Buang Jauh Mental Miskin

Mental miskin adalah suatu penyakit dalam diri manusia yang sungguh menyedihkan. Walau tidak semua orang menyadarinya, penyakit mental miskin ini hampir hinggap disemua orang di dunia, terlebih bagi mereka yang merasa hidup serba kekurangan baik itu sandang, pangan, serta papan.

buang-jauh-mental-miskin

Sejauh saya mengikuti seminar dan training untuk pengembangan diri. Para pembicara tersebut mempunyai benang merah yang sama.

Apa itu ? Benang merahnya adalah “PIKIRAN” yang selalu POSITIF dan “HATI” yang senantiasa ikhlas. Hidup dengan merasa kaya raya meski pada kenyataannya masih jauh dari cukup. Berysukur bikin makmur, banyak ngeluh bikin kufur.

Daripada mengharapkan sesuatu yang gratisan atau undian, orang yang enggan dihinggapi mental miskin ini lebih berpikir untuk bekerja lebih keras serta cerdas untuk menaikkan taraf hidupnya.

Betapa mereka tahu, tidak enak menjadi orang miskin. Hidup serba kekurangan, pikiran jadi sempit, dan yang lebih parahnya lagi dapat merasa bahwa derajat terasa rendah.

Pun belum berhasil meraih impian, orang-orang yang mau maju sudah belajar untuk bermental kaya. Setidaknya hidup belum kaya, mereka sudah bermental kaya. Tolak ukurnya mereka selalu belajar untuk menjadi tangan di atas, giving and given, bukan take and and gift.

Jadi, bagi yang merasa “dihinggapi” mental miskin, segeralah berubah. Jika merasa tersinggung, ya ga usah marah, balik lagi, ya mendingan berubah jadi orang yang jauuuh lebih bermanfaat bagi sesama. Setidaknya belum kaya raya, paling tidak sudah bisa jadi pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga 🙂

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *