Hasil Pelatihan Cara Asyik Bisnis Online Angkatan 1

Haloo para sobat DW, apa kabarnya ?

Kali ini DW akan melaporkan hasil pelatihan Cara Asyik Bisnis Online angkatan 1 yang telah berlangsung di kota Tangerang.

Ankgatan  1 Pelatihan Cara Asyik Bisnis Online
Trainer, Mentor dan Peserta CABO Berfoto Bersama

Pelatihan Cara Asyik Bisnis Online (CABO) ini merupakan sebuah “rumah” bagi banyak pelatihan bisnis online yang akan tim Dunia Website adakan. Dalam pelatihan CABO yang pertama kali diluncurkan ke publik ini, para peserta akan mempelajari tentang “7 Senjata Bisnis Online”. Sebuah pelatihan yang memakai metode 70% praktik dan 30% teori ini membahas mengenai media-media apa saja yang perlu dan harus digunakan bagi Anda yang mau berbisnis via online.

Apa saja 7 Senjata Bisnis Online yang di ajarkan dalam Pelatihan CABO seri 7 Senjata Bisnis Online ini ?

7 Senjata Bisnis Online
Materi – 7 Senjata Bisnis Online

Target dari hasil pelatihan 7 Senjata Bisnis Online adalah agar para peserta :

[box]

1. Mampu mengoperasikan website blog untuk bisnis.

2. Mempunyai website yang terpercaya (kredibel)

3. Produk / jasa bisnis nya lebih cepat dikenal di dunia online maupun offline

4. Mempunyai kredibilitas lebih dibanding pesaing

5. Mampu menjual harga barang lebih tinggi dari pesaing, namun ramai order

6. Mempunyai portfolio hasil bisnis

7. Dapat mentoring langsung oleh tim www.DuniaWebsite.com

8. Cepat menghasilkan order kurang dari 1 Minggu semenjak online [/box]

 

Bagaimana targetnya ? Asyik kan ? πŸ˜€

Nah, sebelum memulai pelatihan 7 Senjata Bisnis Online, para peserta diwajibkan untuk registrasi ulang dan akan mendapatkan CD khusus untuk pemaksimalan hasil dari pelatihan.

Para Peserta Sedang Registrasi Ulang
Para Peserta Sedang Registrasi Ulang

 

Meski pelatihan akan dimulai pada jam 9 pagi, namun antusiasme para peserta pelatihan cukup terbilang besar. Sedari pagi jam 8 registrasi ulang dibuka, sudah ada 2 peserta yang datang. Bahkan salah 1 peserta Cara Asyik Bisnis Online ini ada yang masih berumur 17 tahun. Ditambah ia sudah berangkat naik mobil dari jam 2 pagi karena datang dari kota Bandung, waw !!

Lutfi Dari Kota Bandung Yang Sengaja Datang Untuk Mengikuti Pelatihan CABO
Lutfi Dari Kota Bandung Yang Sengaja Datang Untuk Mengikuti Pelatihan CABO

Ada juga yang tidak bisa ikut pelatihan ini dikarenakan waktu yang belum cocok. Meski pelatihan CABO ini adalah yang pertama kali diluncurkan, alhamdulillah peserta yang ikut mencapai 8 orang.

Para Peserta 7 Senjata Bisnis Online
Para Peserta 7 Senjata Bisnis Online

Ketika pelatihan dimulai, para peserta pun harus mempersiapkan segala kebutuhan yang harus digunakan selama pelatihan berlangsung. Mereka diwajibkan membawa laptop, catatan, juga foto-foto serta artikel dari bisnis yang sudah mereka punya.

para peserta pelatihan 7SBO

 

Namun, bagaimana dengan yang belum punya bisnis ? Eits jangan khawatir, di pelatihan ini bagi Anda yang pemula dan belum punya bisnis pun bisa ikut. Salah satu contohnya adalah mas Agre dari Jakarta yang rela menginap di Tangerang karena tidak ingin datang terlambat, salut πŸ™‚

Agre - Salah 1 Peserta Pelatihan 7 Senjata Bisnis Online
Agre (kanan) – Salah 1 Peserta Pelatihan 7 Senjata Bisnis Online

 

Bahkan ada seorang ibu rumah tangga yang tertarik untuk mengikuti pelatihan Cara Asyik Bisnis Online seri 7 Senjata Bisnis Online ini :

Ibu Henny Dari Jakarta Yang Tertartik Untuk Mengikuti Pelatihan CABO
Ibu Henny Dari Jakarta Yang Tertarik Untuk Mengikuti Pelatihan CABO

 

Luar biasa ya para antusiasme peserta 7 Senjata Bisnis Online ini ? Oleh karena itu para panitia pun semakin “panas” karena tidak ingin kalah dari semangat para peserta.

