Bantuan Allah

Pagi yang cerah. Hari ini saya harus tiba di Depok pukul 8 pagi karena harus menghadiri meeting mengenai bisnis jasa pembuatan website yang saya punya.

Seperti biasa, sebagai umat muslim tentunya saya harus bangun pagi (bahkan subuh) untuk menunaikan kewajiban shalat Shubuh. Sungguh nikmat memang bisa beribadah di pagi hari dengan rutinitas kerja yang belum dimulai.

Sehabis shalat Shubuh pun, saya menyempatkan diri untuk mengaji walau cuma beberapa lembar. Padahal saya sadar harus segera berangkat setelah menunaikan shalat Shubuh. Maklum, saya bangun tadi jam 5:15. Sudah agak siang. Hehe

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 tepat.
Setelah selesai mengaji pun, saya langsung bergegas pergi ke stasiun kereta api Tangerang. Dengan menggunakan motor, saya tancap gas dari rumah menuju stasiun.

Saat di perjalanan, saya memang sudah berpikir akan terjebak macet di beberapa titik. Terutama yang banyak lampu merah. Ya memang mau tidak mau kita harus terbiasa terkena macet di zaman seperti ini ๐Ÿ™‚

Aneh bin ajaib, di beberapa titik yang terbiasa macet, saya hampir tidak berhenti karena lampu menunjukkan hijau terus. Semua lampu lalu lintas menyala di hijau tepat ketika saya mau sampai disana.

Jadi teringat, sebelum berangkat tadi saya memang berdoa di dalam hati.

” Ya Allah, tolong bantu lancarkan perjalanan saya hari ini.”

Subhanallah, saya merasa sepotong doa saya tadi pagi langsung terasa di perjalanan menuju stasiun tadi. Allah menunjukkan kuasa-Nya ketika kita memprioritaskan Ia terlebih dahulu.

Habluminallah, habluminannas (mohon maaf kalau salah ketik). Allah dulu, baru manusia. Saya makin cinta & yakin kalau Allah akan membantu kita jika kita senantiasa ingat terus kepada-Nya.

Bahkan ketika saya sudah sampai di stasiun pun, bel kereta tanda mau jalan sudah berbunyi. Saya cukup panik karena takut ketinggalan kereta. Paling tidak saya harus menunggu 20 menit lagi sebelum kereta berikutnya datang. Bisa terlambat saya untuk meeting ๐Ÿ™

Lagi-lagi kuasa Allah saya rasakan. Kereta Api yang sudah mau berjalan pun masih sempat saya kejar. Seolah-olah menunggu saya naik ke dalam. Dengan nafas terengah-engah, saya pun berhasil masuk ke dalam sana, alhamdulillah.

Tidak kurang dari 10 detik, kereta itu pun sudah menutup pintu dan berjalan. Saya hanya bisa terus berucap syukur karena bisa mendapatkan perjalanan yang mulus di awal pagi hari ini.

Memang ya, bantuan Allah itu adalah bantuan yang paling luar biasa. Secara logika saya memang harusnya akan terlambat karena berangkat lebih lambat dari yang seharusnya. Namun dengan bantuan-Nya, saya bisa tetap berhasil untuk berjalan seperti biasa.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang sudah memberikan kita kemudahan dalam setiap aktivitas kita selama ini.

Mari kita selalu senantiasa menjadi orang-orang yang bersyukur & selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas kita, setiap hari ๐Ÿ™‚

Semoga bermanfaat,

@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *