Semua Harus Dijemput

Hampir 3 tahun sudah saya menekuni bisnis online. Dari awalnya yang tidak tahu apa-apa kini saya sudah mulai meniti jalan untuk menjadi seorang yang punya andil di perkembangan bisnis online. Beragam seminar dan pelatihan bisnis serta motivasi telah saya ikuti. Sungguh hal tersebut telah membuat banyak perubahan positif yang sungguh besar bagi kualitas kehidupan saya.

Dari seminar Ippho Santosa sang pakar otak kanan, Jamil Azzaini sang inspirator sukses mulia, Ust Yusur Mansyur sang ustad yang berbisnis, Ahmad Gozali sang pakar emas, sampai pelatihan Ali Akbar sang pakar SEO membuat saya semakin berSEMANGAT dalam menjalani dan mengembangkan bisnis saya. Dari sisi ekonomi sampai spiritual sudah saya rasakan semua. Luar biasa, saya banyak sekali belajar dari mereka semua yang tidak mungkin saya sebut namanya satu persatu saking terlalu banyaknya saya berguru πŸ™‚

Pada akhirnya saya berhasil mendapatkan benang merah dari semua guru yang saya temui. Apa itu ? Ya, mereka semua sama-sama bervisi untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi sesamanya. Mereka berjuang dengan kemampuan mereka masing-masing untuk sukses dalam bidang yang mereka ambil. Tidak hanya itu, mereka berhasil untuk mengajak para peserta dan muridnya untuk turut bersama membuat perubahan dalam kehidupan kita semua.

Kemudian satu hal yang saya selalu ingat dari kata-kata mereka semua adalah :

” Rezeki ga kemana, tapi kalau ga kemana-mana ga ada rezeki. “

Benar sekali, saya pun setuju dengan kalimat di atas. Memang Allah telah menebarkan rezekinya di seluruh bagian bumi ini. Bahkan ada rezeki yang Allah jamin dalam kehidupan kita ini. Namun, jika kita ingin mendapatkan lebih, tentunya kita harus mengambilnya. Rezeki yang besar tersebut layaknya sebuah bonus yang akan kita terima jika bekerja lebih ekstra. Tepat sekali bahwasanya semua harus dijemput, begitu juga dengan rezeki kita.

picktheprize

Menurut saya, menjemput rezeki layaknya seperti pergi ke sebuah gue yang didalamnya berisi emas. Kita harus mempersiapkan alat serta kemampuan kita untuk “membongkar” isi dari gua tersebut. Dibutuhkan waktu serta pengalaman yang mumpuni untuk mendapatkan hasil yang setara dengan kerja keras kita. Dengan terus “menggali” semua potensi dalam diri kita, saya yakin tidak ada yang tidak sukses. Tinggal bagaimana kita bisa mengetahui persis dimana letak “harta karun” yang tertanam didalam diri kita.

Jadi, rezeki tersebut dapat otomatis tertarik dengan ilmu yang telah kita punya. Dari konsep awal rezeki itu harus dijemput, pada akhirnya rezeki malah dapat menjemput kita. Tetapi untuk meraih itu semua, kita harus senantiasa menjemput kesuksesan kita agar rezekinya lebih cepat kita dapatkan. Kalau bisa cepat dan tepat, ngapain lambat bukan ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *