Serba Gratis Bikin Malas

“Setuju !!!”

Saya setuju setuju setujuu sekali dengan judul postingan saya kali ini. Bahwasanya serba gratis itu bikin malas. Pokoknya kalau dapatnya serba gratis itu sangat sedikit sekali positifnya.

Sudah banyak sekali saya melihat langsung fenomena gratisan ini. Sayapun pernah beberapa kali keki sendiri lantaran memberi gratis sesuatu baik itu barang ataupun jasa kepada orang lain. Awalnya tujuan itu baik, tapi bisa jadi rusak maknanya karena kelakuan si penerima yang seperti kurang menghargai apa yang ia terima. Ya bukan salah mereka juga, makanya jangan dikasih gratis. Hmmm…..

Memberi gratis itu sah-sah saja menurut saya, bahkan sekali-kali itu perlu. Oleh karena itu kita harus melihat situasi serta kondisinya. Jika dilihat dari kacamata si penerima, diberi gratis itu pastilah menyenangkan. Walau tidak semua orang loh ada yang suka diberi gratis, tapi kebanyakan sih begitu (ngaku aja deh :D).

Ada beberapa hal yang biasanya terjadi jika seseorang itu diberi gratis, terlebih ketika orang tersebut sedang membutuhkan sesuatu yang gratis itu. Ini dia analisis bahwa gratisan itu kurang baik menurut hemat saya :

1. Si penerima sangat senang menerima sesuatu yang gratis itu pada awalnya, tapi pada akhirnya apakah ia akan tetap menjaganya ? Apakah pula ia akan tetap memaksimalkan atas apa yang telah ia dapatkan gratis itu ? Sejauh saya melihat, pada ujungnya malah ada yang tidak menghiraukan lagi atas apa yang ia dapat tersebut. Secara ia tidak banyak berkorban (terutama UANG) untuk mendapatkan sesuatu yang gratis itu.

2. Gratis bikin malas. Betul sekali, penyakit yang biasa menemani si gratis adalah MALAS. Masih ga percaya ?? Saya ambil contoh jika misal Anda diberi tiket seminar gratis yang bertemakan tentang sesuatu yang bisa mengubah masa depan Anda menjadi lebih baik. Tapi tempat seminar itu berada jauh 3 jam perjalanan dari tempat Anda tinggal daaan juga ditambah hari seminar itu adalah hari Anda bekerja. Masih maukah Anda pergi ke seminar ? Saya yakin akan jadi lain soal jika Anda harus rela membayar 2juta rupiah untuk mengikuti seminar tersebut. Atau bahkan gaji Anda mau tidak mau dipotong 50% karena seminar itu. Masih malas ?

3. ‘Nyawa’ kepemilikan dari sesuatu yang gratis itu biasanya tidak sepenuh hati, tidak 100%. Terlebih jika sesuatu tersebut hanya Anda butuhkan sesaat. Rasanya akan jauh pula berbeda jika Anda mempunyai laptop yang Anda beli dengan seluruh uang tabungan Anda sendiri. Paling tidak ‘nyawa’ Anda untuk si laptop akan dijaga sepenuh hati agar maksimal atas hasil yang harus di bayar untuk mendapatkannya. Yah, spesial nomor 3 ini pengalaman saya pribadi sih, hehehe 😀

Saya rasa 3 hal ini sudah cukup untuk mempresentasikan atas serba gratis bikin malas. Dari segi motivasi dan aksi terutama. Dapat gratis itu seperti Anda disuruh melakukan suatu kegiatan yang menguras waktu dan tenaga Anda seharian, namun Anda tidak dibayar.

Masih mau dapat gratisan terus tapi jadinya makin malas ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *