Empat Masalah dan Solusinya

Empat Masalah dan Solusinya

Setiap masalah ada solusi, setuju ? 🙂

Pada artikel hari ini, saya akan sharing mengenai 4 masalah yang biasa terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia berikut dilampirkan juga solusinya.

Semoga dapat menjadi pencerahan untuk kita semua :

1. Jika anda diuji dengan syahwat dan hawa nafsu, maka periksalah sholat anda.

Al-Quran :

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ“

“Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan sholat dan memperturutkan syahwat hawa nafsunya”
(QS. MARYAM 59)

2. Jika anda merasa keras hati, berperangai buruk , sial, sengsara dan tidak ada kemudahan, maka periksalah hubunganmu dengan ibumu dan baktimu kepadanya

Al Qur’an :

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيا

“Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”
(QS. Maryam: 32)

3. Jika anda merasa depresi, tertekan dan kesempitan dalam hidup , maka periksalah interaksimu dengan Al-Qur’an.

Al Qur’an :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an- berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”
(QS. Thaha: 124)

4. Jika anda merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan gangguan kegelisahan, maka periksalah bagaimana pelaksanaanmu terhadap nasehat yang engkau dengar.

Al Qur’an :

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً

“Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka)”
(QS. Annisa: 66)

 

Allah akbar ! Allah memang sangat baik dengan memberikan kita banyak cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan kesulitan-kesulitan kita semua.

Semoga bermanfaat ya 🙂

Amin Ya Robbal ‘Alamin

 

Sumber : broadcast bbm

—————–
@DandyKurniadi
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online & Pengembangan Diri
pin: 26569583
0877 3900 7437

Bantuan Allah

Pagi yang cerah. Hari ini saya harus tiba di Depok pukul 8 pagi karena harus menghadiri meeting mengenai bisnis jasa pembuatan website yang saya punya.

Seperti biasa, sebagai umat muslim tentunya saya harus bangun pagi (bahkan subuh) untuk menunaikan kewajiban shalat Shubuh. Sungguh nikmat memang bisa beribadah di pagi hari dengan rutinitas kerja yang belum dimulai.

Sehabis shalat Shubuh pun, saya menyempatkan diri untuk mengaji walau cuma beberapa lembar. Padahal saya sadar harus segera berangkat setelah menunaikan shalat Shubuh. Maklum, saya bangun tadi jam 5:15. Sudah agak siang. Hehe

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 tepat.
Setelah selesai mengaji pun, saya langsung bergegas pergi ke stasiun kereta api Tangerang. Dengan menggunakan motor, saya tancap gas dari rumah menuju stasiun.

Saat di perjalanan, saya memang sudah berpikir akan terjebak macet di beberapa titik. Terutama yang banyak lampu merah. Ya memang mau tidak mau kita harus terbiasa terkena macet di zaman seperti ini 🙂

Aneh bin ajaib, di beberapa titik yang terbiasa macet, saya hampir tidak berhenti karena lampu menunjukkan hijau terus. Semua lampu lalu lintas menyala di hijau tepat ketika saya mau sampai disana.

Jadi teringat, sebelum berangkat tadi saya memang berdoa di dalam hati.

” Ya Allah, tolong bantu lancarkan perjalanan saya hari ini.”

Subhanallah, saya merasa sepotong doa saya tadi pagi langsung terasa di perjalanan menuju stasiun tadi. Allah menunjukkan kuasa-Nya ketika kita memprioritaskan Ia terlebih dahulu.

Habluminallah, habluminannas (mohon maaf kalau salah ketik). Allah dulu, baru manusia. Saya makin cinta & yakin kalau Allah akan membantu kita jika kita senantiasa ingat terus kepada-Nya.

Bahkan ketika saya sudah sampai di stasiun pun, bel kereta tanda mau jalan sudah berbunyi. Saya cukup panik karena takut ketinggalan kereta. Paling tidak saya harus menunggu 20 menit lagi sebelum kereta berikutnya datang. Bisa terlambat saya untuk meeting 🙁

Lagi-lagi kuasa Allah saya rasakan. Kereta Api yang sudah mau berjalan pun masih sempat saya kejar. Seolah-olah menunggu saya naik ke dalam. Dengan nafas terengah-engah, saya pun berhasil masuk ke dalam sana, alhamdulillah.

Tidak kurang dari 10 detik, kereta itu pun sudah menutup pintu dan berjalan. Saya hanya bisa terus berucap syukur karena bisa mendapatkan perjalanan yang mulus di awal pagi hari ini.

Memang ya, bantuan Allah itu adalah bantuan yang paling luar biasa. Secara logika saya memang harusnya akan terlambat karena berangkat lebih lambat dari yang seharusnya. Namun dengan bantuan-Nya, saya bisa tetap berhasil untuk berjalan seperti biasa.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang sudah memberikan kita kemudahan dalam setiap aktivitas kita selama ini.

Mari kita selalu senantiasa menjadi orang-orang yang bersyukur & selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas kita, setiap hari 🙂

Semoga bermanfaat,

@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online

Dosa 1000 Kali Lipat Lebih Parah Dari Berzina

Dosa yang 100 kali lipat lebih parah dari berzina, adakah ? Berikut kisahnya :

PADA suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam.

Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk.”

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut.

“Saya takut mengatakannya,” jawab wanita cantik.

“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”.

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…. lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya….. cekik lehernya sampai….. tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya.

Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa as. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”

Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”

Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.

“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.

“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. [islampos/mujahidallah]

Sumber : http://www.islampos.com/dosa-yang-lebih-hebat-daripada-berzina-5030/

Semoga kita menjadi pribadi yang selalu bisa mengingat Allah setiap waktu, baik susah maupun senang 🙂

@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
0877 3900 7437

Iman Mudah Tergoda

Selamat pagi kawan, semoga tetap semangat di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan jamuan spesial dari Allah ya 🙂

Pagi ini saya mau sharing mengenai hasil kultum yang saya dengar tadi selepas shalat Subuh di masjid dekat rumah. Saya sampai mau posting mengenai kultum kali ini karena ada 1 kalimat yang menggugah hati saya mengenai keimanan seseorang.

Saat khotib sedang kultum tadi, ia membahas mengenai kalimat syahadat yang merupakan hal wajib pertama yang harus umat Islam lakukan dalam memegang teguh Islam. Sehabis itu, kita pun harus menanam keyakinan tersebut di dalam hati agar ia senantiasa selalu terngiang dan menjadi kekuatan kita agar selalu mengingat bahwa kita adalah orang Islam yang bertakwa.

Di sela kultumnya, saya terenyuh sekali ketika khotib berkata seperti ini mengenai iman manusia yang mudah tergoda :

” Coba misalkan saya akan memberi Anda uang Rp 100juta dengan syarat jika Anda mau SEHARI saja tidak shalat lima waktu. Maukah Anda melakukannya ? “

Jleb! Rasanya seketika itu saya langsung menunduk dan berpikir bahwa benar sekali bahwasanya itu iman mudah tergoda. Terlebih oleh sesuatu yang nampak dan terasa kita butuhkan dalam proses perjalanan hidup kita. Entah itu godaan harta ataupun tahta. Jadi teringat juga tentang banyak orang yang keluar dari Islam dengan sengaja oleh karena diimingi akan diberi harta dan dijamin kehidupannya, astagfirullahaladzim 🙁

faith-of-allah

Masih membahas mengenai kalimat pertanyaan si khotib ketika kultum tadi, ternyata ada yang nyeletuk :

“Mauuu”

Wah! Saya hanya diam dan berpikir bahwa mungkin tidak shalat sehari bagi beberapa orang Islam tidak jadi masalah ya ? Hmm..

Kemudian si khotib bilang lagi :

” Ah Anda, tidak mungkin saya memberi Anda uang Rp 100juta, wong saya saja tidak punya.”

Hahaha, kelihatannya lucu, namun jika kita menelaah lebih dalam, kita dapat melihat bahwa banyak manusia yang tertipu dengan godaan yang nampak nyata tetapi aslinya ia hanya bersifat sementara, tidak kekal. Namun ketika kita mengikuti dan mau melakukannya, maka habislah sudah kehidupan kita.

Kawan, tidaklah kita menjadi manusia yang sukses dunia dan akhirat jika kita hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri saja. Bahkan dengan bantuan dari banyak orang pun, belum tentu kita bisa sukses. Oleh karena itu kita harus senantiasa membawa Allah dalam keseharian kita.

Sekiranya sharing saya pada postingan kali ini dapat menjadi pembelajaran juga pengingat untuk saya pada khususnya, dan juga kepada kawan-kawan semua. Mari kita terus menjaga dan meningkatkan keimanan kita terhadap Islam dengan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Selamat berpuasa ya, semoga bermanfaat 🙂

@DandyKurniadi
Manusia Yang Ingin Bermanfaat Dengan Jalan Berwirausaha

Damai Di Hati

Pagi ini setelah saya bangun tidur perasaan saya agak sedikit galau. Ternyata saya mimpi mengenai sesuatu yang kurang saya sukai. Alhasil pikiran masih sedikit terbayang mimpi tersebut.

