Belajar Dari Pengalaman

Manusia tidak ada yang sempurna. Sama seperti kehidupan kita di dunia, tidak ada yang 100% indah meski kata orang Bumi merupakan surga dunia. Pasti ada hal enak dan tidak mengenakan yang terjadi dalam kehidupan kita.

Terlepas dari itu semua, hal yang paling penting dari setiap hal yang telah kita alami merupakan sebuah pengalaman hidup yang tidak bisa dinilai oleh apapun. Terlebih jika hal tersebut merupakan hal baru yang terjadi dalam cerita perjalanan hidup kita.

Benar kata orang bijak bahwasanya :

“Pengalaman adalah guru yang berharga” .

belajar-dari-pengalaman

Ia menjadi berharga karena kita bisa banyak memetik pelajaran dari setiap momen baik itu menyenangkan atau tidak sama sekali. Sebuah portfolio kehidupan yang berdasar atas pengalaman merupakan hal yang perlu kita syukuri oleh karena banyak hal yang bisa kita pelajari.

Tentunya belajar dari pengalaman merupakan hal yang sangat penting bagi kita yang selalu ingin kualitas kehidupannya menjadi semakin baik dan bermanfaat. Banyak sekali hal yang dapat kita kaji lebih jauh dari setiap pengalaman yang telah kita alami.

Salah satu cerita tentang belajar dari pengalaman adalah tentang sistem bisnis saya di bagian jasa pembuatan website. Beberapa waktu lalu saya mencoba membuat sistem DP dulu 50% di awal, baru kemudian 50% sisanya bisa dilunasi setelah website selesai dibuat.

Sistem tersebut saya buat agar dapat lebih menarik perhatian calon klien yang ingin membuat website. Setelah menguji coba sekitar 7 orang klien, ternyata cara DP dulu 50% diawal malah membuat bisnis saya ini menjadi tersendat. Hal ini dikarenakan ada sebagian dari klien malah molor bayar, padahal website mereka sudah jadi.

Memang, uang 50% sudah masuk dan modal sudah terbilang sudah “balik”. Tapi tetap saja, sisa uang 50% ini menjadi PR tersendiri bagi saya dan tim yang menanti “sisa” kerja keras dalam proses pengerjaan website. Kitapun berusaha mengerjakan dengan sebaik dan secepat mungkin agar pembeli dan penjual sama-sama cepat puas. Kami dibayar, mereka kami buatkan website sesuai keinginan.

Akhirnya saya pun menutup sistem DP 50% ini menjadi sistem semula. Yaitu pembayaran 100% di awal. Tujuannya karena saya dan tim website memang berkomitmen untuk mempercayakan urusan klien terhadap website secara 100% tanpa harus khawatir apakah hasil kerja dan manfaatnya dapat cepat dirasakan oleh mereka.

Memang ya, belajar dari pengalaman itu merupakan hal menarik bagi kita sendiri yang mau dengan bersenang hati untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas hidup kita dimasa yang akan datang.

Yuk kita terus belajar dari pengalaman agar senantiasa menjadi manusia yang lebih hebat terhadap lika liku kehidupan.

@DandyKurniadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *