7 Alasan Harus Punya Website Berbayar

Terakhir saya membaca dalam sebuah artikel yang menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 70 juta orang. Sebuah jumlah yang cukup fantastis untuk sebuah negara yang penduduknya sudah hampir mencapai 300 juta orang ini.

Sadarkah Anda, setiap membuka internet baik itu di pc, laptop, handphone, tablet dan media lainnya, pastilah semua informasi yang kita simak berada di website ? Apalagi jika media informasi digital yang sering kita buka merupakan sebuah website yang update sekali. Pastilah website tersebut sudah berbayar, sadarkah ?

Website merupakan rumah bagi setiap media informasi yang berada di internet. Baik itu website yang berbentuk blog, social media, news, video channel, dan lain sebagainya. Bentuk website memang bermacam-macam, namun apapun itu yang berada di internet, hal tersebut adalah website.

Saat ini website pun sudah dapat dimiliki oleh semua orang. Mungkin Anda semua yang membaca artikel ini sudah ada yang mempunyai blog gratisan, entah itu dari Blogspot ataupun WordPress. Biasanya untuk orang yang awam dan baru belajar internet sudah mulai menggunakan kedua layanan website gratisan tersebut untuk mulai menuangkan informasi yang mereka inginkan.

Namun, jika Anda merupakan seorang yang ingin serius bergelut di dunia online, sudahkah Anda mempunyai website yang berbayar ? Apakah alasan harus punya website berbayar ?

website-berbayar

Saya sendiri mempunyai alasan mengapa Anda harus segera mempunyai website yang berbayar. Website berbayar adalah website yang salah satunya mempunyai akhiran belakang seperti “.com” setelah nama domain Anda. Contoh paling mudah adalah artikel yang sedang Anda baca saat ini berada di website www.DandyKurniadi.com, betul betul betul ? Nah itulah yang dimaksudkan dengan website berbayar.

Website berbayar pun tidak harus dimiliki oleh orang yang mau dan sudah berbisnis. Bagi Anda yang sekedar hobi menulis atau berfoto-foto ria, dengan mempunyai website berbayar Anda bisa mempunyai sebuah warisan serta invetasi tentang sebuah karya seni dari diri Anda sendiri. Jangan sampai karya Anda hilang begitu saja karena webnya “numpang”. Jika tiba-tiba tumpangan itu hilang, Anda tidak bisa komplain, bukan ? Secara karena gratis, ya dilarang komplain 🙂

Sekali lagi, apakah sebenarnya kita harus punya website yang berbayar ? Berikut hasil pengalaman saya mengapa Anda harus segera mempunyai website yang berbayar :

> Pertama, website berbayar sangat berguna untuk menciptakan reputasi Anda.
Baik Anda yang berbisnis atau bukan, dengan mempunyai website yang berbayar dapat memungkinkan Anda untuk menjadi seseorang yang lebih terpercaya di dunia maya. Menciptakan sebuah reputasi yang baik tentunya tidak bisa  dibuat hanya dalam sehari semalam saja.

Reputasi online dapat dibangun awalnya dengan menunjukkan siapa Anda sebenarnya. Tidak usah takut untuk mendeskripsikan siapa dan apakah tujuan Anda dalam membuat website berbayar yang Anda bangun. Justru dengan terbuka akan menjadi nilai tambah untuk reputasi Anda di dunia maya.

Mungkin hampir dari Anda semua pernah mengunjungi sebuah website toko online yang tidak jelas isinya. Ditambah lagi website tersebut masih gratisan. Memang harga produk yang tertera disana jauh lebih murah dari toko online sebelah. Tetapi website sebelah tersebut sudah berbayar (.com). Walaupun isi website serta foto produknya sama, Anda akan lebih percaya yang mana ?

Itulah reputasi di dunia online. Dengan mempunyai website berbayar, Anda sudah mempunyai nilai tambah dalam reputasi dari pesaing yang masih mengandalkan website gratisan.

> Kedua, tingkat kepercayaan diri Anda meningkat
Mengapa begitu ? Tentunya jika seseorang sudah serius dengan mengorbankan uangnya untuk memiliki website berbayar, pastilah ia sudah selangkah lebih maju daripada yang hanya bermodalkan gratisan. Misal bagi Anda yang berbisnis, di kartu nama yang Anda buat akan lebih pede kalau disana tertera website Anda yang tidak ada lagi bacaan .blogpsot.com atau .wordpress.com.

Moso sudah keren-keren punya usaha dan sudah menghasilkan profit, tapi nama websitenya masih ada “buntut” ? Sering  banget tuh saya melihat hal seperti itu ketika bertukar kartu nama :p

> Ketiga, Anda sudah mempunyai investasi .
Kalau di dunia nyata untuk berinvetasi bisa dengan membeli rumah, di dunia online cara Anda berinvestasi adalah dengan mempunyai website. Websitemu adalah warisanmu, kelak ia bisa menjadi sebuah persembahan luar biasa bernilai bukan hanya untuk orang yang Anda cintai, namun invetasi berupa website tersebut dapat dinikmati oleh semua orang di dunia, wuihh keren kan ? 😀

Nilai invetasi website Anda pun dapat meningkat dengan cara mengoptimalkan website tersebut. Anda dapat memulai dengan membuat blog di dalam website dan menulis disana. Isilah dengan artikel-artikel yang menarik seputar kategori yang Anda inginkan. Akan jauh lebih baik jika kategori artikel yang Anda buat masih ada relevansinya dengan kategori website tempat ia bernaung.

Misalnya Anda adalah seorang pengusaha yang mempunyai jasa pembuatan website dengan nama domain www.DuniaWebsite.com, masa iya di artikel website tersebut Anda menulis tentang cara memberi makan anak sapi ? Jangan sampai Anda salah mengoptimalkan invetasi berharga Anda ini.

> Keempat, website dapat menjadi sumber pendapatan.
Eitss, berbicara mengenai sumber pendapatan merupakan topik kesukaan saya. Secara saya sudah berbisnis online selama hampir 3 tahun dan telah cukup banyak menghasilkan uang dari adanya website. Bukannya bermaksud sombong, namun bukan hanya saya yang sudah bisa menghasilkan uang puluhan sampai ratusan juta dengan bermodalkan website. Banyak sekali rekan-rekan saya yang telah mengalami hal serupa.

Simak saja guru saya pak Ali Akbar yang sudah menghasilkan uang milyaran dari berbagai macam website berbayarnya. Akan sangat wajar jika kita sudah mempunyai website dan dapat mengoptimalkannya dengan baik, tentunya orang-orang akan berbondong-bondong datang untuk melihat isi website Anda.

Lalu, apakah website yang menghasilkan uang harus ada jualan produk / jasa didalamnya ? Jawabannya adalah tidak. Benarkah begitu ? Tengok saja website Detik.com yang menghasilkan ratusan juta rupiah tiap bulan hanya bermodalkan sistem pasang iklan di tempatnya. Kategori website yang ia buat adalah berbentuk pusat berita (news) yang dikunjungi oleh jutaan orang setiap harinya.

Alhasil, jika sebuah website sudah sangat ramai seperti itu, dapat dipastikan akan banyak orang yang tertarik untuk memasang iklan disana. Sekedar info, saya pernah email pihak detik untuk meminta penawaran harga untuk memasang iklan disana, setelah dikirimi balasan, harga standar memasang iklan di detik.com mencapai 50juta rupiah untuk 1 minggu, itupun masih harga promo, mantaap.

Kelima, sebagai media promosi.
Dalam bisnis, dengan adanya website Anda dapat berpromosi via online dengan lebih maksimal. Bagi Anda yang sudah mempunyai social media seperti twitter atau facebook, ia hanya berfungsi sebagai kendaraan saja. Semua informasi lengkap mengenai produk atau jasa yang Anda punyai dapat Anda tuangkan semua di dalam website.

Website yang Anda punya sudah seperti sebuah showroom produk / jasa Anda. Dengan adanya “rumah” online tersebut, tentunya Anda dapat dengan bebas berpromosi disana. Cara berpromosi pun dapat Anda lakukan dengan berbagai teknik. Misalnya dengan menyelipkan banner iklan di dalam artikel atau menaruh iklan promosinya di samping kanan / kiri website Anda.

Keenam, sebagai portfolio Anda.
Kalau tadi website dapat berguna untuk menjadi investasi dan media promosi, hal ini sejalan dengan fungsinya yang dapat mencatat semua sepak terjang Anda di dunia online. Website dapat menjadi saksi sejarah pergerakan Anda di dunia maya. Ia merupakan sebuah saksi bisu namun jasanya sangat bermanfaat sekali untuk mewadahi hasil karya Anda baik di dunia nyata (offline) maupun maya (online).

Semua hal tersebut dapat menjadi sebuah portfolio mengagumkan jika Anda dapat merangkainya dengan baik. Gunakan website berbayar yang telah Anda bangun untuk dibuat dengan seindah mungkin. Buatlah ia menjadi cerminan diri Anda di dunia online. Let the world know what you are 🙂

Ketujuh, sebagai media penjembatan antara dunia online dengan offline.
Inilah fungsi utama dari website berbayar yang sudah Anda bangun. Ia dapat menjadi sebuah jembatan yang dapat mensinergikan antara yang nyata dengan yang maya.  Toko yang Anda punya, jati diri Anda, penghargaan, visi misi, sampai nomor kontak Anda. Semua hal yang Anda punya di dunia offline dapat Anda pindahkan ke dunia online.

Layaknya sebuah dinamit, jika dunia online dinamitnya, maka dunia offine adalah sumbunya. Lalu api peledak dari dinamit tersebut adalah  Anda sendiri. Silahkan “ledakkan” hasil karya maupun bisnis Anda dengan adanya website tersebut. Ubah dunia dengan cara Anda. Sinergikan antara pergerakan dunia nyata dengan dunia maya agar mereka dapat menjadi partner yang tidak terkalahkan.

Kapanpun Anda mau, ia selalu serta merta mendukung Anda untuk menjadi senjata yang mampu membuat orang lain berdecak kagum. Semua hasil karya Anda pun bisa menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup orang banyak.

***

7 alasan mengapa Anda harus segera mempunyai website berbayar yang sudah saya tulis di atas mungkin dapat mewakili semua alasan lain yang ada. Intinya, website merupakan wadah Anda dalam mengarungi dunia online yang terus berkembang pesat.

Segeralah mempunyai website berbayar, tunjukkan kemampuan serta pengalaman Anda di dunia online. Kemudian, ciptakanlah kredibilitas dari 7 alasan di atas agar website Anda dapat menjadi senjata mematikan serta tangan kanan Anda dalam meraih kesuksesan hidup.

Semoga artikel saya mengenai 7 alasan harus punya website berbayar di atas dapat lebih menyemangatkan diri Anda dalam meraih tujuan hidup. Terima kasih 🙂

@DandyKurniadi
Motivator, Praktisi dan Trainer Bisnis Online

 

 

Damai Di Hati

Pagi ini setelah saya bangun tidur perasaan saya agak sedikit galau. Ternyata saya mimpi mengenai sesuatu yang kurang saya sukai. Alhasil pikiran masih sedikit terbayang mimpi tersebut.

Setelah shalat subuh, langsung saja saya membaca Al-Qur’an agar hati dan pikiran ini hanya untuk mengingat-Nya semata. Lambat laun saya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, hati sayapun menjadi semakin tenang kembali. Rasanya damai di hati ini kian terasa 🙂

Seringkali kita menjumpai banyak permasalahan hidup, bahkan saat bangun pagi pun hati ini kadang sudah risau tak menentu. Pikiran-pikiran mengenai beban hidup yang harus ditanggung pun kadang menjadi suatu penyakit yang sulit sekali dihilangkan. Damaikah hati kita ?

damai-di-hati

Jika hal tersebut masih saja terjadi, mari kita sama-sama untuk senantiasa beristigfar dan mengingat-Nya. Ingat kembali untuk apa tujuan kita dilahirkan di dunia ini ? Tentunya untuk menyembah kepada Allah SWT serta menjadi manusia yang bermanfaat untuk bekal kehidupan kita di akhirat yang kekal itu, bukan ?

Senantiasa damai di hati memberikan kita ketenangan batin juga pikiran. Bayangkan jika berada di pantai dengan pemandangan yang luar biasa indah namun suasana laut begitu mencekam oleh karena badai mau datang. Halilintar menggelora dan langit begitu hitam pekat. Apakah Anda akan menikmatinya dengan sepenuh hati ?

Selalu berdamailah dengan diri kita sendiri sebelum kita siap untuk mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang kuat, amanah, dan selalu membawa Allah di hati. Jadikan setiap suka dan duka hidup sebagai ujian yang membuat kita menjadi seseorang yang lebih bijak dan dapat mensyukuri atas apa yang diberikan Allah pada setiap umur kita yang semakin berkurang ini.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat ya, aamiin 🙂

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belajar Sampai Mati

Siang ini setelah mendengarkan khotbah shalat Jum’at rasanya sisi spiritual saya semakin terisi oleh indahnya ajaran Islam 🙂

Khotbah kali ini menceritakan tentang sisi perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk membela Islam pada zamannya. Saya sendiri menggaris bawahi ketika khotbah tersebut berbicara tentang proses belajar Nabi Muhammad SAW untuk lebih memperdalam ajaran Islam dan bisa mempraktikannya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk umatnya.

Tidak ada yang kebetulan, sebelum khotbah itu memang saya ingin menulis tentang pentingnya belajar bagi kehidupan kita. Ditambah dengan khotbah yang saya dengar siang ini, saya semakin semangat untuk menuangkan isi pemikiran saya mengenai suatu aktivitas yang disebut dengan “belajar” ini.

Belajar merupakan suatu aktivitas yang luas artinya. Kita bisa belajar banyak hal dengan mendengar orang lain berbicara, membaca buku, menulis, menghadiri seminar, dan ratusan cara belajar lainnya. Belajar merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang diri kita. Terutama dalam hal intelegensi, emosi, dan juga spiritual.

Hebatnya lagi, belajar tidak memandang usia. Sejak kita dilahirkan ke dunia, sampai nanti kita tua bahkan menjelang ajal, kita akan terus belajar. Oleh karena itu, belajar sampai mati merupakan keharusan bagi setiap orang di dunia.

Kenapa harus sampai kematian menjemput ? Terkait dengan khotbah yang saya dengar siang ini, khotib menjelaskan bahwa orang yang sedang menjalani sakaratul maut (detik-detik menjelang ajal) pun belajar untuk tetap memegang teguh Islam. Ia harus bisa mengucapkan kalimat-kalimat terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Betapa hebat proses belajar itu, sampai saya pernah mendengar suatu candaan bahwasanya semakin kita belajar maka kita akan semakin bodoh. Benarkah itu ?

Antara setuju dan tidak, saya pribadi memang merasakan ketika mempelajari hal yang baru dan berusaha untuk mendalami hal tersebut, saya memang semakin pusing. Banyak hal yang harus dipelajari seiring kita mempelajari hal tersebut secara serius dan menyeluruh. Terlebih jika kita memang ingin menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

belajar-sampai-mati

Namun dibalik itu semua, semakin saya mendalami ilmu yang sudah saya pelajari, saya dapat semakin berpikir lebih bijak dalam menyelami hal yang saya pelajari tersebut. Malah, lama-lama saya berpikir sebenarnya ilmu itu terasa semakin sederhana ketika kita mulai bisa memahami dan mengerti atas apa yang kita pelajari.

Subhanallah sekali Allah telah menciptakan manusia yang dikaruniai otak untuk bisa belajar mengenai apa saja yang ada di alam semesta ini. Semua hal yang kita pelajaripun tak lepas dari nikmat yang diberikan oleh-Nya untuk membuat derajat kita naik dihadapan Allah SWT, alhamdulillah ya 🙂

Jadi, tidak salah orang tua serta guru kita selalu bernasihat  bahwa teruslah belajar untuk meraih semua cita-citamu. Karena tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, dan tidak ada orang yang belajar tapi tidak pintar. Kecuali ia hanya belajar teori tanpa aksi semata.

Belajar dan praktikanlah apa yang sudah kita pelajari. Alhasil,kita tidak hanya mengerti namun dapat lebih memahami arti dari sesungguhnya ilmu yang telah kita pelajari.

Jadilah pribadi yang selalu memberikan banyak manfaat bagi sesama. Jika memang belum punya harta yang berlimpah, berikanlah ilmu yang bermanfaat.

Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat, setuju yaa 🙂

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belum dan Tidak

Belum dan tidak, merupakan 2 kata yang sering sekali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun kadang suka mengucapkannya dalam beberapa kalimat tertentu.

Saat ini saya ingiiin sekali membahas mengenai 2 kata “belum” dan “tidak” ini dalam konteks ketika kita ditanya sesuatu.

Misal ketika kita ditanya :

” Sudah makan ? ”

Hampir semua orang yang belum makan biasanya menjawab “belum” ketimbang “tidak”.

Kenapa begitu ? Karena dengan jawaban “belum” ini mengindikasikan bahwa orang yang ditanya cepat atau lambat akan makan.

Lain soal jika ada pertanyaan seperti ini :

” Maukah Anda hidup miskin ?”

Saya yakin hampir semuanya akan menjawab “tidak” ketimbang “belum”.

Kenapa begitu ? Yaa siapa pula yang mau hidup miskin. Pastinya tidak mau dan tak mungkin menjawab “belum mau hidup miskin” bukan ?

Namun, jawaban apa yang sering Anda dengar jika mendengar jawaban atas pertanyaan ini :

” Apakah Anda punya uang 10 milyar rupiah ?”

Nah, mungkin Anda sudah mulai paham atas 2 kata “belum” dan “tidak” yang sedang saya singgung saat ini. Jika belum mengerti terus saja baca ya 😀

belum-dan-tidak

Saya sendiri lebih sering mendengar jawaban “tidak” ketimbang “belum” ketika mendengar jawaban dari pertanyaan di atas. Padahal, kita tidak pernah tahu hal luar biasa apa yang akan menanti kita di masa depan.

Saya pernah mendengar tentang bahasan kata “tidak”. Dengan menjawab “tidak”, biasanya otak akan langsung memotong jalur pemikiran kita. Alhasil biasanya tidak akan ada lanjutan dari hasil jawaban “tidak” tersebut.

Namun jika membahas soal jawaban “belum”, otak pun akan menjadi berpikir. Ada lanjutan dari jawaban tersebut. Paling tidak si penjawab merasa bahwa ia memang benar belum punya uang sebanyak itu.

Sudah jelas ? Tidak usah terlalu bingung, intinya ketika kita ditanya mengenai sesuatu yang baik dan menyenangkan namun kita belum mendapatkan serta merasakannya, jangan menjawab tidak, tapi jawablah BELUM!

Baik itu mengenai faktor ekonomi, pendidikan, ibadah, percintaan, dan ribuaan pertanyaan lainnya.

Jadi……

“Apakah Anda bahagia dengan hidup Anda ?”

🙂
@DandyKurniadi

Tahu Diri

Pernahkah Anda bekerjasama dengan orang lain ? Baik itu Anda yang mengajak kerjasama, atau Anda yang diajak kerjasama oleh rekan Anda.

Kerjasama merupakan suatu hal yang dilakukan untuk meraih suatu tujuan tertentu dengan cara menyelesaikannya secara bersama-sama. Masing-masing pihak dalam tim kerjasama tersebut dituntut untuk menyelesaikan tugas dari hasil kesepakatan kerjasama yang sudah dibuat. Dengan bekerjasama tentunya kita dapat menghemat banyak waktu, uang, serta tenaga.

Bekerjasama memang lebih nikmat ketimbang melakukan segala sesuatunya sendiri. Terlebih jika berbicara soal tujuan besar yang ingin diraih. Tentunya hampir mustahil jika kita melakukannya hanya dengan seorang diri.

Namun dalam perjalanannya, proses bekerjasama kadang mempunyai hambatan tersendiri. Masalah yang biasanya terjadi dalam proses bekerjasama adalah sering terasanya beban pekerjaan yang tidak sesuai, proses bekerja yang tidak seirama dengan anggota kerjasama yang lain, sampai pada masalah pihak kerjasama yang dirasa terlalu banyak memerintah.

Salah satu masalah yang sering menimpa orang yang mengajak kerjasama pihak lain adalah tidak tahu dirinya pihak yang diajak kerjasama. Kadang si pihak pengajak kerjasama sudah memberikan yang dibutuhkan untuk rekan kerjasamanya, namun pada kenyataannya si pihak yang diajak kerjasama tidak memberikan konstribusi atau hasil yang diinginkan.

Alhasil si pengajak kerjasama merasa bahwa si pihak yang diajak kerjasama tidak tahu diri. Entah itu ia merasa bahwa rekannya hanya memanfaatkannya saja, atau hanya sebatas kerja namun tidak sepenuh hati.

Bagaimanapun jika kita mengajak atau diajak kersama orang lain, kita harus tetap tahu diri. Jika kita mempunyai modal atau konstribusi yang lebih besar, jangan sampai kita malah jadi seperti bos yang memerintah anak buah.

tahu-diri

Namun jika kita menjadi orang yang diajak kerjasama dan hanya bermodal diri sendiri saja, jadilah orang yang sepenuh hati mengerjakan proses kerjasamanya. Jangan sampai kita menjadi pihak yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain oleh karena kita sudah merasa bekerja keras namun pada kenyataannya kita belum banyak berbuat apa-apa.

Tahu diri merupakan kunci sukses untuk tetap mengukur sejauh apa orang lain memandang hasil pemikiran serta pekerjaan yang telah kita lakukan dalam proses bekerjasama.

Semoga kita menjadi pribadi yang selalu tahu diri dalam kejadian apapun yang kita lalui dalam perjalanan kehidupan ini, aamiin.

@DandyKurniadi

Sekolah Dulu

Suatu hari saya menjumpai seorang anak muda yang baru beranjak umur 20 tahun namun sudah bisa berpenghasilan puluhan juta tiap bulannya. Ia adalah seorang pilot di salah satu perusahaan penerbangan Indonesia.

Apakah menurut Anda wajar pada umur seperti itu ia sudah bisa berpenghasilan yang bisa dibilang besar di zaman seperti ini ?

Tentunya melihat dari sisi penghasilannya saja memang menggiurkan. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah ia investasikan sebelum ia bisa “menikmati” penghasilan seperti itu. Waktu, uang, dan tenaga sudah ia dedikasikan untuk menjadi seorang penerbang yang handal dan terpercaya.

Ia diharuskan menempuh waktu paling tidak 4 tahun sebelum ia bisa lulus dan dinyatakan SIAP menerbangkan pesawat yang tidak sembarang orang bisa melakukannya. Bahkan ada resiko ia dipulangkan dari sekolah jika ia tidak bisa mengikuti standarisasi dan lolos uji dari setiap ujian yang ada disana.

“High risk, high return”

Banyak  orang percaya bahwasanya jika ingin mendapatkan sesuatu yang besar, tentunya ada resiko besar pula yang harus ditempuh. Begitupun dengan orang-orang yang mempunyai penghasilan besar bahkan super besar. sekolah-dulu

Hal paling utama yang biasanya dilakukan oleh para pekerja untuk mendapatkan penghasilan besar adalah dengan sekolah dulu. Mereka harus menginvestasikan waktu, uang, tenaga serta pikiran untuk mendapatkan ilmu serta pengalaman yang berguna tuk menunjang kewajiban yang akan mereka anut saat mengemban pekerjaan yang akan mereka ambil.

Dengan sekolah tersebut, tidak sedikit waktu dan uang yang harus mereka investasikan. Mereka harus belajar selama 4 tahun, bahkan harus ada yang rela menempuh waktu belasan tahun untuk MULAI mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Tidak salah jika mereka pantas digaji tinggi karena dedikasi dan kemampuan yang telah mereka pelajari dengan susah payah bahkan nyawa sekalipun yang jadi taruhannya.

Bisnispun sama, jika kita ingin mendapatkan penghasilan yang besar, tentunya harus ada yang kita investasikan terlebih dahulu. Mustahil jika kita bisa tiba-tiba kaya tanpa mempunyai kemampuan dan pengalaman yang mumpuni untuk mendukung laju kesuksesan kita.

Penghasilan ratusan juta pun mungkin harus kita mulai dari penghasilan recehan. Bukan hasil yang biasanya pebisnis pikirkan saat pertama kali, namun apa visi yang mereka emban ketika memulai untuk membangun bisnis mereka. Ketika bisnis sudah mulai jalan dan menghasilkan, tentunya banyak anak tangga yang harus mereka lewati untuk mencapai penghasilan yang mereka inginkan.

Intinya, semua hal yang mempunyai efek besar dalam kehidupan diri kita perlu kita pelajari terlebih dahulu. Apapun sekolah yang kita ambil, jalankanlah dengan sepenuh hati dan tahu atas apa yang sedang dipelajari. Jangan sampai Anda sudah sekolah mahal-mahal dan butuh waktu lama, namun pada akhirnya tidak sejalan dengan apa yang sudah dipelajari.

Karena waktumu yang berharga tak akan bisa kembali, manfaatkanlah sebaik yang Anda bisa dengan terus belajar di sekolah kehidupan 🙂

 @DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Bertahan Atau Menahan ?

Zaman semakin sulit, persaingan semakin sengit, dan permasalahan hidup kian morat-marit. Kalau tidak gesit, bisa-bisa hidup hanya cukup bahkan harus ngirit.

Itukah beberapa keluhan orang-orang saat ini ?? Memang betul zaman semakin edan, tapi ga gitu gitu juga kali 😀

Seringkali kita terjebak dalam suatu masalah yang membuat pusing kepala. Bahkan tidak sedikit orang yang sudah tidak sanggup lagi bertahan menjalani kehidupan. Alhasil ia pun seperti zombie saja, hanya menjalani rutinitas yang tidak membuat ia merasa bahagia karena tidak bisa berkembang.

Footballers defending

Bertahan hidup merupakan sebuah pilihan. Kalau mendengar cerita-cerita tentang karyawan yang sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun di perusahaan, keluh kesah mereka yang paling saya ingat adalah mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan yang memang harus dikeluarkan saja, sisanya mereka tidak bisa terlalu bersenang-senang karena masih banyak “beban” yang harus ditanggung. Entah itu hutang, cicilan, asuransi, bayaran bulanan, dan lain sebagainya.

Banyak yang bilang bertahan dengan apa yang sudah dipunyai jauh lebih baik ketimbang berusaha mendapatkan lebih namun resikonya terlalu besar jika tidak berhasil. Alhasil, mereka pun hanya menahan keinginan mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih membahagiakan.

Bahagia belum tentu harus banyak uang, belum tentu juga karena punya jabatan tinggi. Bahagia pada dasarnya merupakan alasan yang membuat kita terus menyelami semua kegiatan yang kita lakukan dengan sepenuh hati. Tidak karena unsur terpaksa, atau karena hanya harus dikerjakan agar bisa bertahan dalam menjalani hidup.

Maukah Anda terus saja bertahan dengan apa yang ada sekarang ? Atau hanya terus menahan segala keinginan yang bisa saja kita dapatkan jika mau keluar dari zona nyaman selama ini ?

Bertahan atau menahan ? Atau mungkin Anda punya jawaban lain yang lebih seru ? Semoga kehidupan kita semua kian bahagia dari hari kehari 🙂

The Art Of Networking

Have you ever met someone on the street ? Maybe it was a regular thing. But what if wherever you are, everyone were knowing you ? Wow, just like a movie star. Well if you are indeed a movie star, it may just happen. In fact, it may only happen to a few people, hehe.

Talking about well known people is exciting to talk about. Many people who are happy to be known and worshiped. It exists in everyone, but it has different levels of desire. However, it does not apply to a person who love to relate with others. People used to call him was a networker. The man who was usually present in many events according to the networking field he wanted.

But there is only one networker who is sociable. He could be anywhere in the show even though there is no relevance to what he sought. Today many people are happy to establish relationships with anyone. What is the purpose of it all?

the art of networking

A networker usually gathering friends from various fields. He has a lot of contact database of every person he met. If there is a problem, he can easily find and contact the interwoven relationship he’s ever known. Cool isn’t it?

