Mulailah Peduli Kualitas

Saat ini saya percaya bahwa orang-orang sudah mulai peduli soal kualitas. Terutama para orang yang sadar serta peduli terhadap kualitas hidupnya. Tidak hanya berbicara soal kualitas hidup, tetapi segala sesuatu yang berada di sekitarnya pun sudah mulai dipikirkan kualitasnya. Seperti lingkungan tempat tinggal, makanan dan minuman, teman bermain, dan lain sebagainya yang semua itu mempunya nilai tersendiri bagi setiap orang.

quality-of-life

Simak saja tentang acara sebuah stasiun televisi swasta yang setiap akhir Sabtu Minggu sore menayangkan tentang investigasi atas suatu makanan serta minuman yang kita kenal dekat dalam kehidupan sehari-hari. Rupanya banyak sekali makanan dan minuman yang mungkin rajin kita konsumsi setiap hari ternyata kualitas dari pembuatannya sudah tidak asli, bisa dibilang oplosan. Yang lebih parahnya adalah bahwa bahan campuran atas makanan / minuman tersebut berasal dari sesuatu yang sangat membahayakan tubuh kita. Alhasil, jika kita tidak pintar dan sadar akan hal tersebut, niscaya kita akan awet muda. Betul, awet muda! Mati sia-sia sebelum waktunya karena tidak memperhatikan KUALITAS dari apa yang kita makan dan minum setiap harinya.

Contoh di atas merupakan salah satu contoh nyata yang membuat saya sadar betapa kualitas akan sesuatu itu patut dikaji ulang kembali. Kita harus jeli terhadap apa yang terjadi disekitar kita, terlebih jika hal tersebut menyangkut tentang kualitas kehidupan kita. Jika Anda rajin sekali berolahraga, cobalah bertanya dalam diri Anda :

” Apakah saya sudah berolahraga secara berkualitas ? ”

Jangan sampai hal yang kita lakukan jadi terasa sia-sia karena kita hanya melakukan rutinitas biasa tanpa memperhatikan kualitasnya. Jadi, mulailah peduli kualitas jika memang kita masih menghargai kehidupan kita. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita juga kok 🙂

Sedikit bercerita tentang masalah kualitas, suatu hari saya mencoba untuk membeli BlackBerry CDMA yang berasal dari Batam. Selain harganya tergolong “miring” , (katanya) kualitasnya sama saja dengan BlackBerry CDMA yang resmi. Saya memang sudah cukup mendengar dari media dan teman sekitar mengenai kualitasnya, tapi tetap saja saya penasaran ingin mencoba bagaimana aslinya.

Akhirnya sayapun membeli barang tersebut. Ketika barang tersebut sudah sampai ke rumah, saya pun segera mencobanya. Memang, dalam segi fitur dan body tidak ada yang berbeda dari yang biasa. Tetapi kualitas body nya terlihat sekali berbeda dengan yang saya punya aslinya. Baterainya pun tidak asli, baru beberapa jam sudah mati.

Lalu apa yang bisa dipetik dari beberapa cerita saya di atas ? Ya, mulailah peduli terhadap kualitas. Apapun itu bentuk dan wujudnya, saya yakin kita semua diciptakan menjadi manusia yang berakal dan berbudi. Mari bersama-sama kita menjaga serta meningkatkan segala kualitas yang berada baik didalam dan diluar diri kita sendiri. 🙂

Salam Online,

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *