kepada calon klien seperti ini bukan saja kita lakukan kepada orang yang kita sayang, namun si calon klien pun bisa mendapatkannya karena hampir semua orang merasa senang jika diperlakukan dengan baik πŸ™‚

 

6> Berterima Kasih Kembali

http://feministsforchoice.com/wp-content/uploads/2009/11/thank-you-300x199.jpg
Baik ia sudah menjadi klien atau masih menjadi calon klien ketika sudah bertemu tadi, ada baiknya kita untuk berterima kasih kembali kepadanya. Setelah meeting dan sudah sama-sama berpisah, kita dapat dengan segera mengucapkan terima kasih kepada mereka. Apalagi di zaman yang semakin canggih ini, dengan adanya media chat seperti BBM, Whats App, dsb, kita dapat dengan cepat berinteraksi lagi dengannya.

——-
Nah, itulah 6 etika bertemu dengan calon klien berdasarkan pengalaman saya sendiri. Semoga dengan melakukan etika-etika di atas, para calon klien yang sudah bertemu dengan kita bisa segera menjadi klien. Dengan kata lain sudah bertransaksi (membeli) dengan kita. Tingkatkan konversi, dapatkan omset lebih dahsyat lagi, yes !!!

 

Semoga bermanfaat,

@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
Praktisi, Trainer, Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *