Harga Waktu Hidupmu

Wah lucu sekali rasanya saya sebelum mau menulis artikel ini. Kenapa begitu ? Sebelumnya lagi saat ini saya sedang berada di dalam bus 106 dari Islamik menuju tempat seminar mas Ippho di Palmerah, Jakarta. Ah sudahlah, ini ceritanya ………..

Jam /9 nanti mas Ippho akan mengadakan seminar dan saya jadi panitia untuk membantu seminar beliau. Saya pun berangkat dari rumah jam 7 pagi ini (padahal briefing jam /8…hehe). Setelah di antar dari rumah sampai ke Islamic, saya pun naik bus paling depan di antrian. Terlihat bus 106 non ac yang berada disana. Saya pun naik dan duduk di barisan belakang.

Sekonyong-konyong laki-laki yang berada di belakang kiri saya berteriak dengan umpatan dan makian yang sangat tidak mengenakan di telinga. Anda tahu kenapa ia sebegitu marahnya ??

Ternyata pria itu begitu kesal karena bus tersebut begitu lama mengetem, saya pun belum tahu seberapa lama memang bus ini diam menunggu penumpang. Ia terus saja berteriak di dalam dan menyembulkan kepalanya keluar untuk memaki si kondektur juga.

Saya begitu ‘panas’ mendengar ocehannya yang begitu tidak terdidik. Lalu yang lucunya lagi disela omongannya ia berbicara :

” Woi lo cepetan dong jalan, lama banget ngetemnya. WAKTU saya terbatas nih.”

Wahahahahaha… Anda dapat membayangkan bagaimana wajah dan omongannya yang tidak sinkron itu. Bagaimana tidak, ia menginginkan waktu yang cepat tapi dengan naik bus umum ? Terlebih ia memprovokasi seluruh penumpang untuk turun.

Ckck… Memang benar kata Dandy TakoTaki :

” Jika kamu membiarkan emosimu mengendali, otakmu bagaikan tidak ada.”

Nah loh.. Benar saja, si pria tersebut menyuruh si supir dan kondektur untuk menjalankan bus, sementara ia seperti orang tidak tahu diri memaki dengan omongan yang sangat kasar !!!

Si kondekturpun terlihat sabar, luar biasa saya pikir. Saya saja yang didekatnya ingin sekali menghajar orang tersebut 😀 hahaha…

” Naik taksi saja pak kalau mau cepat.” Ujar si kondektur bus.

Tapi si pria tersebut tidak turun dan masih memaki didalam bus. Sungguh gila bin ajaib. Ia bagaikan tamu yang datang ke rumah Anda, lalu memaki Anda serta orang di dalam rumah tetapi masih minta disuguhkan minum dan makan, waw !!!!

Akhirnya selang 5 menit dari saya duduk di bus, kendaraan ini pun jalan. Dan Anda bisa tebak bahwa si pria itu masih duduk manis di dalam bus. Hmm…..

Yah, inti dari cerita nyata dan fresh saya di atas tadi adalah dengan menggaris bawahi dari segi waktu dan uang. Lucu memang, banyak orang yang ingin segalanya baik dan cepat tetapi enggan untuk membayar ‘harganya’. Baik itu tenaga, waktu ataupun uang.

Di lain sisi, saya miris menyaksikan kejadian ini karena masih sebegitu bobroknya pikiran dan mental manusia yang sudah bisa dibilang tua itu. Benar bahwa dewasa itu pilihan, dan tua itu pasti. Siapa yang tak bisa menghargai waktu, ia akan dipermainkan olehnya kelak.

Teman, jika memang waktu Anda sebegitu bergharganya, cobalah untuk mengaturnya lebih baik. Atau jika tidak bisa, Anda harus BERANI membayar harganya.

Jadi, berapa harga waktu Anda ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online (MoBiLe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *