Jika Sudah Cinta

Cinta….cinta…cinta…

Berbicara mengenai cinta merupakan sesuatu yang biasanya menyenangkan baik hati maupun pikiran. Cinta pun tidak hanya sebatas kepada Allah dan manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun banyak yang kita cintai. Tak ada salah serta aturan untuk mencintai sesuatu, asalkan memang hal tersebut layak dan patut untuk dicintai.

Saya sendiri tidak jago dalam berbicara soal cinta ini. Selain masih muda (ciee), saya pun masih banyak sekali belajar. Jadi maafkan kalau ada salah kata atau kaprah mengenai tulisan yang saya buat mengenai cinta ini.

Entah kenapa, jika sudah cinta akan sesuatu, terlebih jika hal tersebut merupakan hal yang dapat membuat diri kita menjadi lebih baik, tentunya akan menjadi cerita yang menarik tersendiri.

Ya, jika sudah cinta apa mau dikata. Apapun akan menjadi menyenangkan dan hati ini terasa riang. Saya sendiri mulai jatuh cinta terhadap bisnis sedari saya kuliah semester 6. Walau saya sudah mulai bisnis dari SMA, saya baru benar-benar jatuh cinta terhadap bisnis ketika saya duduk dibangku kuliah tersebut. Tak terasa, sudah hampir 3 tahunan saya SERIUS untuk berbisnis.

love-my-job

Meski saya tergolong SE (self employee) dan memang belum dikatakan pebisnis 100%, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Tahukan kenapa ? Ya karena saya cinta terhadap bisnis itu sendiri. Saya nikmati saja proses untuk mencapai bisnis yang sesungguhnya πŸ™‚

Jika sudah cinta, segala suka dan duka akan menjadi bumbu untuk penambah rasa dalam menjalani semua. Bagai orang yang naik gunung, perjalanan dari kaki gunung sampai mencapai puncak merupakan sebuah petualangan yang mempunyai cerita tidak hanya sebatas pada indahnya pemandangan gunung saja, tapi juga bagaimana lelah dan likunya dalam melalui rintangan yang ada.

Ya, jika sudah cinta segalanya akan menjadi luar biasa. Inilah sedikit cerita berbagi cinta saya terhadap Anda. Mudah-mudahan bisa menginspirasi ya πŸ™‚

Salam online,

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Menghidupi Hidup

YES !!! Menghidupi hidup sama seperti membangkitkan orang yang kurang bersemangat menjadi sangat bersemangat sekali. Pernah lihat iklan Mizone yang baru kan ? (Saya tidak dibayar untuk promosi nih, hehe). Iklan tersebut mengubah orang yang K.O menjadi O.K kembali. Luar biasa !!! Itu baru namanya iklan kreatif.

Jikalau Anda pernah merasakan rasanya mendengar keluhan orang lain yang terasa membuat Anda pun malas berada disebelahnya, atapun punya teman yang bisanya hanya menyalahkan hidupnya saja. Seolah ia menjadi orang paling malang sedunia, ckck. Memang banyak orang yang hidup tapi pada kenyataannya ia seperti tidak “hidup”, seperti zombie kehidupan saja.

live your life

Lalu bagaimana cara untuk memulai “menghidupi” hidup ?Β  Saya sendir i mempunya beberapa tips :

1. Bersyukur

Cara paling mudah sekaligus cara yang wajib dilakukan baik yang sudah merasa hidupnya bahagia ataupun masih merasa terpuruk. Hidupi hidupmu dengan penuh syukur biar pikiran dan hati jauh dari kekufuran.

2. Bergerak

Diri kita ini sama halnya seperti kereta yang beratnya luar biasa. Jika kita sudah mulai berjalan, sang momentum pun akan hadir dan membuat “hidup” serta melesat cepat menyusuri jalan kehidupan. Senantiasalah bergerak dan tambahkan gerakkan yang membuat Anda semakin merasa “hidup”. Boleh jadi Anda sampai berteriak-teriak bahkan sampai berkeringat untuk “menghidupi” hidup Anda.

3. Berencana

Memang membuat rencana jangka panjang untuk kehidupan kita terasa susah bagi sebagian orang. Jikalau memang belum bisa, kenapa tidak berencana membuat to do list harian saja ? Membuat rencana harian pun tidak jadi masalah untuk awalnya. Usahakan pada setiap rencananya dapat membuat “nafas” Anda lebih bergemuruh dari biasanya. Misal, setiap harisnya Anda wajib menulis kegiatan harian Anda menjadi sebuah cerita pendek. Nah Anda pun jadi tertantang serta bisa membuat evaluasi sendiri.

4. Beristirahat
Nah ini hal yang kadang dilupakan oleh sebagian orang yang selalu merasa dirinya sibuk sekali. Bahkan orang yang sibuk pun nyatanya malah terkesan tidak menghidupi “hidup”. Jangan terfokus melakukan produktifitas kewajiban jika istirahat belum menjadi kewajiban Anda juga.

5. Lakukan Yang Berbeda
Ia yang hanya mengerjakan aktivitas rutinnya setiap hari sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan jika hari libur datang pun ia sudah punya jadwal yang sama. Hati-hati jika sudah mulai terjadi. Cobalah melakukan sesuatu yang berbeda dalam kesibukan serta waktu istirahat Anda. Misalnya ketika Anda pulang kantor, cobalah sesekali mengajak teman 1 kantor untuk berenang atau sekedar pergi ke pantai untuk menikmati suasana malam, hihihi.

Hidupilah hidupmu dengan bahan bakar yang senantiasa membuat hidup semakin meningkat baik dalam segi intelegensi, ekonomi, kesehatan, sampai dengan spiritual. Tidak ada orang yang hidup hanya dengan kekuatan dirinya sendiri. Oleh karena itu, selalu berbagilah dengan sesama. Biar mereka bisa merasakan kehidupan Anda yang semakin HIDUP. πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Jikalau Sudah Terjadi

Saya yakin dari Anda semua yang membaca tulisan ini pastilah pernah tertimpa musibah. Baik itu musibah yang ringan sampai yang dirasa berat sekali. Apa dan bagaimanapun musibah itu menimpa, paling tidak sebagian dari kita masih ada saja yang selalu terbayang atas peristiwa itu sampai sekarang.

Musibah tentu saja merupakan salah satu bagian dari skenario kehidupan yang pasti akan kita jalani. Jika dipandang dari segi positif, datangnya musibah merupakan ajang untuk melatih kebijakan, kesabaran, serta kemampuan diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bagaikan sebuah otot, jika manusia terus ditimpa musibah namun tetap tegar menjalaninya, niscaya ia akan menjadi manusia yang bijak luar biasa.

gods-plan

Memang, tertimpa musibah itu hampir tidak ada enaknya. Ada saja orang yang secara berlebihan mendramatisir atas musibah yang menimpa dirinya. Meskipun memang pahit kenyataannya, haruskah seperti itu ?

Jikalau sudah terjadi, ya mau diapakan lagi ? Ketimbang mengeluh dan bermuram durja, lebih baik bersyukur saja. Setidaknya kita masih bisa TERUS menjalani hidup ini meski (mungkin) ada bagian yang tidak bisa lagi kembali dalam kehidupan kita.

Sedikit contoh musibah adalah ketika tadi malam kaki kanan saya terkena knalpot motor. Lucunya motor tersebut sudah dilengkapi dengan pelindung knalpot agar tidak terjadi kontak langsung jikalau kaki kita tidak sengaja menyentuhnya. Namun jika musibah sudah melanda, apa mau dikata sayapun kena juga.

Aneh ya ? Ya begitulah, awalnya saya merasa sedih juga bercampur kesal. Sudah waktu itu hujan deras dan saya terpaksa harus berteduh dulu dengan kaki yang mulai melepuh. Alhasil saya hanya bisa menangani sakit dengan apa adanya.

Begitulah, jikalau sudah terjadi ya IKHLASkan saja. Saya pun masih terus belajar untuk memetik setiap kejadian yang saya alami baik itu menyenangkan ataupun tidak sama sekali. Percayalah, dengan MENERIMA musibah yang datang menimpa, kita akan menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas kehidupan.

Eits, jangan juga hanya pasrah ya, tetaplah berusaha untuk MEMPERBAIKInya. Jadilah orang yang lebih waspada, mawas diri, dan terus ingat kepada sama Ilahi pemilik dunia ini, aamiin. πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Penyemangat Diri

Jika Ada Maunya

Pernah bertemu atau bahkan punya teman bahkan saudara yang baik hanya jika ia sedang ada maunya saja ? Saya rasa tidak sedikit orang yang pernah kejadian seperti ini. Mudah-mudahan itu bukan Anda ya πŸ˜€

begging-something

Memang tidak ada manusia yang sempurna, salah satunya adalah tipe orang yang seperti ini. Tipe manusia yang tadinya jarang mengobrol, bermain, ataupun hanya sekedar bertegur sapa dengan kita. Tiba-tiba saja orang tersebut mengahampiri kita, atau sekedar SMS bertanya basa-basi pada awalnya, lalu pada akhirnya orang ini langsung meminta tolong yang biasanya berlatar atas kepentingan pribadinya.

Jika ada maunya, orang tersebut memang seolah menjadi teman yang baik. Padahal pada kenyataannya orang tersebut tidak sadar bahwa tindakan yang seperti ini bagi beberapa orang sangatlah membuat jengah saja. Ia yang jarang sekali membantu atau hadir dalam kehidupan kita, tiba-tiba saja meminta tolong. Jika ada maunya saja orang tersebut terlihat akrab dengan kita.

Lalu pada akhirnya, jika maunya orang tersebut sudah terpenuhi, biasanya ia akan menghilang bak angin saja. Sungguh suatu pengalaman yang kurang mengenakkan. Bukan membicarakan soal ikhlas atau tidaknya dalam membantu, tetapi lebih kepada faktor “keterikatan” yang pernah dijalin oleh pihak si penolong dan pihak si peminta.

Mudah-mudahan kita tidak tergolong menjadi orang yang baik jika ada maunya saja. Jadilah seorang yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua orang, tidak hanya kepada satu atau dua pihak saja. πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Kerjakan Dengan Sepenuh Hati

Kerja dengan benar dan tepat waktu merupakan tugas dari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Hal tersebut pastilah sudah menjadi landasan utama kenapa seseorang bisa terus bertahan dengan pekerjaannya. Jika kerja dengan benar, otomatis beban pikiran pun semakin berkurang dan hati terasa lega karena tuntutan pekerjaan telah terselesaikan.

sepenuh-hati

Saya sendiri berusaha menggali lebih dalam apa itu arti dari sebuah pekerjaan yang baik. Yang tidak hanya menurut saya terselesaikan, tetapi orang lain pun merasa puas dan salut atas apa yang saya kerjakan. Dalam artian, apa yang saya lakukan tersebut tidak hanya menjadi sekedar beban ataupun tugas, tetapi dapat menjadi satu kepuasan untuk diri sendiri.

Kerjakan dengan sepenuh hati.”

Kalimat tersebut sering sekali muncul dalam pikiran saya. Sejauh saya berbisnis baik itu sendiri maupun berpartner dengan orang lain, saya terus saja terbayang apakah pekerjaan-pekerjaan yang telah ataupun sedang saya lakukan sudah sepenuh hati ? Apakah saya benar-benar telah mencurahkan seluruh kemampuan saya atas hasil yang saya buat dalam setiap pekerjaan tersebut ?

Begitulah, dengan belajar terus untuk mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati bukanlah hal yang mudah. Kadang faktor kejenuhan, lelah, bahkan mood dapat menjadi hambatan besar yang membuat pekerjaan kita tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Jikalau sudah begitu, kembali lagi dengan kalimat awal saya di paragraf atas, yaitu kita hanya sebatas mengerjakan tugas kita saja, titik.

Lalu bagaimana caranya agar setiap pekerjaan yang kita lakukan dilandasi dengan hati yang tulus ? Bukan karena faktor orang lain kita melakukan pekerjaan tersebut, tetapi kembali lagi semua yang dilakukan atas dasar kepuasan untuk diri sendiri, karena hati yang ikhlas dan senang melakukannya ?

Saya sendiri mempunyai beberapa tips dengan berdasar atas pengalaman pribadi juga ditambah dengan apa yang pernah saya baca, lihat, dan dengar dalam perjalanan kehidupan saya pribadi :

1. Setimpal Dengan Hasil

Pekerjaan yang saya lakukan dengan sepenuh hati biasanya berdasar dengan hasil yang akan saya dapat. Mungkin bagi beberapa orang hal ini terkesan terlihat karena ada maunya. Bagi saya, jika saya sudah menemukan pekerjaan ataupun aktivitas yang membuat saya senang, kemudian hasil dari pekerjaan tersebut membuat saya lebih berkembang dalam hal ekonomi, sosial, agama, maupun kesehatan, saya pasti akan lebih SEMANGAT dan lebih bertenaga. Faktor utamanya karena hati saya begitu merasa riang atas perasaan yang akan dibayangkan jika hal tersebut BERHASIL saya capai atau selesaikan.

2. Jejak Kehidupan Di Perjalanan Hidup

Siapa yang tidak mau hidupnya dapat dikenang dengan baik oleh semua orang ? Dengan mengerjakan sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati, biasanya saya tidak akan bosan melihat kembali hasil pekerjaan yang telah saya selesaikan itu. Disamping hasil yang saya dapatkan setimpal bahkan kadang melebihi ekspektasi, pikiran serta perasaan saya pun merasa turut tersenyum puas karena saya sudah membuat “jejak” yang baik dalam perjalanan hidup saya.

3. Pengembangan Kemampuan Diri

Tidak ada hasil yang terbaik ! Rasanya jika menjadi manusia yang cepat puas tidaklah membanggakan, walaupun pekerjaan yang sepenuh hati telah saya lakukan ditambah dengan seluruh kemampuan terbaik saya telah saya curahkan disana. Jika dilihat dalam sisi yang berbeda, hasil-hasil yang telah saya buat tersebut HARUSlah membuat kemampuan diri saya terus meningkat. Jangan sampai dalam selang waktu 1 tahun misalnya saya melakukan sesuatu yang sama kembali, hasilnya tetap sama pula. Harusnya saya mempunyai hasil yang LEBIH BAIK karena kemampuan serta pengalaman saya telah berkembang dan makin terasah.

Itulah 3 hal yang mendasari saya melakukan sesuatu itu dengan sepenuh hati. Walau bagaimanapun, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Seperti layaknya bekerja, tidak semua pekerjaan dapat berjalan dengan mulus dan baik. Oleh karena itu, marilah terus merasa ikhlas dan sepenuh hati dalam mengerjakan setiap aktivitas yang kita lakukan dalam hidup ini.

” Hasil terbaik bukanlah berasal dari pengalaman serta kemampuan diri sendiri, tetapi berdasar pada hati yang tulus dalam melakukannya. ”
(Dandy Kurniadi)

Tetap semangat πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Sepotong Renungan Atas Kekuatan Diri

strong-man

DENDAM tidak akan menjadi solusi atas KEBAHAGIAAN Anda,

Ketimbang kesal, marah, serta dengki terhadap mereka yang membuat Anda kecewa bahkan dendam.

LEBIH BAIK teruuus memaafkan mereka dalam hati, karena belum tentu Anda lebih baik darinya.

Hingga suatu saat nanti, Anda akan menjadi seseorang yang welas asih, cinta damai, dan pemaaf.
Karena orang yang KUAT bukanlan orang yang mampu mengangkat beban yang sangat berat, berenang ratusan kilometer, bahkan sanggup tidak makan berhari-hari.

tapi…

Orang kuat sesungguhnya ialah orang yang SANGGUP untuk MENAHAN amarah mereka sendiri.

@DandyKurniadi πŸ™‚
www.DandyKurniadi.com

Jangan Percaya Orang Lain

Waduh apa nih maksud dari judul saya diatas ?

Jangan percaya orang lain yang saya maksudkan adalah bahwasanya kita harus percaya terhadap DIRI SENDIRI terlebih dahulu. Banyak orang yang minder atas kemampuan dirinya sendiri. Alhasil bagi mereka yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri, akan muncul ketergantungan terhadap kemampuan diri orang lain.

Sedih sekali jika mendengar ada seseorang yang merasa dirinya tidak berguna. Merasa tidak mempunyai skill yang mumpuni untuk dibanggakan sebagai “senjata” ia meraih tujuan serta impian atas hidupnya sendiri.

Percaya orang lain boleh-boleh saja. Bahkan kita pun memang diciptakan untuk hidup secara berpasang-pasangan. Mudahnya, kita memang dibentuk untuk menjadi makhluk sosial. Tidak mungkin hidup tanpa bantuan orang lain.

Kembali lagi pada masalah kepercayaan. Jika memang kita sudah mempunyai skill serta pengalaman yang cukup untuk diri sendiri, barulah kita bisa mulai mempercayai orang lain untuk bersinergi.

believeyourself

Mengapa begitu ? Karena jikalau kita belum mampu mengontrol diri sendiri, belum tahu POTENSI serta kemampuan apa yang kita miliki, bagaimana kita bisa bertanggungjawab terhadap orang lain ? Yang ada kita bisa menjadi bahan cemooh, atau hanya mempermalukan diri sendiri.

Ibarat kita mempunyai handphone canggih, kita tidak sadar kalau hape tersebut mempunyai fitur-fitur luar biasa yang masih banyak tersembunyi dan belum kita ketahui. Parahnya lagi, padahal kita sudah mempunyai hape tersebut sejak lama. Itulah yang dimaksud dengan kemampuan untuk mengetahui bakat diri sendiri.

Lain soal jika kita sudah tahu siapa diri kita sebenarnya. Mengutip kalimat dari Nabi Muhammad SAW :

” Barangsiapa yang mengenal dirinya sendiri, niscaya ia telah mengenal Tuhannya. ”

Percaya atau tidak, jika Anda bertanya kepada teman Anda tentang apa tujuan mereka hidup, mungkin masih banyak yang bingung dan tidak terlalu jelas jawabannya. Alasan utamanya mungkin saja mereka belum terlalu percaya terhadap diri mereka sendiri.

Pernah mendengar tentang orang yang sehat tiba-tiba jadi gila ? Orang bilang dia kehilangan KRISIS KEPERCAYAAN DIRI. Sebuah penyakit yang cukup kronis bagi saya pribadi mendengarnya.

Ah, jadi melebar omongan saya. Kesimpulannya, mulailah untuk mempercayai diri sendiri terlebih dahulu. Temukan dan bangun jati diri secara utuh agar kita senantiasa mampu untuk percaya terhadap kemampuan diri. Pada akhirnya kitapun mampu tuk bisa bersinergi dengan orang lain yang telah terbangun pula kepercayaan dirinya.

” Butuh bertahun-tahun untuk membangun suatu KEPERCAYAAN, tapi hanya butuh beberapa detik saja untuk mengancurkannya.”

Mudah-mudahan kita semua terus menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh orang lain. Aamiin πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Luar Biasa Norak

Panas terik di siang hari sangatlah kurang mengenakan. Terlebih peluh yang keluar menambah diri ini ingin segera mencari tempat yang lebih sejuk dan nyaman.

Tidak lama sebelum saya menulis artikel ini, saya dihadapkan pada situasi tersebut dengan ditambah saat itu saya ingin menyeberang jalan. Baru saja menyeberang, saya melihat 2 orang ibu-ibu sudah cukup tua yang nampak galau.

Ternyata mereka ingin menyeberang jalan, tapi takut melakukannya. Saya pun langsung menghampiri mereka dan menawarkan untuk bantu menyeberangkan.

hmm

Memang dijalan tersebut cukup padat kendaraan dan tergolong jalan besar yang terbagi menjadi 3 ruas jalan. Terlebih tidak ada jembatan penyeberangan atau zebra cross di sepanjang jalan tersebut.

Kemudian saya pun menyeberangkan mereka ber 2, belum sampai di ujung jalan, mobil jazz hitam dari arah kiri terlihat tidak melambatkan laju kecepatannya. Padahal saya sudah mengangkat tangan tanda hati-hati.

Sering mendapat kejadian seperti ini, saya pun cukup kesal. Langsung saja saya berdiri diam di tengah jalan. Spontan saja si pengendara mengerem karena saya berdiri lurus searah mobil tersebut.

Saya pelototi si pengendara tersebut sambil tetap menyeberangkan 2 orang ibu tersebut ke pinggir jalan. Si pengendara tersebut tampak malu dari balik kaca mobilnya karena melihat saya yang terlihat marah karena ia tidak mau mengalah sama sekali.

Begitulah, akhirnya mobil itu pun jalan kembali. Dua orang ibu tua itu pun nampak senang karena sudah bisa menyeberang karena ternyata daritadi takut untuk menyeberang karena tidak ada yang membantu.

Jika Anda pernah pergi ke Singapura, lihatlah para pejalan kaki yang mau menyeberang sungguh sangat dihormati oleh para pengendara. Jika ada yang mau menyeberang, dengan sigap mereka langsung melambatkan laju kendaraan mereka.

Semoga kita semua tetap menjadi orang yang selalu bermanfaat untuk orang lain. Bagi kita yang sedang berkendara di jalan, jangan norak dengan kebut-kebutan.

Jika Salah Ucap

Manusia tidak terlepas dari kesalahan. Wajar saja jika suatu hari ada saja hal yang tidak sengaja kita lakukan saat semuanya sudah terasa benar.

Salah satu hal yang kadang tidak sengaja atau tidak terkira dalam melakukan kesalahan adalah SALAH UCAP. Teringat kata seorang bijak bahwa lidah dapat lebih tajam daripada pedang. Benar saja, jika salah ucap terjadi dalam aktivitas kita, hal yang tidak diinginkan dapat saja terjadi.

im_not_saying_youre_wrong

Hal mengenai salah ucap ini pun pernah terjadi dalam hidup saya tidak hanya sekali. Saya memang tidak mungkin untuk menarik kata-kata saya tersebut. Menerima hasil ucapan saya yang salah tersebut dengan imbas lawan bicara menjadi marah-marah, menangis, tersinggung, bahkan pergi adalah konsekuensinya.

” Orang lain dapat memaafkan perkataan Anda, tetapi belum tentu ia dapat melupakannya. “

Kata bijak tersebut selalu terngiang dalam pikiran saya. Akhirnya hal tersebut membuat saya semakin hati-hati dalam mengucapkan sesuatu, terlebih jika menyinggung hal yang sensitif entah apapun itu.

Satu cerita cukup pahit bagi saya atas salah ucap adalah ketika saya mempunyai suatu kemelut dalam perasaan saya tentang suatu aktivitas di kampus. Saat itu posisi saya sudah menjadi alumni dan pada saat itu pula saya sedang berada di ruang fakultas karena mau meminta izin untuk mengadakan suatu acara entrepreneur di kampus.

Suasana di fakultas memang tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa dosen kepala jurusan. Nah, kebetulan saya bertemu dengan salah 1 dosen yang mengajar mata kuliah kewirausahaan, dan secara spontan saya bertukar pikiran mengenai apa yang saya rasakan dikampus dulu. Mengenai kurangnya semangat dan aktivitas nyata kewirausahaan di kampus.

Saat di tengah-tengah “curhatan” saya terserbut, spontan si dosen tersebut langsung balik berkata kepada saya dengan memicingkan mata dan nampak jengah karena ada beberapa kata-kata saya yang dirasa tidak terjadi pada kenyataannya.

Saat itu saya sadar, saya salah ucap. Alhasil saya langsung diam dan mendengarkan “serangan balik” dari dosen tersebut. Saya hanya bisa mengiyakan semua perkataannya untuk membuat ia merasa “menang” walau pada kenyataannya saya pun belum selesai berbicara.

Nasi sudah menjadi bubur, akhirnya dosen tersebut sudah mengeluarkan semua uneg-uneg nya. Saya tahu, bahwa memang saya belum pernah di ajar dosen tersebut serta belum pernah melihat sepak terjangnya secara langsung terhadap konstribusi kampus.

Sedih atas salah ucap, senang atas perkataan beliau yang membuat saya bangga atas pekerjaannya. Begitulah, kadang kita tidak tahu kenyataan jika tidak mau bertanya atau mencari tahu.

Semoga hal diatas dapat menjadi pelajaran bagi kita bersama. Tetaplah rendah hati, jaga selalu ucapan, berbicara yang perlu saja, sisanya jadilah pendengar yang baik.

Tetap SEMANGAT πŸ™‚

@DandyKurniadi
Praktisi Bisnis Online

Tidak Ada Yang Mahal

Serius ! Tidak ada yang mahal di dunia ini. Masih belum percaya ?

payless-for-everything

Mungkin bagi Anda harga sebuah iPhone 5 adalah handphone yang mahal. Saya pun setuju, tapi jika Anda adalah seorang bintang sepakbola seperti C. Ronaldo, apakah iPhone 5 itu mahal harganya ?

Jadi, mahal atau murah itu merupakan sesuatu yang tergantung. Ya, tergantung pendapatan, tergantung harta, tergantung tahta, tergantung kerjaan Anda, pokoknya tergantung apa saja yang biasa menjadi tolak ukur kesejahteraan di dunia.

Miris ya ? Sekali lagi, jika Anda masih merasa segala sesuatunya mahal, mungkin Anda belum mampu saja. Belum ada uangnya, atau memang tidak merasa membutuhkannya.

Saya pribadi tidak akan langsung menilai segala seuatu tersebut apakah mahal atau tidak. Yang saya lakukan adalah berpikir apakah dampak yang akan saya dapatkan jika saya membeli sesuatu yang saya anggap mahal tersebut.

Sebagai contoh dulu saya pernah mengikuti sebuah seminar tentang bagaimana cara meraup uang di internet. Seminar tersebut sangat menarik perhatian saya karena hal tersebut merupakan salah satu topik kesukaan saya. Walau pada saat itu saya belum punya uang banyak, saya memberanikan diri mengikuti seminar tersebut di salah satu hotel di Jakarta. HalΒ  itulah kali pertama saya membayar cukup mahal untuk sebuah seminar.

Belum sampai disitu, setelah mengikuti seminar yang menyenangkan dan membuka banyak sekali wawasan baru bagi saya tersebut, sang MC kemudian memberitahukan seputar pelatihan mengenai praktik langsung untuk meraup uang di internet. Sebagai info, untuk mengikuti seminar tersebut saya membayar tiket Rp 500.000, hal itu saja sudah membuat saya yang saat itu masih menjabat sebagai mahasiswa sudah cukup “berat’, hehe.

Kemudian berlanjut jika ingin mengikuti langsung pelatihan yang di seminarkan tadi saya harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000.000,- pada awalnya, namun pada akhirnya si MC memberikan promo untuk mengikuti training tersebut cukup dengan membayar 5 juta rupiah saja. Waw !!! Tetap saja harga segitu masih tergolong mahal untuk saya yang masih mahasiswa ini. Saat itu saya langsung diam, tetapi di lain sisi saya tidak mau menganggap hal itu mahal karena saya berpikir tentang MANFAAT yang akan saya dapatkan jika saya mau membayar “mahal” pengorbanan uang saya tersebut untuk mendapatkan ilmu luar biasa dari hasil pelatihannya.

Alhasil, saya berpikir keras pada saat itu bagaimana cara untuk mendapatkan uang sebesar itu. Terlebih saat itu saya baru saja memulai bisnis online yang hasilnya belum seberapa. Saat itu pula saya merasa yakin bahwa dengan mengikuti pelatihan tersebut merupakan jawaban dari doa saya selama ini. Tanpa berpikir panjang, saya pun mendaftarkan diri dengan membayar DP sebesar Rp 1 juta dengan uang tabungan saya. Langsung deh saya cukup dag dig dug melihat isi rekening yang terkuras habis.

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil mengikuti pelatihan tersebut dan menjadi angkatan pertama. Uang sisa yang harus dibayarkan pun berhasil saya dapatkan meski ada yang bermodal hutang. Lalu tahukah Anda ? Dari hasil saya membayar uang Rp 5juta tersebut, 2 tahun setelah itu saya berhasil mendapatkan uang puluhan juta dari hasil pengembangan training yang saya ikuti πŸ™‚

Jadi, masih merasa bahwa ada sesuatu yang mahal di dunia ini ?

@DandyKurniadi
Praktisi Bisnis Online