Belum Cukup Umur

Hari ini seperti biasa saya menunaikan ibadah shalat Jum’at di masjid dekat rumah. Saya bersama adik saya yang laki-laki datang lebih awal agar dapat duduk di barisan paling depan.

Setelah sampai dan duduk di barisan depan, kamipun bersiap menunggu imam naik mimbar. Pujian-pujian kepada Allah dilayangkan. Sungguh indah dan sejuk di dada. Meski jam sudah mau menunjukkan pukul 12 siang, tapi setengah masjid yang tidak terlalu besar ini belum penuh. Bahkan barisan depan masih banyak yang ‘bolong-bolong’.

Kemudian azan pun berkumandang, dilanjut dengan shalat sunah sebelum zuhur. Baru saja berdiri mau shalat, tiba-tiba seorang bapak-bapak dari belakang menyuruh adik saya yang masih kelas 3 SD ini untuk mundur dari barisan depan dan digantikan oleh dia.

belum-cukup-umur

” Itu anak kecilnya suruh dibelakang saja, dia belum cukup umur di depan.” Bapak itu berkata.

Sayapun jujur sempat kaget dan timbul rasa agak kesal karena ia berkata seperti itu. Tak mau ambil pusing, saya pun ikut mundur menemani adik saya ke barisan 2. Perasaan agak jengah itu masih muncul, saya pun hanya bisa beristigfar dan langsung saja shalat sunah bersama adik saya.

Setelah shalat, saya masih saja bertanya dalam diri :

” Memang ada ya hadist, riwayat atau ayat yang tidak memperbolehkan anak kecil berada di shaf depan ketika salat ?? ”

Ya karena saya belum ada pengetahuan tentang itu, saya pun tidak berani mengira-ngira.

Sampai saat ini saya menulis, saya belum mencari kebenaran dari pertanyaan saya tersebut terkait soal “belum cukup umur ya jangan di depan”.

Di tulisan selanjutnya, insya Allah saya akan merangkum apa yang sudah saya dapat dari informasi dan jawaban orang-orang yang berkompeten.

Ya, intinya saya mau curhat dulu soal masalah saya ini. Biar jadi bahan pembelajaran bagi saya dan juga yang membaca artikel ini.

Jika ada jawaban atas pertanyaan saya ini, monggo di komen yah, terima kasih banyak 🙂

Salam,

@DandyKurniadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *