Saatnya Mencontek !

Saatnya Mencontek !

Tepat sekali ! Anda tidak salah baca. Saatnya mencontek adalah judul artikel saya pada hari ini 🙂

Mari kita simak salah 1 quotes dari Anthony Robbins :

” If you want to be successfull, find someone who has achieved the results you want and copy what they do and you’ll achieve the same results.”

Wow! Dahsyat sekali quote di atas. Bahwasanya jika Anda ingin sukses, Anda tinggal mencari siapa yang telah mencapai hasil yang Anda inginkan, lalu Anda tinggal mengikuti apa yang sudah ia lakukan dan Anda akan mendapatkan hasil yang serupa. Mantap!

Jadi berkenaan dengan judulnya, maka saya akan berbagi kepada Anda tentang saatnya mencontek untuk meraih kesuksesan Anda dengan lebih cepat, mau banget kan ?

Kesuksesan sendiri mempunyai arti yang berbeda-beda. Yang saya pelajari, kesuksesan itu tidak jauh dari 4-ta, yaitu harta, tahta, kata, ataupun cinta. Saya sendiri mendefinisikan sukses adalah ketika saya bisa menjadi orang kaya raya yang banyak memberikan harta, tenaga, ataupun benda kepada orang lain yang saya cintai, hehehe.

Menjadi sukses pastilah impian semua orang, kalau ada orang yang tidak ingin sukses, pastilah hidupnya hanya sekedar menjalani rutinitas saja tanpa tindakan untuk menjadi lebih baik, just dreaming without great action 🙁

Tetapi sangat disayangkan pula, banyak dari kita yang sudah tahu apa impian hidupnya, sudah terbayang ingin menjadi sesukses apa, namun belum mengetahui bagaimana caranya. Mereka yang hanya sekedar bekerja keras tanpa arahan yang jelas apakah hasilnya memang membuat hidup mereka semakin sukses atau hanya sekedar jalan ditempat, hmm…

Lalu ada juga yang sudah lebih baik untuk mencapai kesuksesannya, yaitu sudah mengetahui bagaimana cara untuk meraih kesuksesan yang ia inginkan, namun tetap saja masih belum mendapatkan hasil yang ia damba-dambakan.

Ada apa ini ?

Dari pengalaman saya, ternyata hanya sekedar punya impian sukses dan kemudian sudah mengetahui cara meraih impian tersebut ternyata tidaklah cukup. Ada 1 hal harus kita juga punya. Apakah itu ? Jawabannya adalah mentor !!

Mentor dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai seorang pengasuh atau pembimbing. Dalam meraih kesuksesan, peran mentor tentunya menjadi penyempurna untuk Anda yang benar-benar ingin meraih berbagai macam impian sukses Anda. Baik sukses secara harta, tahta, kata, ataupun cinta.

Masih ingat quote di awal artikel ini ? Cobalah dibaca dan ditelaah kembali. Ternyata, jika kita mau sukses dalam meraih apa yang kita inginkan, ternyata tidaklah terlalu sulit. Kita hanya perlu menemukan seseorang / orang-orang yang sudah meraih kesuksesan yang kita idam-idamkan setiap hari, lalu Anda tinggal mencontek apa yang telah ia lakukan untuk sampai kepada kesuksesan yang sama persis dengan yang Anda inginkan itu. As simple as that 😀

So, sudah saatnya Anda mencontek! Conteklah kesuksesan orang-orang yang sudah terlebih dahulu mendapatkan hasil yang sama seperti Anda inginkan.

Saya sendiri pun mulai berhasil mendapatkan apa yang saya mau ketika saya mulai mengikuti (baca: mencontek) kebiasaan orang-orang sukses tersebut. Hasilnya, dari mulai berani tampil di depan umum, menjadi narasumber di televisi, mengikuti lomba debat, mengisi seminar, menjadi juri, mempunyai tim yang hebat, punya karyawan, dan hal-hal hebat lainnya, semua mulai menjadi kenyataan, yeah!!

mentor-dandy-kurniadi

1 hal lagi yang saya sudah mulai lakukan adalah saya sudah mulai membantu orang-orang yang belum sukses mendapatkan apa yang ia inginkan. Saya mulai belajar menjadi mentor bahkan coach sesuai dengan bidang keahlian saya yaitu dalam bidang pegembangan diri dan bisnis online.

Ah, nikmatnya mencontek 🙂

Bagaimana dengan Anda ?

——————–
@DandyKurniadi
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online

Tiada Hari Esok

Tiada Hari Esok

Pagi ini saya merasa cukup lelah karena kemarin (hari Minggu) saya mengikuti training Magnet Rezeki yang dibawakan langsung oleh Ippho ‘Right’ Santosa. Sudah dari jam 5 pagi saya menyiapkan diri agar tidak terlambat karena acaranya berada di Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Barat. Training seharga Rp 1,2 juta rupiah ini membahas tentang 3 aspek membangun kekayaan ; bisnis, investasi, properti.

Training tersebut memakan waktu dari jam 8 pagi sampai jam setengah 4 sore. Kemudian sehabis mengikuti training tersebut, saya pun shalat Ashar, makan dan langsung pulang ke Tangerang. Setibanya di Islamic Tangerang, sekitar setengah jam saya singgah dulu di masjid dengan Nida’ Millatina yang juga mengikuti training Magnet Rezeki, untuk menunaikan ibadah shalat magrib sekalian shalat isya.

Tadinya sehabis shalat magrib, saya mau langsung pulang. Namun tiba-tiba guru besar dari FKM, Universitas Indonesia menelepon saya. Beliau ternyata ingin kembali membuat website. Via telepon, kami berbincang dan beliau membahas tentang konsep website yang ingin ia buat. Sampai 15 menit, akhirnya meeting via telepon tersebut selesai.

Di waktu yang hampir bersamaan, saya pun harus pergi ke Summarecon Mall Serpong untuk menemui salah 1 anggota tim Dunia Website yang sedang vakum dikarenakan sedang fokus menyelesaikan kuliahnya yang sebentar lagi beres. Pertemuan itu pun menghabiskan waktu dari bada Isya sampai sekitar jam setengah 11 malam.

Akhirnya, pada pukul 11 malam saya baru sampai rumah. Waw, sekitar 18 jam saya berada diluar untuk belajar menuntut ilmu dan menyambung tali silaturahim. Lelah ? Ya nikmatin ajah, yang penting saya enjoy 🙂

Kembali lagi ketika tadi saya bangun pagi, saya mencoba mengumpulkan tenaga sejenak dengan cara ke atas atap dan melakukan pemanasan ringan. Berusaha mengusir rasa kantuk dan lelah dengan cara menggerakan otot-otot saya. Benar ya, bangun pagi itu tidak mudah apalagi bagi yang seharian penuh kemarin banyak melakukan aktivitas otot dan otak 😀

Sambil pemanasan tadi pun, saya sambil berpikir bahwasanya saya harus lebih bersemangat. Kenapa begitu ? Karena saya saat ini sudah punya 6 orang karyawan yang harus digaji. Bahkan saya pun masih harus menggaji 1 orang lagi, yaitu saya sendiri karena saya menjabat sebagai direktur disana, karyawan juga di Dunia Website, hehehe.

“Tiada hari esok !”

Saya berusaha terus belajar untuk bekerja dengan lebih baik setiap hari. Karena masa depan saya bisa menjadi dahsyat bahkan menjadi biasa saja, semua tergantung apa yang saya lakukan HARI INI. Oleh karena itu meskipun fisik ini masih merasa cukup lelah, pikiran saya sudah “terbang” ke mana-mana.

Nah, jadilah saya menulis artikel ini khusus untuk menyemangati diri saya sendiri dan tentunya yang spesial untuk para pembaca di website saya, SEMANGAAATTT !!!

“Jadi, apa pun kegiatan kita kemarin, pada dasarnya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri untuk hari ini.”

Ayo rekan-rekan sekalian, kita harus terus bersemangat dalam menjalani rutinitas hidup kita setiap harinya. Sebagaimana orang bijak berkata :

“ Kesuksesan itu 1% kepintaran, dan 99% kerja keras!”

Mari bangkit berdiri, tepuk kedua pipi kita, lalu lompat-lompat dan berteriak :

“ Hari ini harus jadi lebih baik dari hari kemariiiiiiiiiiiiiiiin !!!!”

Semangat pagi semua, let’s go to work 🙂

Salam online,

 

@DandyKurniadi
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online

 

Untuk Siapa Kita Berjuang ?

Untuk Siapa Kita Berjuang ?

Salah satu hobi saya adalah untuk menonton pada akhir pekan. Film yang saya sukai berjenis action, adventure, sci-fi, fantasy dan juga anime 😀

Dari hobi menonton tersebut, tidak hanya sekedar untuk menghilangkan penat dan mendapat hiburan, namun saya pun biasanya mengambil pesan-pesan yang dapat dipetik dari hasil film yang saya tonton tersebut. Tidak lengkap rasanya jika saya tidak mengambil sisi pembelajaran dari dibuatnya film-film yang saya tonton di akhir pekan itu.

Untuk siapa kita berjuang ?

Adalah salah satu hasil pembelajaran saya dari menonton banyak film meskipun jenis filmnya berbeda-beda. Sebuah pertanyaan yang begitu sering membuat saya merenung bagian dari tujuan hidup ini. Ya, itu adalah untuk siapa kita berjuang hingga kita bisa sekuat dan sehebat ini, tul ?

 

Jawaban dari pertanyaan di atas mungkin saja berbeda-beda. Namun saya yakin, siapapun orang yang disebut, pastilah orang tersebut merupakan orang-orang yang kita cintai dan sayangi dalam hidup kita. Dia atau bahkan mereka dalam kata “siapa”, merupakan alasan kita dalam kuatnya menghadapi banyaknya cobaan hidup yang seakan tidak pernah berhenti kita lalui ini, fyuuh.

“Untuk siapa kita berjuang ?”

Seakan kalimat sederhana ini menjadi “hot button” saya ketika semangat saya mulai kendur. Ketika saya merasa lelah untuk terus mengejar impian hidup saya, pertanyaan tersebut seakan membuat saya “hidup” kembali untuk kembali bersemangat. Saya harus terus berjuang demi orang yang saya cintai dan kasihi !!

Sadar atau tidak, mau itu film action, film fantasy, bahkan di film anime yang suka saya tonton tersebut, benang merah dari cerita itu semua biasanya ada menyangkut tentang “siapa”. Tentang seseorang atau bahkan sesuatu yang dapat membuat mereka terus berjuang sampai akhir. Sampai mereka menang dalam mengalahkan musuh, sampai mereka sanggup melawan ketakutan mereka sendiri, bahkan sampai mereka bersedia mati demi orang / sesuatu yang mereka perjuangkan.

“Untuk siapa kita berjuang ?”

Saya akan menjawab tidak lain dan tidak bukan adalah untuk ibu saya, ayah saya, adik-adik saya pada khususnya. Mereka yang senantiasa hadir dalam hidup saya setiap hari. Sampai saya bisa mulai mewujudkan beberapa mimpi-mimpi saya sampai saat ini. Demi orang tercintalah kita sanggup berjuang sampai kita sendiri tidak sadar bahwa kita mempunyai tenaga dan daya juang yang tiada batas. Semua hanya untuk mereka, betapa bahagianya 🙂

Bahkan yang lebih hebatnya, ketika saya menambahkan orang lain dalam alasan kenapa saya berjuang, ternyata saya mendapat suatu energi baru dari orang-orang tersebut. Sebagai contoh, saat ini saya dapat lebih bersemangat membangun bisnis oleh karena saya mulai mempunyai tim bisnis impian saya. Saya menyadari, kehadiran mereka membuat saya semakin bersemangat dalam berjuang untuk meraih mimpi-mimpi besar saya. Merekalah alasan tambahan yang membuat saya semakin berkembang dari hari ke hari.

Kembali lagi membahas soal film tadi, sering kita lihat sang tokoh utama dalam film biasanya akan berakhir bahagia atau duka dari hasil perjuangan yang sudah mereka lakukan. Terlepas dari bahagia atau duka, hal yang dapat saya petik adalah pada akhirnya sang tokoh utama biasanya telah mencapai suatu prestasi yang luar biasa.

Ia sanggup bertransformasi menjadi manusia yang jauuuuuuh lebih baik dari saat awal mereka hidup. Dari saat awal mereka mulai mengerti tentang “untuk siapa mereka berjuang ?”.

Luar biasa ! Saya pun merasa telah banyak berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari berbagai macam hal oleh karena saya mulai menyadari untuk siapa saya berjuang. Dengan mengetahui alasan serta pihak dalam perjuangan hidup kita, tentunya hal tersebut bisa membuat kita semakin hebat dan tangguh dalam meraih semua impian kita.

So, untuk siapa Anda berjuang hingga Anda rela untuk mengorbankan kesenangan Anda ? 🙂

by :
@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
Praktisi, Trainer, Motivator Bisnis Online

Nasihat Dari Landak

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.
Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri….

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh2 nya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri2 landak lain yg menusuk, melukai kulit2 mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi… dan demikianlah seterusnya.
sepanjang malam, landak2 itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Merapat terlalu lama akan menimpakan atas mereka benyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yg lama justru bisa saja rasa dingin menewaskan mereka.

Demikianlah keadaan kita manusia dalam hubungan interaksi sosial antara sesama kita dalam hidup ini, tentu tak seorang manusiapun terbebas dari duri2 (kesalahan2) yg mengitari dirinya, demikian halnya org lain…

Tentu mereka sama sekali tidak akan dapat merasakan kehangatan jika mereka tidak rela bersabar menanggung perihnya duri2 (kesalahan) org lain pada saat saling merapat.

Oleh karena itulah:

Siapa saja yg hendak mencari sahabat tanpa kesalahan, niscaya ia akan hidup sebatang kara.

Dan barang siapa yg ingin mencari pendamping hidup sempurna tanpa kekurangan, niscaya ia akan hidup membujang.

Dan barang siapa yg berusaha mencari saudara tanpa problema, niscaya ia akan hidup dalam pencarian yg tiada akhirnya.

Barang siapa yg hendak mencari kerabat yg ideal dan sempurna, niscaya ia akan lalui seluruh hidupnya dalam permusuhan.

Maka, bersabarlah karena berlian pun berasal dari batu hitam.

Sumber : broadcast BBM
www.DandyKurniadi.com
@DandyKurniadi

Bantuan Allah

Pagi yang cerah. Hari ini saya harus tiba di Depok pukul 8 pagi karena harus menghadiri meeting mengenai bisnis jasa pembuatan website yang saya punya.

Seperti biasa, sebagai umat muslim tentunya saya harus bangun pagi (bahkan subuh) untuk menunaikan kewajiban shalat Shubuh. Sungguh nikmat memang bisa beribadah di pagi hari dengan rutinitas kerja yang belum dimulai.

Sehabis shalat Shubuh pun, saya menyempatkan diri untuk mengaji walau cuma beberapa lembar. Padahal saya sadar harus segera berangkat setelah menunaikan shalat Shubuh. Maklum, saya bangun tadi jam 5:15. Sudah agak siang. Hehe

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 tepat.
Setelah selesai mengaji pun, saya langsung bergegas pergi ke stasiun kereta api Tangerang. Dengan menggunakan motor, saya tancap gas dari rumah menuju stasiun.

Saat di perjalanan, saya memang sudah berpikir akan terjebak macet di beberapa titik. Terutama yang banyak lampu merah. Ya memang mau tidak mau kita harus terbiasa terkena macet di zaman seperti ini 🙂

Aneh bin ajaib, di beberapa titik yang terbiasa macet, saya hampir tidak berhenti karena lampu menunjukkan hijau terus. Semua lampu lalu lintas menyala di hijau tepat ketika saya mau sampai disana.

Jadi teringat, sebelum berangkat tadi saya memang berdoa di dalam hati.

” Ya Allah, tolong bantu lancarkan perjalanan saya hari ini.”

Subhanallah, saya merasa sepotong doa saya tadi pagi langsung terasa di perjalanan menuju stasiun tadi. Allah menunjukkan kuasa-Nya ketika kita memprioritaskan Ia terlebih dahulu.

Habluminallah, habluminannas (mohon maaf kalau salah ketik). Allah dulu, baru manusia. Saya makin cinta & yakin kalau Allah akan membantu kita jika kita senantiasa ingat terus kepada-Nya.

Bahkan ketika saya sudah sampai di stasiun pun, bel kereta tanda mau jalan sudah berbunyi. Saya cukup panik karena takut ketinggalan kereta. Paling tidak saya harus menunggu 20 menit lagi sebelum kereta berikutnya datang. Bisa terlambat saya untuk meeting 🙁

Lagi-lagi kuasa Allah saya rasakan. Kereta Api yang sudah mau berjalan pun masih sempat saya kejar. Seolah-olah menunggu saya naik ke dalam. Dengan nafas terengah-engah, saya pun berhasil masuk ke dalam sana, alhamdulillah.

Tidak kurang dari 10 detik, kereta itu pun sudah menutup pintu dan berjalan. Saya hanya bisa terus berucap syukur karena bisa mendapatkan perjalanan yang mulus di awal pagi hari ini.

Memang ya, bantuan Allah itu adalah bantuan yang paling luar biasa. Secara logika saya memang harusnya akan terlambat karena berangkat lebih lambat dari yang seharusnya. Namun dengan bantuan-Nya, saya bisa tetap berhasil untuk berjalan seperti biasa.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang sudah memberikan kita kemudahan dalam setiap aktivitas kita selama ini.

Mari kita selalu senantiasa menjadi orang-orang yang bersyukur & selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas kita, setiap hari 🙂

Semoga bermanfaat,

@DandyKurniadi
www.DandyKurniadi.com
Motivator, Trainer, Praktisi Bisnis Online

Sehat Pikiran, Badan dan Uang

Siapa yang tidak cinta akan kesehatan. Ia merupakan faktor utama yang membuat kita dapat menikmati dengan penuh cita akan setiap kenikmatan yang kita dapat di dunia ini. Kesehatan merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT yang merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya.

Kesehatan merupakan sebuah peranan yang sangat penting untuk menilai apakah kita sudah peduli dengan diri kita sendiri serta orang yang kita sayangi. Sehat pun tidak selamanya bisa bertahan, oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga faktor-faktor yang membuat kita selalu sehat.

Arti sehat sendiri menurut saya adalah suatu kondisi dimana keadaan kita berjalan sebagaimana mestinya, dengan normal bahkan lebih baik. Oleh karena itu, sehat pun tidak hanya identik dengan yang namanya terbebas dari penyakit yang menyerang tubuh kita, namun artinya meluas menjadi sehat yang menyeluruh dalam segala aspek kehidupan kita.

Sehat yang baik dan menyenangkan adalah sehat MBM. Apa itu MBM ?

Mind (Pikiran), Body (Badan), and Money (Uang)

Tiga hal tersebut merupakan arti kesehatan yang sesungguhnya menurut saya. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita tidak hanya sehat secara badan, tetapi juga sehat secara pikiran dan uang (finansial).

Mari kita telaah satu persatu mengenai sehat secara pikiran, badan, dan uang ini.

1. Sehat Secara Pikiran (Mind)

Berbicara mengenai pikiran erat kaitannya dengan otak juga hati. Kita berpikir dengan otak, tapi merasakan dengan hati. Bahkan ada sebagian orang yang berpikir dengan hati ketimbang otaknya 😀

sehat pikiran

2. Sehat Secara Badan (Body)

Rasanya Anda pernah mendengar bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Saya setuju dengan pendapat di atas bahwasanya kita harus selalu menjaga kondisi tubuh kita agar selalu sehat. Kalau tubuh sehat, paling tidak jiwa ini pun dapat bertambah kuat.

sehat badan

3. Sehat Secara Uang / Finansial (Money)

Siapa yang tidak senang kalau punya banyak uang ? Saat ini uang merupakan kebutuhan dasar yang wajib dicapai untuk menunjang hampir semua aktivitas kehidupan kita. Ia bukanlah yang utama, tapi yang utama biasanya membutuhkan uang. Sehatkan “kantong” Anda dengan cara bijak mengelola keuangan Anda, jangan hanya pintar mencari uang namun tidak bisa memanfaatkannya untuk investasi.

sehat secara uang

 

Sekilas saja saya memposting tentang sehat pikiran, badan dan uang ini. Semoga bermanfaat 🙂

@DandyKurniadi

Semua Harus Dijemput

Hampir 3 tahun sudah saya menekuni bisnis online. Dari awalnya yang tidak tahu apa-apa kini saya sudah mulai meniti jalan untuk menjadi seorang yang punya andil di perkembangan bisnis online. Beragam seminar dan pelatihan bisnis serta motivasi telah saya ikuti. Sungguh hal tersebut telah membuat banyak perubahan positif yang sungguh besar bagi kualitas kehidupan saya.

Dari seminar Ippho Santosa sang pakar otak kanan, Jamil Azzaini sang inspirator sukses mulia, Ust Yusur Mansyur sang ustad yang berbisnis, Ahmad Gozali sang pakar emas, sampai pelatihan Ali Akbar sang pakar SEO membuat saya semakin berSEMANGAT dalam menjalani dan mengembangkan bisnis saya. Dari sisi ekonomi sampai spiritual sudah saya rasakan semua. Luar biasa, saya banyak sekali belajar dari mereka semua yang tidak mungkin saya sebut namanya satu persatu saking terlalu banyaknya saya berguru 🙂

Pada akhirnya saya berhasil mendapatkan benang merah dari semua guru yang saya temui. Apa itu ? Ya, mereka semua sama-sama bervisi untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi sesamanya. Mereka berjuang dengan kemampuan mereka masing-masing untuk sukses dalam bidang yang mereka ambil. Tidak hanya itu, mereka berhasil untuk mengajak para peserta dan muridnya untuk turut bersama membuat perubahan dalam kehidupan kita semua.

Kemudian satu hal yang saya selalu ingat dari kata-kata mereka semua adalah :

” Rezeki ga kemana, tapi kalau ga kemana-mana ga ada rezeki. “

Benar sekali, saya pun setuju dengan kalimat di atas. Memang Allah telah menebarkan rezekinya di seluruh bagian bumi ini. Bahkan ada rezeki yang Allah jamin dalam kehidupan kita ini. Namun, jika kita ingin mendapatkan lebih, tentunya kita harus mengambilnya. Rezeki yang besar tersebut layaknya sebuah bonus yang akan kita terima jika bekerja lebih ekstra. Tepat sekali bahwasanya semua harus dijemput, begitu juga dengan rezeki kita.

picktheprize

Menurut saya, menjemput rezeki layaknya seperti pergi ke sebuah gue yang didalamnya berisi emas. Kita harus mempersiapkan alat serta kemampuan kita untuk “membongkar” isi dari gua tersebut. Dibutuhkan waktu serta pengalaman yang mumpuni untuk mendapatkan hasil yang setara dengan kerja keras kita. Dengan terus “menggali” semua potensi dalam diri kita, saya yakin tidak ada yang tidak sukses. Tinggal bagaimana kita bisa mengetahui persis dimana letak “harta karun” yang tertanam didalam diri kita.

Jadi, rezeki tersebut dapat otomatis tertarik dengan ilmu yang telah kita punya. Dari konsep awal rezeki itu harus dijemput, pada akhirnya rezeki malah dapat menjemput kita. Tetapi untuk meraih itu semua, kita harus senantiasa menjemput kesuksesan kita agar rezekinya lebih cepat kita dapatkan. Kalau bisa cepat dan tepat, ngapain lambat bukan ?

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Toples Yang Penuh

Seorang dosen berdiri di depan kelas.
Dia mengambil toples kosong & mengisi dg bola-bola golf lalu bertanya kpd murid-muridnya,

” Apakah toples sudah penuh? ”

Murid menjawab: Sudah..!

Kemudian dia menuangkan batu-batu koral ke dlm toples & mengguncang toples dg ringan shg batu-batu koral itu mengisi tempat yg kosong di antara bola-bola golf.

Lalu dia bertanya lagi kpd murid-muridnya,

” apakah toples sudah penuh? ”

Murid menjawab: Sudah..!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dlm toples, tentu saja pasir menutupi semuanya.
Dosen sekali lagi bertanya

” Apakah toples sudah penuh? ”

Para murid menjawab: Sudah..!

Kemudian dia menuangkan secangkir kopi ke dlm toples & scr efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.Para murid tertawa 😀

“Sekarang saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.”

“Bola-bola golf adalah hal yg penting: beribadah, keluarga, kesehatan.”

“Jika yg lain hilang & hanya tinggal bola golf, maka hidupmu masih tetap penuh.”

“Batu koral adalah hal-hal lain seperti pekerjaan, rumah, handphone & mobil.”

“Pasir adalah hal-hal yg sepele.”

“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples, maka tdk akan tersisa ruangan unt batu-batu koral ataupun bola-bola golf. Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu, jika kalian menghabiskan energi unt hal-hal yg sepele, kalian tdk akan mempunyai ruang unt hal-hal yg penting buat kalian.”

“Jadi beri perhatian unt hal-hal yg penting unt kebahagiaanmu. Bermainlah dg anak-anakmu, luangkan waktu unt check-up kesehatan, ajak pasanganmu beribadah berjamaah.”

“Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola-bola golf, hal-hal yg benar-benar penting. Atur prioritasmu, baru yg terakhir urus pasirnya.”

Salah satu murid mengangkat tangan & bertanya,

“Kopi mewakili apa Pak?”

Dosen tersenyum, “Saya senang kamu bertanya hal tsb, itu unt menunjukkan kpd kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat unt secangkir kopi bersama para saudara & sahabat”

Tetap SEMANGAT 😀

Dandy Kurniadi TakoTaki
@DandyKurniadi
@TakoTakiBuddy