Masalah Yang Sama

Manusia tidak luput dari kesalahan, memang benar jika ada saja hal yang luput dari yang biasa kita kerjakan dalam keseharian. Entah adanya hal yang kurang, bahkan sampai harus berbohong bisa saja timbul dalam keseharian menjalani aktivitas.

Berbicara mengenai kesalahan, sering kali kita melakukan kesalahan yang sepele. Namun jika hal tersebut masih terus saja terjadi, hal tersebut dapat menjadi masalah yang besar.

Terang saja, masa iya tiap kali melakukan pekerjaan yang hampir setiap hari kita kerjakan, masa masih mengulang masalah yang sama ?

Melakukan kesahalahn itu wajar, namun jika terus melakukan kesalahan yang sama, pastinya jangan sampai kan ?

Sering kita dengar bahwa semua orang pasti punya masalah, jadi kita tinggal hadapi dan selesaikan masalah tersebut secara satu persatu.

Jika kita dihadapkan oleh masalah yang sama, yaa tinggal melakukan cara jitu yang pernah kita terapkan sebelumnya agar masalah tersebut kembali hilang.

Salah satu cara yang paling saya senangi adalah dengan cara “double recheck”.

Ya, dengan mengecek dua kali atas sesuatu yang baru kita kerjakan, hal tersebut dapat meminimalisir tingkat kesalahan yang dapat saja timbul.

Sebagai contoh, ketika kita baru saja mengerjakan suatu proposal penawaran, kita dapat membaca kembali isi dari surat penawaran tersebut.

Apakah sudah benar kata-kata nya ? Apakah hurufnya ada yang salah tulis ? Apakah harganya sudah sesuai dengan apa yang kita rencanakan ?

Dengan mengecek dua kali, diharapkan kita tidak terjebak dalam masalah yang sama. Entah itu masalah kesalahan eja sampai kesalahan kirim.

Jadi, apapun pekerjaan yang kerap kita lakukan, biasakanlah untuk mengecek dua kali. Sekali lagi, cek lah sekali lagi jika sudah selesai mengerjakan pekerjaan kita.

Jangan sampai ya, terus saja berkutat dengan masalah yang sama. Hidup harus terus meningkat lebih baik.

πŸ™‚
@DandyKurniadi

Agresif Itu Perlu

Setiap pagi di Afrika, ketika seekor kijang terjaga. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari kejaran seekor singa, atau ia akan mati.

Dan setiap pagi ketika seekor singa terjaga, ia harus bisa mengejar dan menangkap kijang, atau ia akan mati kelaparan.

Sebuah cerita singkat di atas mungkin sudah sering Anda dengar dari berbagai sumber. Kisah singkat tersebut cukup berbekas di pikiran saya karena makna nya tidak sesingkat dari ceritanya, luar biasa πŸ™‚

Tidak peduli singa atau kijang, kita semua sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran haruslah agresif dalam mencari kebahagiaan, baik jiwa maupun raga di Bumi ini. Jika kebahagiaan itu berupa materi, kita harus senantiasa bersemangat dalam mencari dan menjemput sang rezeki tersebut.

Menurut Anda, apakah agresif itu perlu ? Dalam konteks ini saya menitikberatkan kepada konsep kepuasan hidup. Entah itu puas karena mengejar banyak uang, mengejar jabatan tinggi, mengejar prestasi atau bahkan mengejar kasih sayang.

agresif-itu-perlu

Semua hal yang menurut kita menyenangkan tidaklah salah, asal hal tersebut berdampak positif bagi kemajuan pribadi kita. Dengan lebih agresif, kita mampu mendapatkan lebih cepat bahkan lebih banyak asal kita benar-benar mau untuk memulai tanpa ragu-ragu. Menjadi pribadi yang agresif dalam mengejar target tidaklah buruk jika masih memakai kaidah-kaidah yang berlaku.

Sebagai contoh, ada seseorang yang senang sekali berbisnis. Ia tidak terlalu mementingkan passion dalam berbisnis, yang penting ia bisa punya banyak uang meski dari hasil bisnis apa saja, palugada biasa kita menyebut. Ia menjual apa pun yang dia rasa dapat mendatangkan untung. Setiap bisnis orang lain ia pasarkan kembali ke orang-orang. Meskipun kelihatannya serakah, namun ia tetap memegang teguh bahwa hasil yang ia dapatkan haruslah halal dan berkah dari hulu ke hilir untuk rezekinya tersebut.

Meski banyak juga yang bilang bahwa tipe orang tersebut tidaklah fokus, namun keagresifannya dalam mengejar rezeki wajib kita tiru, ketimbang kita sudah fokus mengerjakan sesuatu, namun belum ada hasil yang luar biasa, bukan ?

Saya pribadi sering menjumpai orang yang agresif dalam meraih kesuksesan hidupnya. Ia rela mengorbankan masa muda dan waktu bermainnya untuk bisa meraih semua impiannya secara lebih cepat dan lebih baik lagi. Sampai-sampai, ia pun harus jauh dari orang tua nya. Sungguh, keagresifanya tersebut kadang membuat saya ciut jika saya tidak bisa melebihi dia dengan apa yang sedang saya perjuangkan saya ini.

” Sudah seberapa agresif kah saya dalam menerjang semua permasalahan dan meraih kesuksesan hidup yang saya dambakan ??”

Ya! Memang benar bahwa rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT di muka bumi ini, namun ada rezeki-rezeki lain yang akan kita dapatkan sebagai BONUS jika kita mampu untuk berusaha lebih dalam meraih kesuksesan hidup ini.

Mari, kita harus lebih semangat lagi, lebih terencana lagi, lebih banyak beraksi lagiΒ  dan lebih agresif lagi jika memang apa yang kita ingin dapatkan belum semua nya terwujud. Raih mimpi, kejar prestasi, lakukan yang terbaik, karena hidup cuma satu kali πŸ™‚

SEMANGAT !!!!!!!!

@DandyKurniadi
Praktisi, Trainer, Motivator Bisnis Online

 

 

 

Sehat Pikiran, Badan dan Uang

Siapa yang tidak cinta akan kesehatan. Ia merupakan faktor utama yang membuat kita dapat menikmati dengan penuh cita akan setiap kenikmatan yang kita dapat di dunia ini. Kesehatan merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT yang merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya.

Kesehatan merupakan sebuah peranan yang sangat penting untuk menilai apakah kita sudah peduli dengan diri kita sendiri serta orang yang kita sayangi. Sehat pun tidak selamanya bisa bertahan, oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga faktor-faktor yang membuat kita selalu sehat.

Arti sehat sendiri menurut saya adalah suatu kondisi dimana keadaan kita berjalan sebagaimana mestinya, dengan normal bahkan lebih baik. Oleh karena itu, sehat pun tidak hanya identik dengan yang namanya terbebas dari penyakit yang menyerang tubuh kita, namun artinya meluas menjadi sehat yang menyeluruh dalam segala aspek kehidupan kita.

Sehat yang baik dan menyenangkan adalah sehat MBM. Apa itu MBM ?

Mind (Pikiran), Body (Badan), and Money (Uang)

Tiga hal tersebut merupakan arti kesehatan yang sesungguhnya menurut saya. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita tidak hanya sehat secara badan, tetapi juga sehat secara pikiran dan uang (finansial).

Mari kita telaah satu persatu mengenai sehat secara pikiran, badan, dan uang ini.

1. Sehat Secara Pikiran (Mind)

Berbicara mengenai pikiran erat kaitannya dengan otak juga hati. Kita berpikir dengan otak, tapi merasakan dengan hati. Bahkan ada sebagian orang yang berpikir dengan hati ketimbang otaknya πŸ˜€

sehat pikiran

2. Sehat Secara Badan (Body)

Rasanya Anda pernah mendengar bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Saya setuju dengan pendapat di atas bahwasanya kita harus selalu menjaga kondisi tubuh kita agar selalu sehat. Kalau tubuh sehat, paling tidak jiwa ini pun dapat bertambah kuat.

sehat badan

3. Sehat Secara Uang / Finansial (Money)

Siapa yang tidak senang kalau punya banyak uang ? Saat ini uang merupakan kebutuhan dasar yang wajib dicapai untuk menunjang hampir semua aktivitas kehidupan kita. Ia bukanlah yang utama, tapi yang utama biasanya membutuhkan uang. Sehatkan “kantong” Anda dengan cara bijak mengelola keuangan Anda, jangan hanya pintar mencari uang namun tidak bisa memanfaatkannya untuk investasi.

sehat secara uang

 

Sekilas saja saya memposting tentang sehat pikiran, badan dan uang ini. Semoga bermanfaat πŸ™‚

@DandyKurniadi

Damai Di Hati

Pagi ini setelah saya bangun tidur perasaan saya agak sedikit galau. Ternyata saya mimpi mengenai sesuatu yang kurang saya sukai. Alhasil pikiran masih sedikit terbayang mimpi tersebut.

Setelah shalat subuh, langsung saja saya membaca Al-Qur’an agar hati dan pikiran ini hanya untuk mengingat-Nya semata. Lambat laun saya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, hati sayapun menjadi semakin tenang kembali. Rasanya damai di hati ini kian terasa πŸ™‚

Seringkali kita menjumpai banyak permasalahan hidup, bahkan saat bangun pagi pun hati ini kadang sudah risau tak menentu. Pikiran-pikiran mengenai beban hidup yang harus ditanggung pun kadang menjadi suatu penyakit yang sulit sekali dihilangkan. Damaikah hati kita ?

damai-di-hati

Jika hal tersebut masih saja terjadi, mari kita sama-sama untuk senantiasa beristigfar dan mengingat-Nya. Ingat kembali untuk apa tujuan kita dilahirkan di dunia ini ? Tentunya untuk menyembah kepada Allah SWT serta menjadi manusia yang bermanfaat untuk bekal kehidupan kita di akhirat yang kekal itu, bukan ?

Senantiasa damai di hati memberikan kita ketenangan batin juga pikiran. Bayangkan jika berada di pantai dengan pemandangan yang luar biasa indah namun suasana laut begitu mencekam oleh karena badai mau datang. Halilintar menggelora dan langit begitu hitam pekat. Apakah Anda akan menikmatinya dengan sepenuh hati ?

Selalu berdamailah dengan diri kita sendiri sebelum kita siap untuk mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang kuat, amanah, dan selalu membawa Allah di hati. Jadikan setiap suka dan duka hidup sebagai ujian yang membuat kita menjadi seseorang yang lebih bijak dan dapat mensyukuri atas apa yang diberikan Allah pada setiap umur kita yang semakin berkurang ini.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat ya, aamiin πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belajar Sampai Mati

Siang ini setelah mendengarkan khotbah shalat Jum’at rasanya sisi spiritual saya semakin terisi oleh indahnya ajaran Islam πŸ™‚

Khotbah kali ini menceritakan tentang sisi perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk membela Islam pada zamannya. Saya sendiri menggaris bawahi ketika khotbah tersebut berbicara tentang proses belajar Nabi Muhammad SAW untuk lebih memperdalam ajaran Islam dan bisa mempraktikannya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk umatnya.

Tidak ada yang kebetulan, sebelum khotbah itu memang saya ingin menulis tentang pentingnya belajar bagi kehidupan kita. Ditambah dengan khotbah yang saya dengar siang ini, saya semakin semangat untuk menuangkan isi pemikiran saya mengenai suatu aktivitas yang disebut dengan “belajar” ini.

Belajar merupakan suatu aktivitas yang luas artinya. Kita bisa belajar banyak hal dengan mendengar orang lain berbicara, membaca buku, menulis, menghadiri seminar, dan ratusan cara belajar lainnya. Belajar merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang diri kita. Terutama dalam hal intelegensi, emosi, dan juga spiritual.

Hebatnya lagi, belajar tidak memandang usia. Sejak kita dilahirkan ke dunia, sampai nanti kita tua bahkan menjelang ajal, kita akan terus belajar. Oleh karena itu, belajar sampai mati merupakan keharusan bagi setiap orang di dunia.

Kenapa harus sampai kematian menjemput ? Terkait dengan khotbah yang saya dengar siang ini, khotib menjelaskan bahwa orang yang sedang menjalani sakaratul maut (detik-detik menjelang ajal) pun belajar untuk tetap memegang teguh Islam. Ia harus bisa mengucapkan kalimat-kalimat terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Betapa hebat proses belajar itu, sampai saya pernah mendengar suatu candaan bahwasanya semakin kita belajar maka kita akan semakin bodoh. Benarkah itu ?

Antara setuju dan tidak, saya pribadi memang merasakan ketika mempelajari hal yang baru dan berusaha untuk mendalami hal tersebut, saya memang semakin pusing. Banyak hal yang harus dipelajari seiring kita mempelajari hal tersebut secara serius dan menyeluruh. Terlebih jika kita memang ingin menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

belajar-sampai-mati

Namun dibalik itu semua, semakin saya mendalami ilmu yang sudah saya pelajari, saya dapat semakin berpikir lebih bijak dalam menyelami hal yang saya pelajari tersebut. Malah, lama-lama saya berpikir sebenarnya ilmu itu terasa semakin sederhana ketika kita mulai bisa memahami dan mengerti atas apa yang kita pelajari.

Subhanallah sekali Allah telah menciptakan manusia yang dikaruniai otak untuk bisa belajar mengenai apa saja yang ada di alam semesta ini. Semua hal yang kita pelajaripun tak lepas dari nikmat yang diberikan oleh-Nya untuk membuat derajat kita naik dihadapan Allah SWT, alhamdulillah ya πŸ™‚

Jadi, tidak salah orang tua serta guru kita selalu bernasihatΒ  bahwa teruslah belajar untuk meraih semua cita-citamu. Karena tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, dan tidak ada orang yang belajar tapi tidak pintar. Kecuali ia hanya belajar teori tanpa aksi semata.

Belajar dan praktikanlah apa yang sudah kita pelajari. Alhasil,kita tidak hanya mengerti namun dapat lebih memahami arti dari sesungguhnya ilmu yang telah kita pelajari.

Jadilah pribadi yang selalu memberikan banyak manfaat bagi sesama. Jika memang belum punya harta yang berlimpah, berikanlah ilmu yang bermanfaat.

Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat, setuju yaa πŸ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Belum dan Tidak

Belum dan tidak, merupakan 2 kata yang sering sekali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun kadang suka mengucapkannya dalam beberapa kalimat tertentu.

Saat ini saya ingiiin sekali membahas mengenai 2 kata “belum” dan “tidak” ini dalam konteks ketika kita ditanya sesuatu.

Misal ketika kita ditanya :

” Sudah makan ? ”

Hampir semua orang yang belum makan biasanya menjawab “belum” ketimbang “tidak”.

Kenapa begitu ? Karena dengan jawaban “belum” ini mengindikasikan bahwa orang yang ditanya cepat atau lambat akan makan.

Lain soal jika ada pertanyaan seperti ini :

” Maukah Anda hidup miskin ?”

Saya yakin hampir semuanya akan menjawab “tidak” ketimbang “belum”.

Kenapa begitu ? Yaa siapa pula yang mau hidup miskin. Pastinya tidak mau dan tak mungkin menjawab “belum mau hidup miskin” bukan ?

Namun, jawaban apa yang sering Anda dengar jika mendengar jawaban atas pertanyaan ini :

” Apakah Anda punya uang 10 milyar rupiah ?”

Nah, mungkin Anda sudah mulai paham atas 2 kata “belum” dan “tidak” yang sedang saya singgung saat ini. Jika belum mengerti terus saja baca ya πŸ˜€

belum-dan-tidak

Saya sendiri lebih sering mendengar jawaban “tidak” ketimbang “belum” ketika mendengar jawaban dari pertanyaan di atas. Padahal, kita tidak pernah tahu hal luar biasa apa yang akan menanti kita di masa depan.

Saya pernah mendengar tentang bahasan kata “tidak”. Dengan menjawab “tidak”, biasanya otak akan langsung memotong jalur pemikiran kita. Alhasil biasanya tidak akan ada lanjutan dari hasil jawaban “tidak” tersebut.

Namun jika membahas soal jawaban “belum”, otak pun akan menjadi berpikir. Ada lanjutan dari jawaban tersebut. Paling tidak si penjawab merasa bahwa ia memang benar belum punya uang sebanyak itu.

Sudah jelas ? Tidak usah terlalu bingung, intinya ketika kita ditanya mengenai sesuatu yang baik dan menyenangkan namun kita belum mendapatkan serta merasakannya, jangan menjawab tidak, tapi jawablah BELUM!

Baik itu mengenai faktor ekonomi, pendidikan, ibadah, percintaan, dan ribuaan pertanyaan lainnya.

Jadi……

“Apakah Anda bahagia dengan hidup Anda ?”

πŸ™‚
@DandyKurniadi

Tahu Diri

Pernahkah Anda bekerjasama dengan orang lain ? Baik itu Anda yang mengajak kerjasama, atau Anda yang diajak kerjasama oleh rekan Anda.

Kerjasama merupakan suatu hal yang dilakukan untuk meraih suatu tujuan tertentu dengan cara menyelesaikannya secara bersama-sama. Masing-masing pihak dalam tim kerjasama tersebut dituntut untuk menyelesaikan tugas dari hasil kesepakatan kerjasama yang sudah dibuat. Dengan bekerjasama tentunya kita dapat menghemat banyak waktu, uang, serta tenaga.

Bekerjasama memang lebih nikmat ketimbang melakukan segala sesuatunya sendiri. Terlebih jika berbicara soal tujuan besar yang ingin diraih. Tentunya hampir mustahil jika kita melakukannya hanya dengan seorang diri.

Namun dalam perjalanannya, proses bekerjasama kadang mempunyai hambatan tersendiri. Masalah yang biasanya terjadi dalam proses bekerjasama adalah sering terasanya beban pekerjaan yang tidak sesuai, proses bekerja yang tidak seirama dengan anggota kerjasama yang lain, sampai pada masalah pihak kerjasama yang dirasa terlalu banyak memerintah.

Salah satu masalah yang sering menimpa orang yang mengajak kerjasama pihak lain adalah tidak tahu dirinya pihak yang diajak kerjasama. Kadang si pihak pengajak kerjasama sudah memberikan yang dibutuhkan untuk rekan kerjasamanya, namun pada kenyataannya si pihak yang diajak kerjasama tidak memberikan konstribusi atau hasil yang diinginkan.

Alhasil si pengajak kerjasama merasa bahwa si pihak yang diajak kerjasama tidak tahu diri. Entah itu ia merasa bahwa rekannya hanya memanfaatkannya saja, atau hanya sebatas kerja namun tidak sepenuh hati.

Bagaimanapun jika kita mengajak atau diajak kersama orang lain, kita harus tetap tahu diri. Jika kita mempunyai modal atau konstribusi yang lebih besar, jangan sampai kita malah jadi seperti bos yang memerintah anak buah.

tahu-diri

Namun jika kita menjadi orang yang diajak kerjasama dan hanya bermodal diri sendiri saja, jadilah orang yang sepenuh hati mengerjakan proses kerjasamanya. Jangan sampai kita menjadi pihak yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain oleh karena kita sudah merasa bekerja keras namun pada kenyataannya kita belum banyak berbuat apa-apa.

Tahu diri merupakan kunci sukses untuk tetap mengukur sejauh apa orang lain memandang hasil pemikiran serta pekerjaan yang telah kita lakukan dalam proses bekerjasama.

Semoga kita menjadi pribadi yang selalu tahu diri dalam kejadian apapun yang kita lalui dalam perjalanan kehidupan ini, aamiin.

@DandyKurniadi

Sekolah Dulu

Suatu hari saya menjumpai seorang anak muda yang baru beranjak umur 20 tahun namun sudah bisa berpenghasilan puluhan juta tiap bulannya. Ia adalah seorang pilot di salah satu perusahaan penerbangan Indonesia.

Apakah menurut Anda wajar pada umur seperti itu ia sudah bisa berpenghasilan yang bisa dibilang besar di zaman seperti ini ?

Tentunya melihat dari sisi penghasilannya saja memang menggiurkan. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah ia investasikan sebelum ia bisa “menikmati” penghasilan seperti itu. Waktu, uang, dan tenaga sudah ia dedikasikan untuk menjadi seorang penerbang yang handal dan terpercaya.

Ia diharuskan menempuh waktu paling tidak 4 tahun sebelum ia bisa lulus dan dinyatakan SIAP menerbangkan pesawat yang tidak sembarang orang bisa melakukannya. Bahkan ada resiko ia dipulangkan dari sekolah jika ia tidak bisa mengikuti standarisasi dan lolos uji dari setiap ujian yang ada disana.

“High risk, high return”

BanyakΒ  orang percaya bahwasanya jika ingin mendapatkan sesuatu yang besar, tentunya ada resiko besar pula yang harus ditempuh. Begitupun dengan orang-orang yang mempunyai penghasilan besar bahkan super besar. sekolah-dulu

Hal paling utama yang biasanya dilakukan oleh para pekerja untuk mendapatkan penghasilan besar adalah dengan sekolah dulu. Mereka harus menginvestasikan waktu, uang, tenaga serta pikiran untuk mendapatkan ilmu serta pengalaman yang berguna tuk menunjang kewajiban yang akan mereka anut saat mengemban pekerjaan yang akan mereka ambil.

Dengan sekolah tersebut, tidak sedikit waktu dan uang yang harus mereka investasikan. Mereka harus belajar selama 4 tahun, bahkan harus ada yang rela menempuh waktu belasan tahun untuk MULAI mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Tidak salah jika mereka pantas digaji tinggi karena dedikasi dan kemampuan yang telah mereka pelajari dengan susah payah bahkan nyawa sekalipun yang jadi taruhannya.

Bisnispun sama, jika kita ingin mendapatkan penghasilan yang besar, tentunya harus ada yang kita investasikan terlebih dahulu. Mustahil jika kita bisa tiba-tiba kaya tanpa mempunyai kemampuan dan pengalaman yang mumpuni untuk mendukung laju kesuksesan kita.

Penghasilan ratusan juta pun mungkin harus kita mulai dari penghasilan recehan. Bukan hasil yang biasanya pebisnis pikirkan saat pertama kali, namun apa visi yang mereka emban ketika memulai untuk membangun bisnis mereka. Ketika bisnis sudah mulai jalan dan menghasilkan, tentunya banyak anak tangga yang harus mereka lewati untuk mencapai penghasilan yang mereka inginkan.

Intinya, semua hal yang mempunyai efek besar dalam kehidupan diri kita perlu kita pelajari terlebih dahulu. Apapun sekolah yang kita ambil, jalankanlah dengan sepenuh hati dan tahu atas apa yang sedang dipelajari. Jangan sampai Anda sudah sekolah mahal-mahal dan butuh waktu lama, namun pada akhirnya tidak sejalan dengan apa yang sudah dipelajari.

Karena waktumu yang berharga tak akan bisa kembali, manfaatkanlah sebaik yang Anda bisa dengan terus belajar di sekolah kehidupan πŸ™‚

Β @DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Bertahan Atau Menahan ?

Zaman semakin sulit, persaingan semakin sengit, dan permasalahan hidup kian morat-marit. Kalau tidak gesit, bisa-bisa hidup hanya cukup bahkan harus ngirit.

Itukah beberapa keluhan orang-orang saat ini ?? Memang betul zaman semakin edan, tapi ga gitu gitu juga kali πŸ˜€

Seringkali kita terjebak dalam suatu masalah yang membuat pusing kepala. Bahkan tidak sedikit orang yang sudah tidak sanggup lagi bertahan menjalani kehidupan. Alhasil ia pun seperti zombie saja, hanya menjalani rutinitas yang tidak membuat ia merasa bahagia karena tidak bisa berkembang.

Footballers defending

Bertahan hidup merupakan sebuah pilihan. Kalau mendengar cerita-cerita tentang karyawan yang sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun di perusahaan, keluh kesah mereka yang paling saya ingat adalah mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan yang memang harus dikeluarkan saja, sisanya mereka tidak bisa terlalu bersenang-senang karena masih banyak “beban” yang harus ditanggung. Entah itu hutang, cicilan, asuransi, bayaran bulanan, dan lain sebagainya.

Banyak yang bilang bertahan dengan apa yang sudah dipunyai jauh lebih baik ketimbang berusaha mendapatkan lebih namun resikonya terlalu besar jika tidak berhasil. Alhasil, mereka pun hanya menahan keinginan mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih membahagiakan.

Bahagia belum tentu harus banyak uang, belum tentu juga karena punya jabatan tinggi. Bahagia pada dasarnya merupakan alasan yang membuat kita terus menyelami semua kegiatan yang kita lakukan dengan sepenuh hati. Tidak karena unsur terpaksa, atau karena hanya harus dikerjakan agar bisa bertahan dalam menjalani hidup.

Maukah Anda terus saja bertahan dengan apa yang ada sekarang ? Atau hanya terus menahan segala keinginan yang bisa saja kita dapatkan jika mau keluar dari zona nyaman selama ini ?

Bertahan atau menahan ? Atau mungkin Anda punya jawaban lain yang lebih seru ? Semoga kehidupan kita semua kian bahagia dari hari kehari πŸ™‚

Hapus Keraguanmu

Seringkali kita merasa ragu dalam menjalankan sesuatu. Hal itu merupakan sebuah kewajaran yang ada dalam diri seorang manusia. Namun bagaimana jika keraguan itu selalu menghampiri kita dalam setiap pilihan ? Rasanya bagaikan dihinggapi rasa ketakutan akan sebuah efek yang kurang mengenakan jika keraguan itu benar terjadi.

Padahal jika kita terus dihinggapi rasa ragu, yang ada kita tidak akan 100% mengeluarkan potensi diri kita. Sebagai contoh kecil ketika waktu itu saya belajar menyetir mobil untuk pertama kalinya. Saat itu saya memang ingin sekali untuk bisa cepat mengendarai mobil dengan lancar. Kemudian saya diberi sedikit pengarahan mengenai teori cara mengendarai mobil yang benar oleh beliau. Kata-kata ayah saya yang selalu saya ingat dan menjadi penyemangat ketika saya timbul keraguan adalah :

Kalau bawa kendaraan, bayangkanlah seolah-olah kamu itu PEMBALAP handal. Beloknya yakin, ngebutnya yakin, semuanya YAKIN. “

Waw !! Kalimat itu sangat berbekas dalam diri saya sampai sekarang. Beberapa menit kemudian saya langsung duduk di kursi pengemudi. Mobil pun berjalan pelan dan saya mengendarai mobil tersebut dengan cukup lancar. Walau baru pertama kali, tapi saya merasa sudah cukup bisa untuk mengendarai mobil tersebut. Alhasil karena keraguan saya sudah berhasil ditepis berkat motivasi dari ayah saya, proses belajar mengendarai mobil itupun menjadi cepat.

do_what_you_love_without_hesitation

Memang betul sekali, hapus keraguanmu jika memang itulah keputusan yang kau ambil. Teringat sebuah cerita tentang seorang CEO sebuah perusahaan besar yang sangat disegani oleh semua karyawannya. Hal itu terjadi karena disetiap ia mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan, hasilnya selalu baik dan tidak meleset.

Kemudian ia pun diwawancarai tentang rahasia mengenai keputusan-keputusannya yang hampir tidak pernah meleset itu. Tahukah apa yang ia jawab ?

” Saya memang saat ini dapat membuat keputusan yang baik dan benar karena sebelumnya saya telah mengambil BANYAK SEKALI keputusan yang salah dan buruk.”

Lihatlah ? Bahkan seorang CEO perusahaan besar pun pernah mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya. Ia pun belajar dan menganalisis kembali keputusannya tersebut. Jika ia dihadapkan kembali kepada keputusan yang sama tepat seperti saat dulu, ia sudah tidak ragu lagi memberi keputusan karena ia telah yakin bahwa pilihan yang lain kurang tepat karena ia telah mengalaminya.

Jadi, hapus keraguanmu, lalu lihatlah hasil keputusanmu dapat membuatmu menjadi orang yang lebih yakin nantinya. Belajarlah dari pengalaman, hapuslah keraguan, dan hadapilah segala tantangan dengan keyakinan. Karena hanya orang yang tidak pernah melakukan kesalahanlah yang tidak pernah salah.

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online