Today was an era where people have started to move to open a business. Not only because the price of the ride, but we need more and more wants. Even more remarkable, sometimes a lot of things that basically we do not need is actually even be one of the targets to be bought.

A networker is a bridge between the problem and the solution. They come in the middle thought when someone encounters a problem. Networker can also help find a solution quickly because he already knew a lot of people out there. But not limited to, a person who forged many relationships with other people could have been aiming to market their products faster. By getting to know more people, he can tell a lot of people he met at all times.

Indeed, in establishing the relationship are able to do, but not everyone is able to know and be known by the people he had met. Therefore, it remains a sociable person and you need a special skill to have a great relationship with each other.

Things I like to do with networking is that I can get a lot of info about a lot of things that I can get for free. Sometimes, it can bring its own sustenance for me. Ah, that’s the art of networking. What about you?

Hapus Keraguanmu

Seringkali kita merasa ragu dalam menjalankan sesuatu. Hal itu merupakan sebuah kewajaran yang ada dalam diri seorang manusia. Namun bagaimana jika keraguan itu selalu menghampiri kita dalam setiap pilihan ? Rasanya bagaikan dihinggapi rasa ketakutan akan sebuah efek yang kurang mengenakan jika keraguan itu benar terjadi.

Padahal jika kita terus dihinggapi rasa ragu, yang ada kita tidak akan 100% mengeluarkan potensi diri kita. Sebagai contoh kecil ketika waktu itu saya belajar menyetir mobil untuk pertama kalinya. Saat itu saya memang ingin sekali untuk bisa cepat mengendarai mobil dengan lancar. Kemudian saya diberi sedikit pengarahan mengenai teori cara mengendarai mobil yang benar oleh beliau. Kata-kata ayah saya yang selalu saya ingat dan menjadi penyemangat ketika saya timbul keraguan adalah :

Kalau bawa kendaraan, bayangkanlah seolah-olah kamu itu PEMBALAP handal. Beloknya yakin, ngebutnya yakin, semuanya YAKIN. “

Waw !! Kalimat itu sangat berbekas dalam diri saya sampai sekarang. Beberapa menit kemudian saya langsung duduk di kursi pengemudi. Mobil pun berjalan pelan dan saya mengendarai mobil tersebut dengan cukup lancar. Walau baru pertama kali, tapi saya merasa sudah cukup bisa untuk mengendarai mobil tersebut. Alhasil karena keraguan saya sudah berhasil ditepis berkat motivasi dari ayah saya, proses belajar mengendarai mobil itupun menjadi cepat.

do_what_you_love_without_hesitation

Memang betul sekali, hapus keraguanmu jika memang itulah keputusan yang kau ambil. Teringat sebuah cerita tentang seorang CEO sebuah perusahaan besar yang sangat disegani oleh semua karyawannya. Hal itu terjadi karena disetiap ia mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan, hasilnya selalu baik dan tidak meleset.

Kemudian ia pun diwawancarai tentang rahasia mengenai keputusan-keputusannya yang hampir tidak pernah meleset itu. Tahukah apa yang ia jawab ?

” Saya memang saat ini dapat membuat keputusan yang baik dan benar karena sebelumnya saya telah mengambil BANYAK SEKALI keputusan yang salah dan buruk.”

Lihatlah ? Bahkan seorang CEO perusahaan besar pun pernah mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya. Ia pun belajar dan menganalisis kembali keputusannya tersebut. Jika ia dihadapkan kembali kepada keputusan yang sama tepat seperti saat dulu, ia sudah tidak ragu lagi memberi keputusan karena ia telah yakin bahwa pilihan yang lain kurang tepat karena ia telah mengalaminya.

Jadi, hapus keraguanmu, lalu lihatlah hasil keputusanmu dapat membuatmu menjadi orang yang lebih yakin nantinya. Belajarlah dari pengalaman, hapuslah keraguan, dan hadapilah segala tantangan dengan keyakinan. Karena hanya orang yang tidak pernah melakukan kesalahanlah yang tidak pernah salah.

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online