Jika Belum Terjadi

Pernah mendengar kalimat ini :

” Masa lalu adalah kenangan, masa depan adalah misteri, dan masa ini adalah anugerah.”

Saya setuju bahwa segala sesuatu yang kita telah lewati merupakan sebuah kenangan tersendiri bagi setiap orang. Baik atau buruk kenangan tersebut, hal ini tetap saja telah menjadi bagian dari masa lalu. Saya yakin dengan mempelajari setiap pergerakan di masa lalu dapat membuat kehidupan kita hari ini dan masa depan akan menjadi lebih baik lagi.

Berbicara soal masa depan, saya kadang menjumpai orang-orang yang terlalu berlebihan dalam menyongsong masa depannya. Hal yang saya maksudkan adalah mengenai kekhawatiran mereka terhadap apa yang akan terjadi kepada masa depannya. Banyak yang suka merasa takut, gelisah,  juga was-was untuk memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan mereka.  Ketakutan tersebut menjadi momok tersendiri bagi mereka yang terus saja memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan mereka. Seolah-olah mereka berubah menjadi seorang peramal yang bisa menerawang masa depan dengan pasti. Padahal itu semua belum terjadi, mungkin saja baru sebatas rencana atau mimpi mereka saja.

Yang lebih parahnya, karena kekhawatiran atas apa yang belum terjadi di masa depan mereka malah membawa dampak negatif terhadap kehidupan mereka di masa sekarang, kehidupan mereka di setiap harinya. Simak saja orang yang divonis oleh dokter bahwa nyawanya hanya bersisa 6 bulan lagi. Orang tersebut hanya bisa pasrah dengan masa depan yang sudah diprediksikan meski vonis sang dokter belum tentu benar adanya.  Alhasil ia menjalani hari-harinya dengan tidak bersemangat, merasa bahwa ia akan hidup tidak lama lagi di dunia ini. Padahal, jika ia mau berusaha dan mempercayai bahwa Tuhannya merupakan pemilik dari segala nyawa di dunia ini, mungin saja keajaiban bisa terjadi. Dalam kenyataannya, tidak sedikit kasus tentang vonis dokter yang meleset dan akhirnya orang tersebut masih hidup sampai sekarang.

Anda mungkin pernah mendengar hal tersebut entah di televisi atau bahkan di kehidupan Anda. Entah itu terjadi pada orang di sekitar Anda, atau mungkin Anda sendiri yang pernah mengalaminya. Jika hal yang belum terjadi tersebut sudah kita khawatirkan dari sekarang, pertanyaannya adalah,

“Apakah hal tersebut pantas untuk kita percayai100% ? “

Jika belum terjadi, apakah pantas kita merasa takut akan sebuah kegagalan ? Jika belum terjadi, apakah kita harus percaya bahwa apa yang akan kita rencanakan di masa depan akan benar-benar menjadi kenyataan ?

futurepredict

Sebuah kalimat bijak yang klasik namun dalam maknanya selalu saya ingat dalam pikiran saya bahwa :

“Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.”

Setuju ? Membuat dan menjalankan rencana yang kita buat untuk kehidupan kita yang lebih baik memanglah harus dilakukan agar hidup kita tidak begitu saja mengalir mengikuti perubahan yang ada. Namun kita tetap harus ingat bahwa segala rencana yang kita buat belum tentu akan terealisasi seperti apa yang kita pikirkan. Bisa saja Allah mempunyai rencana lain untuk kita. Ia akan menentukan apakah yang kita rencanakan memang baik atau justru dapat membuat kita menjadi terpuruk nantinya.

Tetaplah berencana untuk mewujudkan mimpi di masa depan, bawalah pengalaman dari masa lalu untuk membuat kita tidak terjatuh di lubang yang sama, dan teruslah berjuang di masa ini untuk menyusuri jalan rencana harus kita lalui. Mari kita menjadi manusia yang mempunyai tujuan namun tetap bersemangat menjalani hari ini dengan langkah pasti agar hal indah yang kita impikan bisa terjadi di masa depan, bukan malah menjadi kekhawatiran karena takut sebelum mencoba dengan sepenuh jiwa dan raga.

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *