Semua Harus Dijemput

Hampir 3 tahun sudah saya menekuni bisnis online. Dari awalnya yang tidak tahu apa-apa kini saya sudah mulai meniti jalan untuk menjadi seorang yang punya andil di perkembangan bisnis online. Beragam seminar dan pelatihan bisnis serta motivasi telah saya ikuti. Sungguh hal tersebut telah membuat banyak perubahan positif yang sungguh besar bagi kualitas kehidupan saya.

Dari seminar Ippho Santosa sang pakar otak kanan, Jamil Azzaini sang inspirator sukses mulia, Ust Yusur Mansyur sang ustad yang berbisnis, Ahmad Gozali sang pakar emas, sampai pelatihan Ali Akbar sang pakar SEO membuat saya semakin berSEMANGAT dalam menjalani dan mengembangkan bisnis saya. Dari sisi ekonomi sampai spiritual sudah saya rasakan semua. Luar biasa, saya banyak sekali belajar dari mereka semua yang tidak mungkin saya sebut namanya satu persatu saking terlalu banyaknya saya berguru πŸ™‚

Pada akhirnya saya berhasil mendapatkan benang merah dari semua guru yang saya temui. Apa itu ? Ya, mereka semua sama-sama bervisi untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi sesamanya. Mereka berjuang dengan kemampuan mereka masing-masing untuk sukses dalam bidang yang mereka ambil. Tidak hanya itu, mereka berhasil untuk mengajak para peserta dan muridnya untuk turut bersama membuat perubahan dalam kehidupan kita semua.

Kemudian satu hal yang saya selalu ingat dari kata-kata mereka semua adalah :

” Rezeki ga kemana, tapi kalau ga kemana-mana ga ada rezeki. “

Benar sekali, saya pun setuju dengan kalimat di atas. Memang Allah telah menebarkan rezekinya di seluruh bagian bumi ini. Bahkan ada rezeki yang Allah jamin dalam kehidupan kita ini. Namun, jika kita ingin mendapatkan lebih, tentunya kita harus mengambilnya. Rezeki yang besar tersebut layaknya sebuah bonus yang akan kita terima jika bekerja lebih ekstra. Tepat sekali bahwasanya semua harus dijemput, begitu juga dengan rezeki kita.

picktheprize

Menurut saya, menjemput rezeki layaknya seperti pergi ke sebuah gue yang didalamnya berisi emas. Kita harus mempersiapkan alat serta kemampuan kita untuk “membongkar” isi dari gua tersebut. Dibutuhkan waktu serta pengalaman yang mumpuni untuk mendapatkan hasil yang setara dengan kerja keras kita. Dengan terus “menggali” semua potensi dalam diri kita, saya yakin tidak ada yang tidak sukses. Tinggal bagaimana kita bisa mengetahui persis dimana letak “harta karun” yang tertanam didalam diri kita.

Jadi, rezeki tersebut dapat otomatis tertarik dengan ilmu yang telah kita punya. Dari konsep awal rezeki itu harus dijemput, pada akhirnya rezeki malah dapat menjemput kita. Tetapi untuk meraih itu semua, kita harus senantiasa menjemput kesuksesan kita agar rezekinya lebih cepat kita dapatkan. Kalau bisa cepat dan tepat, ngapain lambat bukan ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Tidak Tahu Caranya

Seperti biasa, sehabis shalat magrib tadi saya pulang berjalan kaki. Kadang sendiri, kadang bertemu dengan jamaah lain yang pulang searah rumah. Saat tadi berjalan pulang, saya berpapasan dengan pak Husein, salah satu pengurus masjid yang telah lama saya kenal. Selain menjadi marbot, beliau juga sangat aktif membantu kelangsungan mesjid.

Sambil berjalan saya pun mengobrol dengan beliau. Perawakannya yang sederhana dan bersahaja ini membuat saya senang jika berada di dekatnya. Walau ia bukan orang kaya ataupun orang terkenal, saya tidak pernah pandang bulu jika saya memang merasa senang dan bangga terhadap seseorang. Kamipun terlibat suatu pembicaraan sambil berjalan pulang :

Dandy : ” Halo Pak Husein apa kabar ? ”

Pak Husein : ” Baik Dandy, kabarmu gimana ? Kok suaranya beda gitu, lagi sakit ya ?? ”

Dandy : “Alhamdulillah pak, iya nih lagi kena influenza udah ampir 2 minggu kayaknya.”

Pak Husein : ” Iya semoga cepat sembuh deh ya.”

Sambil terus berjalan, tiba-tiba saya pun membicarakan soal rezeki…..

Dandy : ” Iya aamin pak, semoga makin cepet juga nih rezekinya. Mau lebih ngebut nih saya, pak Husein. Biar percepatan rezekinya makin cepet. ”

Pak Husein : ” Wah kalau begitu saya juga mau, tapi ya gitu, nggak tahu caranya. Bisa aja ngebut, tapi malah jalan ditempat. Malah jadi capek sendiri jadinya. ”

Saya pun terdiam sejenak. Benar juga ya, banyak orang bilang bahwa kalau bisa cepat ngapain lambat. Tapi sejatinya, banyak orang yang memang sangat bersemangat sekali dalam menjalani hidup, tadi tidak tahu caranya untuk lebih cepat sukses dalam meraih tujuannya.

how to do

Dandy : ” Oh… Iya benar juga ya pak, harus tahu caranya juga, jangan asal kebut aja.” Sambil terdiam kembali.

Memang, saat itu yang terpikirkan oleh saya adalah percepatan rezeki untuk diri saya yang masih mengembangkan bisnis ini dengan cara membuat seminar dan pelatihan. Dua hal tersebut sedang menjadi fokus pikiran saya sendiri untuk benar-benar dijadikan kenyataan, bukan hanya sekedar angan-angan. Guru-guru bisnis saya yang sukses luar biasa pun semua mempunyai pola yang sama. Sehingga saya pun harus mengikuti mereka agar bisa mempercepat rezeki saya. Intinya, saya mau ngebut.

Akhirnya kami berjalan sudah mendekati rumah pak Husein yang berada dibelakang rumah orang tua saya. Ia pun pamit duluan dan saya pun terus berjalan pulang ke rumah. Sambil terus merenung, saya pun menjadi semakin semangat untuk meraih cita-cita saya yang masih banyak belum terwujud, salah satunya adalah dengan mempunyai seminar dan pelatihan bisnis sendiri.

Perbincangan saya yang cukup singkat tadi membuat saya berpikir bahwa masih banyak orang-orang yang belum tahu bagaimana caranya untuk mempercepat kesuksesan hidupnya. Banyak orang yang pada akhirnya terjebak oleh rutinitas yang begitu-begitu saja tanpa ada peningkatan taraf hidup yang signifikan. Terlebih pak Husein yang saya ketahui lebih banyak menghabiskan waktu di mesjid. Ia memang mempunyai laundry kecil-kecilan serta membuka warung di rumahnya yang tergolong tidak terlalu besar tersebut. Bahkan salah satu kamarnya menyatu dengan warung.

Terima kasih pak Husein, saya jadi semakin terinspirasi dan semakin yakin untuk membuat seminar dan pelatihan bisnis online ini. Meskipun saya bukan siapa-siapa, belum menjadi orang yang membanggakan bagi banyak orang, saya akan terus berusaha untuk mendapatkannya. Bukan untuk mencari ketenaran dan harta semata, tetapi saya lebih tergerak karena keinginan pribadi saya yang ingin berbagi lebih kepada orang-orang di sekitar saya.

Kalau saya mau menaikkan haji orang tua saya, tentu saya butuh uang banyak. Kalau saya ingin membuat lapangan kerja untuk para warga kurang mampu dibelakang rumah orang tua saya, tentu saya butuh uang banyak. Jadi, saya memang harus melakukan percepatan rezeki agar bisa LEBIH CEPAT dalam meraih kesuksesan di dunia. Lalu saya pun bisa berbagi lebih dahsyat untuk mereka yang membutuhkan, baik bagi diri saya sendiri, orang tua, saudara, juga orang lain disekitar saya.

Ayo raih mimpimu lebih cepat dengan mengetahui bagaimana caranya πŸ™‚

 

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

 

Jika Sudah Cinta

Cinta….cinta…cinta…

Berbicara mengenai cinta merupakan sesuatu yang biasanya menyenangkan baik hati maupun pikiran. Cinta pun tidak hanya sebatas kepada Allah dan manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun banyak yang kita cintai. Tak ada salah serta aturan untuk mencintai sesuatu, asalkan memang hal tersebut layak dan patut untuk dicintai.

Saya sendiri tidak jago dalam berbicara soal cinta ini. Selain masih muda (ciee), saya pun masih banyak sekali belajar. Jadi maafkan kalau ada salah kata atau kaprah mengenai tulisan yang saya buat mengenai cinta ini.

Entah kenapa, jika sudah cinta akan sesuatu, terlebih jika hal tersebut merupakan hal yang dapat membuat diri kita menjadi lebih baik, tentunya akan menjadi cerita yang menarik tersendiri.

Ya, jika sudah cinta apa mau dikata. Apapun akan menjadi menyenangkan dan hati ini terasa riang. Saya sendiri mulai jatuh cinta terhadap bisnis sedari saya kuliah semester 6. Walau saya sudah mulai bisnis dari SMA, saya baru benar-benar jatuh cinta terhadap bisnis ketika saya duduk dibangku kuliah tersebut. Tak terasa, sudah hampir 3 tahunan saya SERIUS untuk berbisnis.

love-my-job

Meski saya tergolong SE (self employee) dan memang belum dikatakan pebisnis 100%, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Tahukan kenapa ? Ya karena saya cinta terhadap bisnis itu sendiri. Saya nikmati saja proses untuk mencapai bisnis yang sesungguhnya πŸ™‚

Jika sudah cinta, segala suka dan duka akan menjadi bumbu untuk penambah rasa dalam menjalani semua. Bagai orang yang naik gunung, perjalanan dari kaki gunung sampai mencapai puncak merupakan sebuah petualangan yang mempunyai cerita tidak hanya sebatas pada indahnya pemandangan gunung saja, tapi juga bagaimana lelah dan likunya dalam melalui rintangan yang ada.

Ya, jika sudah cinta segalanya akan menjadi luar biasa. Inilah sedikit cerita berbagi cinta saya terhadap Anda. Mudah-mudahan bisa menginspirasi ya πŸ™‚

Salam online,

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Menghidupi Hidup

YES !!! Menghidupi hidup sama seperti membangkitkan orang yang kurang bersemangat menjadi sangat bersemangat sekali. Pernah lihat iklan Mizone yang baru kan ? (Saya tidak dibayar untuk promosi nih, hehe). Iklan tersebut mengubah orang yang K.O menjadi O.K kembali. Luar biasa !!! Itu baru namanya iklan kreatif.

Jikalau Anda pernah merasakan rasanya mendengar keluhan orang lain yang terasa membuat Anda pun malas berada disebelahnya, atapun punya teman yang bisanya hanya menyalahkan hidupnya saja. Seolah ia menjadi orang paling malang sedunia, ckck. Memang banyak orang yang hidup tapi pada kenyataannya ia seperti tidak “hidup”, seperti zombie kehidupan saja.

live your life

Lalu bagaimana cara untuk memulai “menghidupi” hidup ?Β  Saya sendir i mempunya beberapa tips :

1. Bersyukur

Cara paling mudah sekaligus cara yang wajib dilakukan baik yang sudah merasa hidupnya bahagia ataupun masih merasa terpuruk. Hidupi hidupmu dengan penuh syukur biar pikiran dan hati jauh dari kekufuran.

2. Bergerak

Diri kita ini sama halnya seperti kereta yang beratnya luar biasa. Jika kita sudah mulai berjalan, sang momentum pun akan hadir dan membuat “hidup” serta melesat cepat menyusuri jalan kehidupan. Senantiasalah bergerak dan tambahkan gerakkan yang membuat Anda semakin merasa “hidup”. Boleh jadi Anda sampai berteriak-teriak bahkan sampai berkeringat untuk “menghidupi” hidup Anda.

3. Berencana

Memang membuat rencana jangka panjang untuk kehidupan kita terasa susah bagi sebagian orang. Jikalau memang belum bisa, kenapa tidak berencana membuat to do list harian saja ? Membuat rencana harian pun tidak jadi masalah untuk awalnya. Usahakan pada setiap rencananya dapat membuat “nafas” Anda lebih bergemuruh dari biasanya. Misal, setiap harisnya Anda wajib menulis kegiatan harian Anda menjadi sebuah cerita pendek. Nah Anda pun jadi tertantang serta bisa membuat evaluasi sendiri.

4. Beristirahat
Nah ini hal yang kadang dilupakan oleh sebagian orang yang selalu merasa dirinya sibuk sekali. Bahkan orang yang sibuk pun nyatanya malah terkesan tidak menghidupi “hidup”. Jangan terfokus melakukan produktifitas kewajiban jika istirahat belum menjadi kewajiban Anda juga.

5. Lakukan Yang Berbeda
Ia yang hanya mengerjakan aktivitas rutinnya setiap hari sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan jika hari libur datang pun ia sudah punya jadwal yang sama. Hati-hati jika sudah mulai terjadi. Cobalah melakukan sesuatu yang berbeda dalam kesibukan serta waktu istirahat Anda. Misalnya ketika Anda pulang kantor, cobalah sesekali mengajak teman 1 kantor untuk berenang atau sekedar pergi ke pantai untuk menikmati suasana malam, hihihi.

Hidupilah hidupmu dengan bahan bakar yang senantiasa membuat hidup semakin meningkat baik dalam segi intelegensi, ekonomi, kesehatan, sampai dengan spiritual. Tidak ada orang yang hidup hanya dengan kekuatan dirinya sendiri. Oleh karena itu, selalu berbagilah dengan sesama. Biar mereka bisa merasakan kehidupan Anda yang semakin HIDUP. πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Jikalau Sudah Terjadi

Saya yakin dari Anda semua yang membaca tulisan ini pastilah pernah tertimpa musibah. Baik itu musibah yang ringan sampai yang dirasa berat sekali. Apa dan bagaimanapun musibah itu menimpa, paling tidak sebagian dari kita masih ada saja yang selalu terbayang atas peristiwa itu sampai sekarang.

Musibah tentu saja merupakan salah satu bagian dari skenario kehidupan yang pasti akan kita jalani. Jika dipandang dari segi positif, datangnya musibah merupakan ajang untuk melatih kebijakan, kesabaran, serta kemampuan diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bagaikan sebuah otot, jika manusia terus ditimpa musibah namun tetap tegar menjalaninya, niscaya ia akan menjadi manusia yang bijak luar biasa.

gods-plan

Memang, tertimpa musibah itu hampir tidak ada enaknya. Ada saja orang yang secara berlebihan mendramatisir atas musibah yang menimpa dirinya. Meskipun memang pahit kenyataannya, haruskah seperti itu ?

Jikalau sudah terjadi, ya mau diapakan lagi ? Ketimbang mengeluh dan bermuram durja, lebih baik bersyukur saja. Setidaknya kita masih bisa TERUS menjalani hidup ini meski (mungkin) ada bagian yang tidak bisa lagi kembali dalam kehidupan kita.

Sedikit contoh musibah adalah ketika tadi malam kaki kanan saya terkena knalpot motor. Lucunya motor tersebut sudah dilengkapi dengan pelindung knalpot agar tidak terjadi kontak langsung jikalau kaki kita tidak sengaja menyentuhnya. Namun jika musibah sudah melanda, apa mau dikata sayapun kena juga.

Aneh ya ? Ya begitulah, awalnya saya merasa sedih juga bercampur kesal. Sudah waktu itu hujan deras dan saya terpaksa harus berteduh dulu dengan kaki yang mulai melepuh. Alhasil saya hanya bisa menangani sakit dengan apa adanya.

Begitulah, jikalau sudah terjadi ya IKHLASkan saja. Saya pun masih terus belajar untuk memetik setiap kejadian yang saya alami baik itu menyenangkan ataupun tidak sama sekali. Percayalah, dengan MENERIMA musibah yang datang menimpa, kita akan menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas kehidupan.

Eits, jangan juga hanya pasrah ya, tetaplah berusaha untuk MEMPERBAIKInya. Jadilah orang yang lebih waspada, mawas diri, dan terus ingat kepada sama Ilahi pemilik dunia ini, aamiin. πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Penyemangat Diri

Kerjakan Dengan Sepenuh Hati

Kerja dengan benar dan tepat waktu merupakan tugas dari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Hal tersebut pastilah sudah menjadi landasan utama kenapa seseorang bisa terus bertahan dengan pekerjaannya. Jika kerja dengan benar, otomatis beban pikiran pun semakin berkurang dan hati terasa lega karena tuntutan pekerjaan telah terselesaikan.

sepenuh-hati

Saya sendiri berusaha menggali lebih dalam apa itu arti dari sebuah pekerjaan yang baik. Yang tidak hanya menurut saya terselesaikan, tetapi orang lain pun merasa puas dan salut atas apa yang saya kerjakan. Dalam artian, apa yang saya lakukan tersebut tidak hanya menjadi sekedar beban ataupun tugas, tetapi dapat menjadi satu kepuasan untuk diri sendiri.

Kerjakan dengan sepenuh hati.”

Kalimat tersebut sering sekali muncul dalam pikiran saya. Sejauh saya berbisnis baik itu sendiri maupun berpartner dengan orang lain, saya terus saja terbayang apakah pekerjaan-pekerjaan yang telah ataupun sedang saya lakukan sudah sepenuh hati ? Apakah saya benar-benar telah mencurahkan seluruh kemampuan saya atas hasil yang saya buat dalam setiap pekerjaan tersebut ?

Begitulah, dengan belajar terus untuk mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati bukanlah hal yang mudah. Kadang faktor kejenuhan, lelah, bahkan mood dapat menjadi hambatan besar yang membuat pekerjaan kita tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Jikalau sudah begitu, kembali lagi dengan kalimat awal saya di paragraf atas, yaitu kita hanya sebatas mengerjakan tugas kita saja, titik.

Lalu bagaimana caranya agar setiap pekerjaan yang kita lakukan dilandasi dengan hati yang tulus ? Bukan karena faktor orang lain kita melakukan pekerjaan tersebut, tetapi kembali lagi semua yang dilakukan atas dasar kepuasan untuk diri sendiri, karena hati yang ikhlas dan senang melakukannya ?

Saya sendiri mempunyai beberapa tips dengan berdasar atas pengalaman pribadi juga ditambah dengan apa yang pernah saya baca, lihat, dan dengar dalam perjalanan kehidupan saya pribadi :

1. Setimpal Dengan Hasil

Pekerjaan yang saya lakukan dengan sepenuh hati biasanya berdasar dengan hasil yang akan saya dapat. Mungkin bagi beberapa orang hal ini terkesan terlihat karena ada maunya. Bagi saya, jika saya sudah menemukan pekerjaan ataupun aktivitas yang membuat saya senang, kemudian hasil dari pekerjaan tersebut membuat saya lebih berkembang dalam hal ekonomi, sosial, agama, maupun kesehatan, saya pasti akan lebih SEMANGAT dan lebih bertenaga. Faktor utamanya karena hati saya begitu merasa riang atas perasaan yang akan dibayangkan jika hal tersebut BERHASIL saya capai atau selesaikan.

2. Jejak Kehidupan Di Perjalanan Hidup

Siapa yang tidak mau hidupnya dapat dikenang dengan baik oleh semua orang ? Dengan mengerjakan sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati, biasanya saya tidak akan bosan melihat kembali hasil pekerjaan yang telah saya selesaikan itu. Disamping hasil yang saya dapatkan setimpal bahkan kadang melebihi ekspektasi, pikiran serta perasaan saya pun merasa turut tersenyum puas karena saya sudah membuat “jejak” yang baik dalam perjalanan hidup saya.

3. Pengembangan Kemampuan Diri

Tidak ada hasil yang terbaik ! Rasanya jika menjadi manusia yang cepat puas tidaklah membanggakan, walaupun pekerjaan yang sepenuh hati telah saya lakukan ditambah dengan seluruh kemampuan terbaik saya telah saya curahkan disana. Jika dilihat dalam sisi yang berbeda, hasil-hasil yang telah saya buat tersebut HARUSlah membuat kemampuan diri saya terus meningkat. Jangan sampai dalam selang waktu 1 tahun misalnya saya melakukan sesuatu yang sama kembali, hasilnya tetap sama pula. Harusnya saya mempunyai hasil yang LEBIH BAIK karena kemampuan serta pengalaman saya telah berkembang dan makin terasah.

Itulah 3 hal yang mendasari saya melakukan sesuatu itu dengan sepenuh hati. Walau bagaimanapun, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Seperti layaknya bekerja, tidak semua pekerjaan dapat berjalan dengan mulus dan baik. Oleh karena itu, marilah terus merasa ikhlas dan sepenuh hati dalam mengerjakan setiap aktivitas yang kita lakukan dalam hidup ini.

” Hasil terbaik bukanlah berasal dari pengalaman serta kemampuan diri sendiri, tetapi berdasar pada hati yang tulus dalam melakukannya. ”
(Dandy Kurniadi)

Tetap semangat πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Jangan Percaya Orang Lain

Waduh apa nih maksud dari judul saya diatas ?

Jangan percaya orang lain yang saya maksudkan adalah bahwasanya kita harus percaya terhadap DIRI SENDIRI terlebih dahulu. Banyak orang yang minder atas kemampuan dirinya sendiri. Alhasil bagi mereka yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri, akan muncul ketergantungan terhadap kemampuan diri orang lain.

Sedih sekali jika mendengar ada seseorang yang merasa dirinya tidak berguna. Merasa tidak mempunyai skill yang mumpuni untuk dibanggakan sebagai “senjata” ia meraih tujuan serta impian atas hidupnya sendiri.

Percaya orang lain boleh-boleh saja. Bahkan kita pun memang diciptakan untuk hidup secara berpasang-pasangan. Mudahnya, kita memang dibentuk untuk menjadi makhluk sosial. Tidak mungkin hidup tanpa bantuan orang lain.

Kembali lagi pada masalah kepercayaan. Jika memang kita sudah mempunyai skill serta pengalaman yang cukup untuk diri sendiri, barulah kita bisa mulai mempercayai orang lain untuk bersinergi.

believeyourself

Mengapa begitu ? Karena jikalau kita belum mampu mengontrol diri sendiri, belum tahu POTENSI serta kemampuan apa yang kita miliki, bagaimana kita bisa bertanggungjawab terhadap orang lain ? Yang ada kita bisa menjadi bahan cemooh, atau hanya mempermalukan diri sendiri.

Ibarat kita mempunyai handphone canggih, kita tidak sadar kalau hape tersebut mempunyai fitur-fitur luar biasa yang masih banyak tersembunyi dan belum kita ketahui. Parahnya lagi, padahal kita sudah mempunyai hape tersebut sejak lama. Itulah yang dimaksud dengan kemampuan untuk mengetahui bakat diri sendiri.

Lain soal jika kita sudah tahu siapa diri kita sebenarnya. Mengutip kalimat dari Nabi Muhammad SAW :

” Barangsiapa yang mengenal dirinya sendiri, niscaya ia telah mengenal Tuhannya. ”

Percaya atau tidak, jika Anda bertanya kepada teman Anda tentang apa tujuan mereka hidup, mungkin masih banyak yang bingung dan tidak terlalu jelas jawabannya. Alasan utamanya mungkin saja mereka belum terlalu percaya terhadap diri mereka sendiri.

Pernah mendengar tentang orang yang sehat tiba-tiba jadi gila ? Orang bilang dia kehilangan KRISIS KEPERCAYAAN DIRI. Sebuah penyakit yang cukup kronis bagi saya pribadi mendengarnya.

Ah, jadi melebar omongan saya. Kesimpulannya, mulailah untuk mempercayai diri sendiri terlebih dahulu. Temukan dan bangun jati diri secara utuh agar kita senantiasa mampu untuk percaya terhadap kemampuan diri. Pada akhirnya kitapun mampu tuk bisa bersinergi dengan orang lain yang telah terbangun pula kepercayaan dirinya.

” Butuh bertahun-tahun untuk membangun suatu KEPERCAYAAN, tapi hanya butuh beberapa detik saja untuk mengancurkannya.”

Mudah-mudahan kita semua terus menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh orang lain. Aamiin πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Takut Salah

Sebagian besar orang menganggap bahwa takut salah adalah hal yang wajar. Terlebih jika mereka yang melakukan suatu hal yang baru. Jadi sangat wajar jika merasa takut salah.

Membahas seputar ‘takut salah’ ini sangatlah menarik. Saya sendiri pun terkadang masih merasa takut salah jika melakukan suatu hal yang baru. Bahkan, suatu hal yang sering kita lakukan pun bisa saja muncul perasaan takut salah. Sekali lagi perasaan tersebut memang ada dalam diri kita sebagai manusia yang berpikir.

takut-salah

Namun, jika kita meneliti lebih lanjut. Sejauh pengalaman yang saya lalui perasaan takut salah ini sangatlah menyenangkan jika kita telah melakukan hal yang kita takutkan tersebut dan berhasil untuk dilalui. Perasaan lega akan menghampiri bagi mereka yang telah berhasil menggebrak perasaan takut tersebut.

Saya pun punya 1 kalimat untuk merangkum kalimat-kalimat di atas :

” 1 aksi dapat mengalahkan 1000 teori. ” (Dandy Kurniadi)

Ya, betul sekali! Perasaan takut salah ini dapat segera kita musnahkan dengan melakukan ACTION !! Segeralah menantang diri Anda dengan segera melakukan apa yang menurut Anda tersebut dapat terjadi kesalahan.

Fokuslah pada HASIL yang akan didapatkan jika takut salah. Nikmati proses yang dilalui dengan merasa bisa mengerjakannya walau dirasa belum sempurna. Alhasil, insya Allah Anda akan dapat hasil yang diinginkan.

Bagaimana jika perasaan takut salah tersebut menjadi kenyataan ? Misal ketika Anda baru memulai bisnis, lalu takut merasa salah dalam memilih lokasi ?

Menurut hemat saya, kita tidak perlu cemas dan merasa bodoh. Ingatlah, yang penting Anda sudah ACTION ! Jika memang salah, jadikan hal tersebut menjadi PENGALAMAN. Ketimbang Anda dirundung rasa penasaran karena terus merasa takut salah tapi tidak melakukan aksi sama sekali.

Hal salah yang sudah terjadi, tinggal diperbaiki saja bukan ? Selalu ingat, dimana ada masalah, disana ada solusi. Yang penting, terus beraksi tuk meraih mimpi πŸ™‚

#beaDANDY

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Lalat Dan Lebah

Seekor LALAT dan LEBAH ….

lalat vs lebah

Mengapa LEBAH cepat menemukan Bunga…? Sedangkan LALAT cepat menemukan Kotoran ?

Karena naluri Lebah hanya untuk menemukan Bunga … Sedangkan
naluri Lalat hanya untuk menemukan Kotoran…

LEBAH tidak tertarik pada kotoran… Sebaliknya, LALAT tidak tertarik pada harum dan keindahan bunga…

Alhasil, LEBAH kaya akan madu sedangkan LALAT kaya kuman penyakit ….

Mengapa sebagian orang menjadi JAHAT dan sebagian org menjadi BAIK ???

Karena orang jahat tidak tertarik pada halΒ² yg baik, Sebaliknya bila ada halΒ² yg jahat, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka jadi begitu bersemangat untuk menyebarkannya, mereka orangΒ² yg mudah di profokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi….

Orang BAIK ialah orang yg tidak tertarik dan tak mau merespon akan halΒ² buruk, menyakiti, isu yg tak jelas, semua hal yg berbau kejahatan yg sekalipun dilapisi isu agama….

Apa yg dipikirkan akan menghslkan apa yg diliat, & apa yg diliat akan menghasilkan apa yg diperoleh.
Hidup ini sangat tergantung dengan HATI & PIKIRAN ….

Jika Hati & Pikiran selalu Negatif maka apa saja yg dilihat akan selalu Negatif & hasilnya adalah penderitaan, sakit hati, kecewa, iri hati, sirik ….

Ingin bahagia… .?
Mulailah dgn Hati & Pikiran yg selalu POSITIF … maka apa saja yg dilihat akan selalu Positif & hasilnya adalah kebahagiaan.

Sumber : Dari broadcast BBM

Serba Gratis Bikin Malas

“Setuju !!!”

Saya setuju setuju setujuu sekali dengan judul postingan saya kali ini. Bahwasanya serba gratis itu bikin malas. Pokoknya kalau dapatnya serba gratis itu sangat sedikit sekali positifnya.

Sudah banyak sekali saya melihat langsung fenomena gratisan ini. Sayapun pernah beberapa kali keki sendiri lantaran memberi gratis sesuatu baik itu barang ataupun jasa kepada orang lain. Awalnya tujuan itu baik, tapi bisa jadi rusak maknanya karena kelakuan si penerima yang seperti kurang menghargai apa yang ia terima. Ya bukan salah mereka juga, makanya jangan dikasih gratis. Hmmm…..

Memberi gratis itu sah-sah saja menurut saya, bahkan sekali-kali itu perlu. Oleh karena itu kita harus melihat situasi serta kondisinya. Jika dilihat dari kacamata si penerima, diberi gratis itu pastilah menyenangkan. Walau tidak semua orang loh ada yang suka diberi gratis, tapi kebanyakan sih begitu (ngaku aja deh :D).

Ada beberapa hal yang biasanya terjadi jika seseorang itu diberi gratis, terlebih ketika orang tersebut sedang membutuhkan sesuatu yang gratis itu. Ini dia analisis bahwa gratisan itu kurang baik menurut hemat saya :

1. Si penerima sangat senang menerima sesuatu yang gratis itu pada awalnya, tapi pada akhirnya apakah ia akan tetap menjaganya ? Apakah pula ia akan tetap memaksimalkan atas apa yang telah ia dapatkan gratis itu ? Sejauh saya melihat, pada ujungnya malah ada yang tidak menghiraukan lagi atas apa yang ia dapat tersebut. Secara ia tidak banyak berkorban (terutama UANG) untuk mendapatkan sesuatu yang gratis itu.

2. Gratis bikin malas. Betul sekali, penyakit yang biasa menemani si gratis adalah MALAS. Masih ga percaya ?? Saya ambil contoh jika misal Anda diberi tiket seminar gratis yang bertemakan tentang sesuatu yang bisa mengubah masa depan Anda menjadi lebih baik. Tapi tempat seminar itu berada jauh 3 jam perjalanan dari tempat Anda tinggal daaan juga ditambah hari seminar itu adalah hari Anda bekerja. Masih maukah Anda pergi ke seminar ? Saya yakin akan jadi lain soal jika Anda harus rela membayar 2juta rupiah untuk mengikuti seminar tersebut. Atau bahkan gaji Anda mau tidak mau dipotong 50% karena seminar itu. Masih malas ?

3. ‘Nyawa’ kepemilikan dari sesuatu yang gratis itu biasanya tidak sepenuh hati, tidak 100%. Terlebih jika sesuatu tersebut hanya Anda butuhkan sesaat. Rasanya akan jauh pula berbeda jika Anda mempunyai laptop yang Anda beli dengan seluruh uang tabungan Anda sendiri. Paling tidak ‘nyawa’ Anda untuk si laptop akan dijaga sepenuh hati agar maksimal atas hasil yang harus di bayar untuk mendapatkannya. Yah, spesial nomor 3 ini pengalaman saya pribadi sih, hehehe πŸ˜€

Saya rasa 3 hal ini sudah cukup untuk mempresentasikan atas serba gratis bikin malas. Dari segi motivasi dan aksi terutama. Dapat gratis itu seperti Anda disuruh melakukan suatu kegiatan yang menguras waktu dan tenaga Anda seharian, namun Anda tidak dibayar.

Masih mau dapat gratisan terus tapi jadinya makin malas ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online