Ketika pelatihan dimulai, para peserta sudah harus membuka laptop dan segera online ke internet. Pada sesi 1 pelatihan 7 Senjata Bisnis Online, Dandy Kurniadi, owner dari Dunia Website sekaligus sang trainer bisnis online, langsung membahas mengenai “senjata’ pertama yang bernama WEBSITE.

dandy pelatihan 7 senjata bisnis online
Trainer Bisnis Online ; Dandy Kurniadi, sedang membawakan materi untuk belajar membuat Website

Para peserta pun tampak serius mendengarkan materi di sesi pertama yang sedang dibawakan oleh Dandy Kurniadi. Tidak ketinggalan para mentor (berjas hitam) pun sudah stand by di samping peserta untuk membantu kesuksesan jalannya pelatihan Cara Asyik Bisnis Online ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Di sesi 2, Dandy membahas mengenai senjata bisnis online yang bernama FOTO, yang akan dikaitkan untuk pengoptimalan senjata pertama (Website). Setelah sesi 2 berakhir, para panitia dan peserta pun berhenti sementara untuk istirahat, sholat dan makan.

Para-Peserta-dan-Panitia-sedang-makan-bersama
Para Peserta dan Panitia Sedang Sesi Istirahat untuk Makan Bersama

 

Wah..wah.. Memang seru ya pelatihan tentang 7 Senjata Bisnis Online ini. Belum saja para peserta berlatih mengenai 5 senjata bisnis online lainnya yang akan berlanjut setelah sesi istirahat siang, ternyata para peserta mendapat kejutan dengan hadirnya salah satu sportstacker Indonesia, Aji Galuh.

Aji Galuh sedang mengajarkan para peserta untuk Sportstacking
Aji Galuh sedang mengajarkan para peserta untuk Sportstacking

 

Memang konsep dari pelatihan CABO yang bertemakan “7 Senjata Bisnis Online” juga mengusung tentang keberanian dan kreatifitas agar para peserta mau eksis di dunia online. Dengan adanya Aji Galuh yang hadir di tengah peserta, mereka dapat melihat bahwa bakat yang di online kan di website YouTube dapat lebih memaksimalkan branding dan profit seperti yang dicontohkan langsung oleh Aji Galuh.

Begitu juga dengan bisnis, dengan mengikuti pelatihan 7 Senjata Bisnis Online ini, diharapkan para peserta mampu untuk “GILA” (Gali Ilmu Langsung Action) ONLINE. Sebuah metode yang membuat peserta menjadi pebisnis yang memakai dunia online sebagai media untuk membesarkan bisnis yang mereka punya, asyik ?

Setelah Aji Galuh mempertunjukkan kebolehannya dalam bermain sportstacking, sesi ke 3 pelatihan 7 Senjata Bisnis Online pun berlanjut. Para peserta pun nampak semakin bersemangat karena sudah sedikit olahraga di sesi bonus tadi. Maklum, jika tidak ada selingan, di jam setelah makan siang biasanya para peserta sudah mulai terjangkit penyakit ngantuk πŸ˜€

Di sesi ke 3 yang membahas senjata REKENING BANK, Dandy lebih berbagi teori dan pengalamannya di bisnis online selama hampir 3 tahun.

Dandy sedang menjelaskan senjata ke 3 - Rekening Bank
Dandy sedang menjelaskan senjata ke 3 – Rekening Bank

 

Untuk mendukung kesuksesan pelatihan Cara Asyik Bisnis Online (CABO), tadi sudah DW (Dunia Website) sedikit singgung mengenai para mentor yang dengan sigap membantu para peserta jika ada kesulitan ketika sang trainer sedang menjelaskan langkah demi langkah untuk  membuat dan memaksimalkan 7 senjata bisnis online.

Para mentor CABO ini pun merupakan bagian dari tim inti DW. Mereka adalah Hazrina Riza dan Erick Azof yang telah bekerjasama dengan Dandy Kurniadi, untuk membangun serta mengembangkan Dunia Website sehingga semakin sukses dan besar seperti sekarang ini πŸ™‚

Mentor-Sekaligus-Tim-Dunia-Website-Erick-Azof-dan-Hazrina-Riza
Mentor Sekaligus Tim Dunia Website; Erick Azof dan Hazrina Riza

Tidak ketinggalan dalam pelatihan CABO ini pun tim Dunia Website juga dibantu oleh para tim pendukung yang membantu untuk proses dokumentasi, registrasi, konsumsi, sampai mentoring materi pelatihan.

Tim-Pendukung-Pelatihan-7-Senjata-Bisnis-Online
(kiri ) Tri Septi, (tengah) Ranisa Kurniasari dan (kanan) Nabila Ghassani – Tim Pendukung Pelatihan CABO

Meskipun pelatihan bisnis online ini sudah semakin sore, namun para peserta pun terlihat tetap serius. Malah mereka semakin merasa senang karena sudah mulai bisa memakai “senjata’ bisnis online yang diajarkan di pelatihan ini.

Suasana Pelatihan CABO
Suasana Pelatihan CABO
Dandy Sedang Menjelaskan Tips dan Trik Dalam Sesi Forum Jual Beli.jpg
Dandy Sedang Menjelaskan Tips dan Trik Dalam Sesi Forum Jual Beli
Mentor-Sedang-Membantu-Para-Peserta-Jika-Ada-Kesulitan
Mentor Sedang Membantu Para Peserta Jika Ada Kesulitan
 Para-Peserta-Mengikuti-Pelatihan-Dengan-Serius
Para Peserta Nampak Begitu Serius Mengikuti Sesi Demi Sesi Pelatihan

 

Akhirnya pelatihan Cara Asyik Bisni Online ini pun sudah mencapai puncaknya. Setelah sesi terakhir dari 7 Senjata Bisnis Online yang membahas mengenai senjata bernama GADGET, para peserta pun di ajak untuk berfoto bersama panitia dan mentor.

Semua Peserta Dan Panitia Berkumpul Bersama
Semua Peserta Dan Panitia Berkumpul Bersama

 

Tidak cukup sampai disitu, ternyata ada sesi tambahan dimana para peserta mendapatkan sertifikat hasil pelatihan 7 Senjata Online.

http://www.duniawebsite.com/wp-content/uploads/2013/07/Para-Peserta-Mendapatkan-Sertifikat.jpg
Para Peserta Mendapatkan Sertifikat

Sekian hasil laporan dari DW untuk pelatihan Cara Asyik Bisnis Online angkatan pertama ini. Semoga para alumni peserta pelatihan dapat segera memaksimalkan senjata-senjata yang sudah mereka dapatkan dari hasil pelatihan 7 Senjata Bisnis Online ini.

Lalu, siapkah Anda menjadi angkatan berikutnya ? πŸ˜‰

Salam Online.

 

@DuniaWEB
Pin 26713311
0877 3900 7437
Support@DuniaWebsite.com

[learn_more caption=”Tim Dunia Website”]

Tim Dunia Website[/learn_more]

 

Sebuah Kepercayaan

Pernah dengar kalimat bijak ?

“Butuh bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan, namun hanya butuh beberapa detik untuk menghancurkannya.”

Mungkin ada beberapa dari Anda yang pernah mengalami sendiri kalimat di atas.Β  Memang betul tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan seseorang, namun akan jauh lebih sulit lagi untuk mengembalikan kepercayaan seseorang yang telah kita rusak.

Kepercayaan merupakan sebuah kertas putih yang mulus. Ketika kertas itu kita genggam atau tidak sengaja kita lipat, maka ia tidak akan mulus lagi. Orang bilang kertasnya jadi lecek. Mau kita perbaiki pun tidak akan bisa jadi semulus pertama kali kertas itu kita dapatkan.

Saya jadi teringat tentang kisah dosen saya yang bercerita bahwa ia harus rela melepaskan perusahaannya karena partner kesayangannya telah “menusuk” ia dari belakang. Semua sahamnya di ambil alih oleh partnernya, alhasil ia tidak bisa lagi terjun di dalam perusahaan tersebut. Sungguh ironis, ketika kepercayaan menjadi sesuatu yang disalah gunakan oleh orang yang kita kenal sejak lama.

Saya sendiri merupakan tipe orang yang sulit untuk percaya kepada orang lain. Selain saya yang memang perfeksionis dalam mengerjakan suatu hal, saya cenderung harus bergaul dan bersua dengan waktu yang lama dengan seseorang untuk mendapatkan kepercayaan dari saya.

sebuah-kepercayaan-dandy

Hal ini pun menyangkut soal bisnis yang saya jalankan. Saat ini saya mempunyai beberapa partner untuk mengembangkan bisnis jasa pembuatan website saya. Sungguh bahagia karena salah satu mimpi saya terwujud dengan adanya kehadiran mereka. Kepercayaan saya pun larut dalam diri mereka. Saya pun tidak segan-segan untuk membuka modal saya dalam berbisnis. Bahkan transfer ilmu pun saya beri gratis karena saya mempercayai mereka untuk sukses bersama.

Sebuah kepercayaan layaknya sebuah bumerang jika kita tidak bisa “melemparkannya” di waktu yang tepat. Bahkan bagi yang sulit mempercayai seseorang seperti saya pun harus lebih sering belajar untuk menurunkan ego dan mulai memberi kepercayaan sedikit demi sedikit.

Saya memang bukan manusia yang sempurna, namun saya berusaha untuk mencintai apa yang saya lakukan dengan cara yang sempurna. Sadar atau tidak, dalam hidup ini kita selalu menjual dan membeli kepercayaan setiap harinya.

Misal kita membeli makanan di pasar, pernahkah Anda bertanya kepada si penjual :

” Bang, saya percaya Anda, Makanya saya beli disini.”

Saya yakin Anda pasti jarang untuk mengatakannya. Secara tidak sadar kita telah menaruh kepercayaan kepada banyak orang karena kita sudah terbiasa atau pun karena kita merasa nyaman dengan mereka. Itulah jual beli kepercayaan yang mungkin banyak dari kita yang tidak sadar.

Di lain sisi, pastinya Anda pernah kecewa sampai naik pitam karena orang yang Anda percayai berkhianat kepada Anda. Jika dalam kasus penjual tadi, mungkin saja ia memberikan barang yang tidak semestinya ia beri kepada Anda. Sesuatu yang tidak biasanya ia lakukan.

Kecewa ?

Ya mungkin saja, namun kadang kita pun harus bisa memaafkan hal tersebut. Bisa saja orang disekitar kita khilaf atau memang sedang ada masalah. Sesekali memaafkan perlu, namun jika terjadi terus bagaimana ?

Guru saya mas Ippho bilang :

” Kalau ada partner atau orang lain yang mengecewakan Anda, maafkanlah ia. Namun sehabis itu tinggalkan saja.”

Saya pribadi setuju dengan dia, agak sadis sih, hehe. Namun yang penting kita sudah memaafkan dan juga sudah ikhlas. Daripada pusing, mending mencari orang lain yang bisa kita percayai lebih baik dari yang dulu sudah merusakkan kepercayaan kita.

Ya, inilah sebuah curhatan saya mengenai sebuah kepercayaan. Rasanya ingin menangis juga tersenyum jika membayangkan atas apa yang sudah masing-masing kita semua alami dengan membawa sebuah kata yang bernama, kepercayaan πŸ™‚

@DandyKurniadi
Manusia Yang Ingin Bermanfaat Bagi Orang Lain Dengan Jalan Berwirausaha

 

 

Rasa Memiliki

Rasa memiliki mempunyai arti yang dalam untuk saya pribadi. Ia pun dapat terbentuk dari gabungan perasaan, pikiran serta perbuatan.

self-belonging

Rasa memiliki itu pun biasanya timbul dalam diri atas sesuatu hal yang kita punya. Entah itu berupa benda mati ataupun benda hidup.

Rasa memiliki itu bisa juga tidak harus sesuatu yang kita punya, namun juga sesuatu lain yang berada di sekitar kita.

Meski lebih cenderung ke perasaan, mempunyai rasa memiliki sangatlah penting agar kita mampu dan sadar bahwa apa yang sedang kita punyai tersebut memang penting bagi kita.

Orang yang tidak punya rasa memiliki biasanya tidak terlalu peduli. Benarkah seperti itu ? Mari buat contoh.

Sebulan lalu Beni baru saja membeli sebuah mobil baru. Mobil tersebut merupakan mobil yang ia beli dengan hasil jeripayahnya selama bertahun-tahun.

Setiap hari ia mengelap dan mencuci mobil tersebut. Ia begitu sayang terhadap mobilnya. Sampai-sampai ia marah jika teman-temannya membuang sampah sembarangan di dalam mobilnya.

Ia pun sudah memakai jasa asuransi mobil untuk melindungi mobil baru nya dari bahaya yang tidak diinginkan.

Saking takutnya terjadi apa-apa dengan mobil barunya tersebut. Beni tidak pernah meminjamkan mobilnya ke orang lain.

Dari contoh cerita di atas, apakah menurut Anda si Beni punya RASA MEMILIKI ?

Saya yakin Anda sudah tahu jawabannya πŸ™‚

Jika Anda jadi Beni, apakah mungkin Anda akan seperti itu juga ? Atau mungkin Anda sendiri punya kisah yang lebih parah dari itu ? Hehe πŸ˜€

Wajar saja jika rasa memiliki itu muncul dalam diri kita. Perasaan tersebut hadir karena sesuatu tersebut mempunyai arti yang PENTING bagi kehidupan kita.

Apakah rasa memiliki ini akan selalu ada ?

Tentunya akan lain soal jika Anda tidak punya andil, jerih payah, pemikiran maupun investasi atas sesuatu lain di kehidupan Anda. Rasa memiliki itu biasanya hampir tidak ada.

Sebagai contoh lain, biasanya saya naik bus jika ingin ke Jakarta. Kadang bus ekonomi, kadang naik bus AC.

Tahukah Anda ? Jika Anda naik bus ekonomi, sering akan Anda jumpai para penumpang yang kadang dengan cuek membuang sampah di dalam bus tersebut ?

Dari sampah permen, botol minum, makanan ringan dan juga tisu. Sampah itu biasanya diselipkan di kursi, dibuang ke bawah kursi. Parahnya lagi, kadang ada saja yang (maaf) meludah di lantai bus tersebut.

Eits tidak hanya di bus ekonomi, kadang di bus AC pun ada saja penumpang yang tidak beretika membuang sampah di lantai bus tersebut dengan cueknya. Benar apa betul ? πŸ™‚

Dan yang melakukan hal tersebut, biasanya bukan penumpang anak kecil, tetapi orang dewasa. Dari orang yang terlihat sederhana, sampai yang terlihat perlente, ckck.

Sungguh luar biasa memang manusia. Benar saja kata orang bijak yang bilang bahwa manusia bisa lebih rendah dari binatang. Padahal sudah diberi akal dan pikiran agar mereka berbuat lebih baik dimuka bumi ini.

Maukah Anda dicap sebagai orang seperti itu ?

Akhirnya, kesimpulan dari postingan saya mengenai rasa memiliki ini berakhir pada sebuah kalimat yang muncul dalam benak saya :

” Dimanapun kita berada. Apapun yang sedang kita gunakan. Kapan saja, dimana saja, punya kita atau tidak, rasa memiliki merupakan kunci untuk menjaga keberlangsungan hal tersebut agar tetap baik sebagaimana mestinya.”

Sama seperti bisnis, kalau kita punya bisnis dan mengajak orang lain untuk bergabung di dalam internal bisnis kita, apakah rekanan Anda sudah mempunyai rasa memiliki di bisnis Anda tersebut ?

Pastikan bahwa rasa memiliki itu hadir dalam setiap aspek yang ada dalam kehidupan kita. Dalam setiap orang-orang yang dirasa penting di dalam dunia kehidupan yang Anda punyai saat ini.

Jadilah orang yang mempunya rasa memiliki, bukan yang ingin menguasai tanpa berwelas asih.

πŸ™‚
@DandyKurniadi

Kenapa Harus Lambat ?

Pernah dengar istilah bisnis yang cukup populer saat ini ?

” Bukan yang BESAR mengalahkan yang kecil, namun yang CEPAT mengalahkan yang lambat.”

Saya pribadi sangat setuju dengan kalimat di atas. Entah siapa yang mulanya berbicara seperti itu, namun saya sadari bahwa hal tersebut memang menjadi kenyataan saat ini. Khususnya untuk saya pribadi.

Berbicara soal besar kecil, hal tersebut akan menjadi tidak berarti jika pihak penjual dapat dengan piawai “mendandani” bisnisnya.

Seperti kita ketahui, saat ini kemasan bisnis semakin unik dan kreatif. Tidak hanya perusahaan besar saja, pelaku bisnis UKM pu tidak jauh berbeda dalam mengemas bisnisnya.

Luar biasa bukan ? Benar saja saat ini telah menjadi era dimana kreativitas merupakan hal yang menjadi dasar dari kesuksesan bisnis.

Ya, ketika si “kecil” dapat membuat si “besar” terlihat biasa saja. Ketika si “kecil mampu menyalip bahkan meninggalkan jauh kecepatan bisnis si “besar”. Ketika kecepatan dan kelihaian menjadi tolak ukur sebuah kesuksesan bisnis saat ini.

Sebagai contoh, saat ini sekelas Hypermart saja membuat website toko online. Anda bisa berbelanja hampir semua produk yang ada di Hypermart di website toko online resmi mereka tersebut.

Pertanyaannya, “Kenapa mereka sampai harus membuat website ?”

Padahal kita sudah tahu dan orang kota yang doyan belanja di mall biasanya mampir ke Hypermart. Tetapi mereka masih saja menjemput pelanggan dengan cara pesan antar online.

Jawabannya ?

Sudah pasti karena mereka tidak ingin kalah cepat dengan para pesaing. Dan tahukah Anda ? Salah satu pesaing bisnis retail saat ini adalah para pebisnis UKM yang makin menjamur saat ini.

Banyak para pebisnis UKM yang sudah go ONLINE dan mempunyai order yang tinggi. Bahkan ia bisa “menyalip” para online buyer yang mencari produk-produk yang Hypermart jual.

Sungguh luar biasa, memang saat ini pergerakan bisnis berangsur-angsur naik. Sudah banyak orang bahkan pemerintah pun menggalakan semangat wirausaha.

Belum lagi kita berbicara mengenai social media yang saat ini (bahkan) menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang.

Istilahnya “sehari tanpa social media, hidupku hampa.”

Wah wah wah, masihkah Anda pebisnis senior akan lambat sadar dan tertinggal jauh oleh para pebisnis junior ?

Kenapa harus lambat ? Kalau Anda bisa cepat !

@DandyKurniadi

Masalah Yang Sama

Manusia tidak luput dari kesalahan, memang benar jika ada saja hal yang luput dari yang biasa kita kerjakan dalam keseharian. Entah adanya hal yang kurang, bahkan sampai harus berbohong bisa saja timbul dalam keseharian menjalani aktivitas.

Berbicara mengenai kesalahan, sering kali kita melakukan kesalahan yang sepele. Namun jika hal tersebut masih terus saja terjadi, hal tersebut dapat menjadi masalah yang besar.

Terang saja, masa iya tiap kali melakukan pekerjaan yang hampir setiap hari kita kerjakan, masa masih mengulang masalah yang sama ?

Melakukan kesahalahn itu wajar, namun jika terus melakukan kesalahan yang sama, pastinya jangan sampai kan ?

Sering kita dengar bahwa semua orang pasti punya masalah, jadi kita tinggal hadapi dan selesaikan masalah tersebut secara satu persatu.

Jika kita dihadapkan oleh masalah yang sama, yaa tinggal melakukan cara jitu yang pernah kita terapkan sebelumnya agar masalah tersebut kembali hilang.

Salah satu cara yang paling saya senangi adalah dengan cara “double recheck”.

Ya, dengan mengecek dua kali atas sesuatu yang baru kita kerjakan, hal tersebut dapat meminimalisir tingkat kesalahan yang dapat saja timbul.

Sebagai contoh, ketika kita baru saja mengerjakan suatu proposal penawaran, kita dapat membaca kembali isi dari surat penawaran tersebut.

Apakah sudah benar kata-kata nya ? Apakah hurufnya ada yang salah tulis ? Apakah harganya sudah sesuai dengan apa yang kita rencanakan ?

Dengan mengecek dua kali, diharapkan kita tidak terjebak dalam masalah yang sama. Entah itu masalah kesalahan eja sampai kesalahan kirim.

Jadi, apapun pekerjaan yang kerap kita lakukan, biasakanlah untuk mengecek dua kali. Sekali lagi, cek lah sekali lagi jika sudah selesai mengerjakan pekerjaan kita.

Jangan sampai ya, terus saja berkutat dengan masalah yang sama. Hidup harus terus meningkat lebih baik.

πŸ™‚
@DandyKurniadi

Damai Di Hati

Pagi ini setelah saya bangun tidur perasaan saya agak sedikit galau. Ternyata saya mimpi mengenai sesuatu yang kurang saya sukai. Alhasil pikiran masih sedikit terbayang mimpi tersebut.

Setelah shalat subuh, langsung saja saya membaca Al-Qur’an agar hati dan pikiran ini hanya untuk mengingat-Nya semata. Lambat laun saya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, hati sayapun menjadi semakin tenang kembali. Rasanya damai di hati ini kian terasa πŸ™‚

Seringkali kita menjumpai banyak permasalahan hidup, bahkan saat bangun pagi pun hati ini kadang sudah risau tak menentu. Pikiran-pikiran mengenai beban hidup yang harus ditanggung pun kadang menjadi suatu penyakit yang sulit sekali dihilangkan. Damaikah hati kita ?

damai-di-hati

Jika hal tersebut masih saja terjadi, mari kita sama-sama untuk senantiasa beristigfar dan mengingat-Nya. Ingat kembali untuk apa tujuan kita dilahirkan di dunia ini ? Tentunya untuk menyembah kepada Allah SWT serta menjadi manusia yang bermanfaat untuk bekal kehidupan kita di akhirat yang kekal itu, bukan ?

Senantiasa damai di hati memberikan kita ketenangan batin juga pikiran. Bayangkan jika berada di pantai dengan pemandangan yang luar biasa indah namun suasana laut begitu mencekam oleh karena badai mau datang. Halilintar menggelora dan langit begitu hitam pekat. Apakah Anda akan menikmatinya dengan sepenuh hati ?

Selalu berdamailah dengan diri kita sendiri sebelum kita siap untuk mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang kuat, amanah, dan selalu membawa Allah di hati. Jadikan setiap suka dan duka hidup sebagai ujian yang membuat kita menjadi seseorang yang lebih bijak dan dapat mensyukuri atas apa yang diberikan Allah pada setiap umur kita yang semakin berkurang ini.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat ya, aamiin πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belajar Sampai Mati

Siang ini setelah mendengarkan khotbah shalat Jum’at rasanya sisi spiritual saya semakin terisi oleh indahnya ajaran Islam πŸ™‚

Khotbah kali ini menceritakan tentang sisi perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk membela Islam pada zamannya. Saya sendiri menggaris bawahi ketika khotbah tersebut berbicara tentang proses belajar Nabi Muhammad SAW untuk lebih memperdalam ajaran Islam dan bisa mempraktikannya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk umatnya.

Tidak ada yang kebetulan, sebelum khotbah itu memang saya ingin menulis tentang pentingnya belajar bagi kehidupan kita. Ditambah dengan khotbah yang saya dengar siang ini, saya semakin semangat untuk menuangkan isi pemikiran saya mengenai suatu aktivitas yang disebut dengan “belajar” ini.

Belajar merupakan suatu aktivitas yang luas artinya. Kita bisa belajar banyak hal dengan mendengar orang lain berbicara, membaca buku, menulis, menghadiri seminar, dan ratusan cara belajar lainnya. Belajar merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang diri kita. Terutama dalam hal intelegensi, emosi, dan juga spiritual.

Hebatnya lagi, belajar tidak memandang usia. Sejak kita dilahirkan ke dunia, sampai nanti kita tua bahkan menjelang ajal, kita akan terus belajar. Oleh karena itu, belajar sampai mati merupakan keharusan bagi setiap orang di dunia.

Kenapa harus sampai kematian menjemput ? Terkait dengan khotbah yang saya dengar siang ini, khotib menjelaskan bahwa orang yang sedang menjalani sakaratul maut (detik-detik menjelang ajal) pun belajar untuk tetap memegang teguh Islam. Ia harus bisa mengucapkan kalimat-kalimat terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Betapa hebat proses belajar itu, sampai saya pernah mendengar suatu candaan bahwasanya semakin kita belajar maka kita akan semakin bodoh. Benarkah itu ?

Antara setuju dan tidak, saya pribadi memang merasakan ketika mempelajari hal yang baru dan berusaha untuk mendalami hal tersebut, saya memang semakin pusing. Banyak hal yang harus dipelajari seiring kita mempelajari hal tersebut secara serius dan menyeluruh. Terlebih jika kita memang ingin menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

belajar-sampai-mati

Namun dibalik itu semua, semakin saya mendalami ilmu yang sudah saya pelajari, saya dapat semakin berpikir lebih bijak dalam menyelami hal yang saya pelajari tersebut. Malah, lama-lama saya berpikir sebenarnya ilmu itu terasa semakin sederhana ketika kita mulai bisa memahami dan mengerti atas apa yang kita pelajari.

Subhanallah sekali Allah telah menciptakan manusia yang dikaruniai otak untuk bisa belajar mengenai apa saja yang ada di alam semesta ini. Semua hal yang kita pelajaripun tak lepas dari nikmat yang diberikan oleh-Nya untuk membuat derajat kita naik dihadapan Allah SWT, alhamdulillah ya πŸ™‚

Jadi, tidak salah orang tua serta guru kita selalu bernasihatΒ  bahwa teruslah belajar untuk meraih semua cita-citamu. Karena tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, dan tidak ada orang yang belajar tapi tidak pintar. Kecuali ia hanya belajar teori tanpa aksi semata.

Belajar dan praktikanlah apa yang sudah kita pelajari. Alhasil,kita tidak hanya mengerti namun dapat lebih memahami arti dari sesungguhnya ilmu yang telah kita pelajari.

Jadilah pribadi yang selalu memberikan banyak manfaat bagi sesama. Jika memang belum punya harta yang berlimpah, berikanlah ilmu yang bermanfaat.

Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat, setuju yaa πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belum dan Tidak

Belum dan tidak, merupakan 2 kata yang sering sekali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun kadang suka mengucapkannya dalam beberapa kalimat tertentu.

Saat ini saya ingiiin sekali membahas mengenai 2 kata “belum” dan “tidak” ini dalam konteks ketika kita ditanya sesuatu.

Misal ketika kita ditanya :

” Sudah makan ? ”

Hampir semua orang yang belum makan biasanya menjawab “belum” ketimbang “tidak”.

Kenapa begitu ? Karena dengan jawaban “belum” ini mengindikasikan bahwa orang yang ditanya cepat atau lambat akan makan.

Lain soal jika ada pertanyaan seperti ini :

” Maukah Anda hidup miskin ?”

Saya yakin hampir semuanya akan menjawab “tidak” ketimbang “belum”.

Kenapa begitu ? Yaa siapa pula yang mau hidup miskin. Pastinya tidak mau dan tak mungkin menjawab “belum mau hidup miskin” bukan ?

Namun, jawaban apa yang sering Anda dengar jika mendengar jawaban atas pertanyaan ini :

” Apakah Anda punya uang 10 milyar rupiah ?”

Nah, mungkin Anda sudah mulai paham atas 2 kata “belum” dan “tidak” yang sedang saya singgung saat ini. Jika belum mengerti terus saja baca ya πŸ˜€

belum-dan-tidak

Saya sendiri lebih sering mendengar jawaban “tidak” ketimbang “belum” ketika mendengar jawaban dari pertanyaan di atas. Padahal, kita tidak pernah tahu hal luar biasa apa yang akan menanti kita di masa depan.

Saya pernah mendengar tentang bahasan kata “tidak”. Dengan menjawab “tidak”, biasanya otak akan langsung memotong jalur pemikiran kita. Alhasil biasanya tidak akan ada lanjutan dari hasil jawaban “tidak” tersebut.

Namun jika membahas soal jawaban “belum”, otak pun akan menjadi berpikir. Ada lanjutan dari jawaban tersebut. Paling tidak si penjawab merasa bahwa ia memang benar belum punya uang sebanyak itu.

Sudah jelas ? Tidak usah terlalu bingung, intinya ketika kita ditanya mengenai sesuatu yang baik dan menyenangkan namun kita belum mendapatkan serta merasakannya, jangan menjawab tidak, tapi jawablah BELUM!

Baik itu mengenai faktor ekonomi, pendidikan, ibadah, percintaan, dan ribuaan pertanyaan lainnya.

Jadi……

“Apakah Anda bahagia dengan hidup Anda ?”

πŸ™‚
@DandyKurniadi

Tahu Diri

Pernahkah Anda bekerjasama dengan orang lain ? Baik itu Anda yang mengajak kerjasama, atau Anda yang diajak kerjasama oleh rekan Anda.

Kerjasama merupakan suatu hal yang dilakukan untuk meraih suatu tujuan tertentu dengan cara menyelesaikannya secara bersama-sama. Masing-masing pihak dalam tim kerjasama tersebut dituntut untuk menyelesaikan tugas dari hasil kesepakatan kerjasama yang sudah dibuat. Dengan bekerjasama tentunya kita dapat menghemat banyak waktu, uang, serta tenaga.

Bekerjasama memang lebih nikmat ketimbang melakukan segala sesuatunya sendiri. Terlebih jika berbicara soal tujuan besar yang ingin diraih. Tentunya hampir mustahil jika kita melakukannya hanya dengan seorang diri.

Namun dalam perjalanannya, proses bekerjasama kadang mempunyai hambatan tersendiri. Masalah yang biasanya terjadi dalam proses bekerjasama adalah sering terasanya beban pekerjaan yang tidak sesuai, proses bekerja yang tidak seirama dengan anggota kerjasama yang lain, sampai pada masalah pihak kerjasama yang dirasa terlalu banyak memerintah.

Salah satu masalah yang sering menimpa orang yang mengajak kerjasama pihak lain adalah tidak tahu dirinya pihak yang diajak kerjasama. Kadang si pihak pengajak kerjasama sudah memberikan yang dibutuhkan untuk rekan kerjasamanya, namun pada kenyataannya si pihak yang diajak kerjasama tidak memberikan konstribusi atau hasil yang diinginkan.

Alhasil si pengajak kerjasama merasa bahwa si pihak yang diajak kerjasama tidak tahu diri. Entah itu ia merasa bahwa rekannya hanya memanfaatkannya saja, atau hanya sebatas kerja namun tidak sepenuh hati.

Bagaimanapun jika kita mengajak atau diajak kersama orang lain, kita harus tetap tahu diri. Jika kita mempunyai modal atau konstribusi yang lebih besar, jangan sampai kita malah jadi seperti bos yang memerintah anak buah.

tahu-diri

Namun jika kita menjadi orang yang diajak kerjasama dan hanya bermodal diri sendiri saja, jadilah orang yang sepenuh hati mengerjakan proses kerjasamanya. Jangan sampai kita menjadi pihak yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain oleh karena kita sudah merasa bekerja keras namun pada kenyataannya kita belum banyak berbuat apa-apa.

Tahu diri merupakan kunci sukses untuk tetap mengukur sejauh apa orang lain memandang hasil pemikiran serta pekerjaan yang telah kita lakukan dalam proses bekerjasama.

Semoga kita menjadi pribadi yang selalu tahu diri dalam kejadian apapun yang kita lalui dalam perjalanan kehidupan ini, aamiin.

@DandyKurniadi

Sekolah Dulu

Suatu hari saya menjumpai seorang anak muda yang baru beranjak umur 20 tahun namun sudah bisa berpenghasilan puluhan juta tiap bulannya. Ia adalah seorang pilot di salah satu perusahaan penerbangan Indonesia.

Apakah menurut Anda wajar pada umur seperti itu ia sudah bisa berpenghasilan yang bisa dibilang besar di zaman seperti ini ?

Tentunya melihat dari sisi penghasilannya saja memang menggiurkan. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah ia investasikan sebelum ia bisa “menikmati” penghasilan seperti itu. Waktu, uang, dan tenaga sudah ia dedikasikan untuk menjadi seorang penerbang yang handal dan terpercaya.

Ia diharuskan menempuh waktu paling tidak 4 tahun sebelum ia bisa lulus dan dinyatakan SIAP menerbangkan pesawat yang tidak sembarang orang bisa melakukannya. Bahkan ada resiko ia dipulangkan dari sekolah jika ia tidak bisa mengikuti standarisasi dan lolos uji dari setiap ujian yang ada disana.

“High risk, high return”

BanyakΒ  orang percaya bahwasanya jika ingin mendapatkan sesuatu yang besar, tentunya ada resiko besar pula yang harus ditempuh. Begitupun dengan orang-orang yang mempunyai penghasilan besar bahkan super besar. sekolah-dulu

Hal paling utama yang biasanya dilakukan oleh para pekerja untuk mendapatkan penghasilan besar adalah dengan sekolah dulu. Mereka harus menginvestasikan waktu, uang, tenaga serta pikiran untuk mendapatkan ilmu serta pengalaman yang berguna tuk menunjang kewajiban yang akan mereka anut saat mengemban pekerjaan yang akan mereka ambil.

Dengan sekolah tersebut, tidak sedikit waktu dan uang yang harus mereka investasikan. Mereka harus belajar selama 4 tahun, bahkan harus ada yang rela menempuh waktu belasan tahun untuk MULAI mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Tidak salah jika mereka pantas digaji tinggi karena dedikasi dan kemampuan yang telah mereka pelajari dengan susah payah bahkan nyawa sekalipun yang jadi taruhannya.

Bisnispun sama, jika kita ingin mendapatkan penghasilan yang besar, tentunya harus ada yang kita investasikan terlebih dahulu. Mustahil jika kita bisa tiba-tiba kaya tanpa mempunyai kemampuan dan pengalaman yang mumpuni untuk mendukung laju kesuksesan kita.

Penghasilan ratusan juta pun mungkin harus kita mulai dari penghasilan recehan. Bukan hasil yang biasanya pebisnis pikirkan saat pertama kali, namun apa visi yang mereka emban ketika memulai untuk membangun bisnis mereka. Ketika bisnis sudah mulai jalan dan menghasilkan, tentunya banyak anak tangga yang harus mereka lewati untuk mencapai penghasilan yang mereka inginkan.

Intinya, semua hal yang mempunyai efek besar dalam kehidupan diri kita perlu kita pelajari terlebih dahulu. Apapun sekolah yang kita ambil, jalankanlah dengan sepenuh hati dan tahu atas apa yang sedang dipelajari. Jangan sampai Anda sudah sekolah mahal-mahal dan butuh waktu lama, namun pada akhirnya tidak sejalan dengan apa yang sudah dipelajari.

Karena waktumu yang berharga tak akan bisa kembali, manfaatkanlah sebaik yang Anda bisa dengan terus belajar di sekolah kehidupan πŸ™‚

Β @DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online