Setelah shalat subuh, langsung saja saya membaca Al-Qur’an agar hati dan pikiran ini hanya untuk mengingat-Nya semata. Lambat laun saya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, hati sayapun menjadi semakin tenang kembali. Rasanya damai di hati ini kian terasa 🙂

Seringkali kita menjumpai banyak permasalahan hidup, bahkan saat bangun pagi pun hati ini kadang sudah risau tak menentu. Pikiran-pikiran mengenai beban hidup yang harus ditanggung pun kadang menjadi suatu penyakit yang sulit sekali dihilangkan. Damaikah hati kita ?

damai-di-hati

Jika hal tersebut masih saja terjadi, mari kita sama-sama untuk senantiasa beristigfar dan mengingat-Nya. Ingat kembali untuk apa tujuan kita dilahirkan di dunia ini ? Tentunya untuk menyembah kepada Allah SWT serta menjadi manusia yang bermanfaat untuk bekal kehidupan kita di akhirat yang kekal itu, bukan ?

Senantiasa damai di hati memberikan kita ketenangan batin juga pikiran. Bayangkan jika berada di pantai dengan pemandangan yang luar biasa indah namun suasana laut begitu mencekam oleh karena badai mau datang. Halilintar menggelora dan langit begitu hitam pekat. Apakah Anda akan menikmatinya dengan sepenuh hati ?

Selalu berdamailah dengan diri kita sendiri sebelum kita siap untuk mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang kuat, amanah, dan selalu membawa Allah di hati. Jadikan setiap suka dan duka hidup sebagai ujian yang membuat kita menjadi seseorang yang lebih bijak dan dapat mensyukuri atas apa yang diberikan Allah pada setiap umur kita yang semakin berkurang ini.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat ya, aamiin 🙂

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belum Cukup Umur

Hari ini seperti biasa saya menunaikan ibadah shalat Jum’at di masjid dekat rumah. Saya bersama adik saya yang laki-laki datang lebih awal agar dapat duduk di barisan paling depan.

Setelah sampai dan duduk di barisan depan, kamipun bersiap menunggu imam naik mimbar. Pujian-pujian kepada Allah dilayangkan. Sungguh indah dan sejuk di dada. Meski jam sudah mau menunjukkan pukul 12 siang, tapi setengah masjid yang tidak terlalu besar ini belum penuh. Bahkan barisan depan masih banyak yang ‘bolong-bolong’.

Kemudian azan pun berkumandang, dilanjut dengan shalat sunah sebelum zuhur. Baru saja berdiri mau shalat, tiba-tiba seorang bapak-bapak dari belakang menyuruh adik saya yang masih kelas 3 SD ini untuk mundur dari barisan depan dan digantikan oleh dia.

belum-cukup-umur

” Itu anak kecilnya suruh dibelakang saja, dia belum cukup umur di depan.” Bapak itu berkata.

Sayapun jujur sempat kaget dan timbul rasa agak kesal karena ia berkata seperti itu. Tak mau ambil pusing, saya pun ikut mundur menemani adik saya ke barisan 2. Perasaan agak jengah itu masih muncul, saya pun hanya bisa beristigfar dan langsung saja shalat sunah bersama adik saya.

Setelah shalat, saya masih saja bertanya dalam diri :

” Memang ada ya hadist, riwayat atau ayat yang tidak memperbolehkan anak kecil berada di shaf depan ketika salat ?? ”

Ya karena saya belum ada pengetahuan tentang itu, saya pun tidak berani mengira-ngira.

Sampai saat ini saya menulis, saya belum mencari kebenaran dari pertanyaan saya tersebut terkait soal “belum cukup umur ya jangan di depan”.

Di tulisan selanjutnya, insya Allah saya akan merangkum apa yang sudah saya dapat dari informasi dan jawaban orang-orang yang berkompeten.

Ya, intinya saya mau curhat dulu soal masalah saya ini. Biar jadi bahan pembelajaran bagi saya dan juga yang membaca artikel ini.

Jika ada jawaban atas pertanyaan saya ini, monggo di komen yah, terima kasih banyak 🙂

Salam,

@DandyKurniadi

Tanda-Tanda Kematian

 

 

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :

Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

 

 

Zakat Adalah Salah Satu Penyebab Masuk Surga

Percayakah ? Zakat adalah salah satu penyebab masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ».

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.”
(HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Zakat Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan).

Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”
(Al-Qur’an Surah Al Qoshosh ayat 77)

Selamat berzakat dengan akurat 😀

Mengertikah Arti Dari Rapatnya Saf Dalam Shalat ??

Halo apa kabar sobat ? 🙂

Malam yang sangat cerah juga syahdu. Di detik-detik akhir puasa ini, saya sangat bersyukur masih bisa diberi nikmat sehat juga nikmat iman atas apa yang Allah SWT berikan kepada saya. Alhamdulillah 🙂

Jika memang lusa lebaran, malam ini adalah hari terakhir umat islam tarawih di bulan Ramadhan ini. Tarawih di masjid memang sangat menyenangkan karena bisa bertemu banyak orang dan beribadah bersama untuk bermunajat kepada-Nya. Tapi kenapa ya, saya kadang masih suka tidak mengerti dengan para jemaah yang masih saja tidak rapat saf nya ?

Saya yakin, para jemaah yang biasa shalat di mesjid atau pun tidak pasti pernah sekali dua kali mendengar dan tahu bahwa jika mau shalat itu saf harus rapat dan lurus. Tapi kenapa masih saja renggang ? Bahkan parahnya ketika saya mencoba merapatkan kaki, mereka malah menyempitkan kaki mereka. Lantas sempurnakah shalat kami ?

Grrrr.. Kadang saya kesal sendiri. Jelas-jelas sang imam sudah bilang,

” Rapatkan saf dan barisannya. Luruskan biar shalatnya sempurna. ”

Eeeh masih saja renggang. Ampun deh ego nya. Atau merasa tidak terlalu penting ya menuruti kata Imam ?? Mau jitak rasanya, kadang yang sudah tua pun sama saja. Inilah yang saya sayangkan dari kurangnya pemahaman banyak masyarakat Indonesia atas segala sesuatu yang mereka kerjakan. Terlebih dalam shalat, masih banyak sekali orang yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban tanpa benar-benar mau memahami esensi sebenarnya dari apa yang sedang mereka kerjakan.

Dalam buku yang saya baca tentang Shalat, diceritakan bahwa banyak sekali orang yang shalat tapi tidak diterima. Bahkan ada cerita yang mengisahkan tentang seorang yang ahli ibadah, namun selama 60 tahun ia hidup pahala shalatnya tidak diterima. Masya Allah.

Walau dengan ilmu saya yang masih cetek ini belum bisa merubah banyak orang, setidaknya saya terus belajar untuk memperbaiki kualitas diri saya. Terutama dengan memahami atas segala sesuatu yang saya kerjakan. Jangan sampai sia-sia ataupun tidak maksimal. Seperti pelaksanaan shalat berjamaah tadi.

Kesempurnaan hanya milik Allah, tapi kita sebagai makhluknya haruslah senantiasa terus memperbaiki diri dan terus belajar. Bukan menjadikan alasan tidak sempurna sebagai batu hambatan bahwa Anda tidak bisa menjadi insan yang luar biasa.

Tetap SEMANGAT 😉

Dandy Kurniadi TakoTaki
@TakoTakiBuddy
Motivator Bisnis Online

Ada Apa Dengan Doa Kita ?

Ada apa dengan doa kita ?

Doa merupakan wujud ketergantungan seorang hamba dengan penciptanya, namun terkadang kita tidak mampu mengukur diri, dalam istilah lain, melihat maqam atau kedudukannya di sisi Allah, kita kecewa saat doa tak juga terbalas, tanpa mencoba muhasabah mengapa doa kita tak lagi menjadi senjata, kita ingin doa kita instan,..padahal ada hal Allah yang kita abaikan…

Dalam sebuah hikayat atau cerita dikisahkan tentang perjalanan seorang ahli ibadah yang bernama IBRAHIM BIN ADHAM, ketika sampai di pasar Bashrah, beliau dikerumuni banyak orang,, yang bertanya tentang doa doa mereka yg tak pernah terkabul,, lalu Ibrahim bin Adham menjelaskan sebab sebabnya ketika salah seorang di antara mereka bertanya, “ya Abu Ishak ada apa dgn doa kami,kami berdoa tapi tak juga di ijabah,. Maka beliau menjawab “ karena hati kalian mati dari 10 (sepuluh ) hal.

1. Kalian mengenal Allah tapi kalian tidak menunaikan hak (perintah)Nya.
2. Kalian mengaku mencintai rasulullah tapi kalian meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur,an tapi tidak mengamalkannya.
4. Kalian makan nikmat Allah tapi kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian mengakui setan adalah musuh dan akan menyesatkan kalian dr jalan Allah tapi kalian tidak mengingkarinya.
6. Kalian tahu surga itu hak/benar tapi kalian tidak beramal untuk memasukinya.
7. Kalian tahu neraka itu hak/benar tapi kalian berbuat sesuatu yg medekatinya.
8. Kalian tahu kematian itu pasti, tapi kalian tidak bersiap siap untuk menghadapinya.
9. Kalian sibuk dengan aib orang lain tapi kalian lupakan aib kalian sendiri.
10. Kalian mengubur orang yg mati di antara namun kalian tak mengambil pelajaran darinya,..
(diterjemahkan dari kitab al-majalisus saniah , sarah hadits arba’en an Nawawi)