Belajar Sampai Mati

Siang ini setelah mendengarkan khotbah shalat Jum’at rasanya sisi spiritual saya semakin terisi oleh indahnya ajaran Islam ๐Ÿ™‚

Khotbah kali ini menceritakan tentang sisi perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk membela Islam pada zamannya. Saya sendiri menggaris bawahi ketika khotbah tersebut berbicara tentang proses belajar Nabi Muhammad SAW untuk lebih memperdalam ajaran Islam dan bisa mempraktikannya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk umatnya.

Tidak ada yang kebetulan, sebelum khotbah itu memang saya ingin menulis tentang pentingnya belajar bagi kehidupan kita. Ditambah dengan khotbah yang saya dengar siang ini, saya semakin semangat untuk menuangkan isi pemikiran saya mengenai suatu aktivitas yang disebut dengan “belajar” ini.

Belajar merupakan suatu aktivitas yang luas artinya. Kita bisa belajar banyak hal dengan mendengar orang lain berbicara, membaca buku, menulis, menghadiri seminar, dan ratusan cara belajar lainnya. Belajar merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang diri kita. Terutama dalam hal intelegensi, emosi, dan juga spiritual.

Hebatnya lagi, belajar tidak memandang usia. Sejak kita dilahirkan ke dunia, sampai nanti kita tua bahkan menjelang ajal, kita akan terus belajar. Oleh karena itu, belajar sampai mati merupakan keharusan bagi setiap orang di dunia.

Kenapa harus sampai kematian menjemput ? Terkait dengan khotbah yang saya dengar siang ini, khotib menjelaskan bahwa orang yang sedang menjalani sakaratul maut (detik-detik menjelang ajal) pun belajar untuk tetap memegang teguh Islam. Ia harus bisa mengucapkan kalimat-kalimat terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Betapa hebat proses belajar itu, sampai saya pernah mendengar suatu candaan bahwasanya semakin kita belajar maka kita akan semakin bodoh. Benarkah itu ?

Antara setuju dan tidak, saya pribadi memang merasakan ketika mempelajari hal yang baru dan berusaha untuk mendalami hal tersebut, saya memang semakin pusing. Banyak hal yang harus dipelajari seiring kita mempelajari hal tersebut secara serius dan menyeluruh. Terlebih jika kita memang ingin menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

belajar-sampai-mati

Namun dibalik itu semua, semakin saya mendalami ilmu yang sudah saya pelajari, saya dapat semakin berpikir lebih bijak dalam menyelami hal yang saya pelajari tersebut. Malah, lama-lama saya berpikir sebenarnya ilmu itu terasa semakin sederhana ketika kita mulai bisa memahami dan mengerti atas apa yang kita pelajari.

Subhanallah sekali Allah telah menciptakan manusia yang dikaruniai otak untuk bisa belajar mengenai apa saja yang ada di alam semesta ini. Semua hal yang kita pelajaripun tak lepas dari nikmat yang diberikan oleh-Nya untuk membuat derajat kita naik dihadapan Allah SWT, alhamdulillah ya ๐Ÿ™‚

Jadi, tidak salah orang tua serta guru kita selalu bernasihatย  bahwa teruslah belajar untuk meraih semua cita-citamu. Karena tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, dan tidak ada orang yang belajar tapi tidak pintar. Kecuali ia hanya belajar teori tanpa aksi semata.

Belajar dan praktikanlah apa yang sudah kita pelajari. Alhasil,kita tidak hanya mengerti namun dapat lebih memahami arti dari sesungguhnya ilmu yang telah kita pelajari.

Jadilah pribadi yang selalu memberikan banyak manfaat bagi sesama. Jika memang belum punya harta yang berlimpah, berikanlah ilmu yang bermanfaat.

Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat, setuju yaa ๐Ÿ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

Bertahan Atau Menahan ?

Zaman semakin sulit, persaingan semakin sengit, dan permasalahan hidup kian morat-marit. Kalau tidak gesit, bisa-bisa hidup hanya cukup bahkan harus ngirit.

Itukah beberapa keluhan orang-orang saat ini ?? Memang betul zaman semakin edan, tapi ga gitu gitu juga kali ๐Ÿ˜€

Seringkali kita terjebak dalam suatu masalah yang membuat pusing kepala. Bahkan tidak sedikit orang yang sudah tidak sanggup lagi bertahan menjalani kehidupan. Alhasil ia pun seperti zombie saja, hanya menjalani rutinitas yang tidak membuat ia merasa bahagia karena tidak bisa berkembang.

Footballers defending

Bertahan hidup merupakan sebuah pilihan. Kalau mendengar cerita-cerita tentang karyawan yang sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun di perusahaan, keluh kesah mereka yang paling saya ingat adalah mereka hanya bisa mencukupi kebutuhan yang memang harus dikeluarkan saja, sisanya mereka tidak bisa terlalu bersenang-senang karena masih banyak “beban” yang harus ditanggung. Entah itu hutang, cicilan, asuransi, bayaran bulanan, dan lain sebagainya.

Banyak yang bilang bertahan dengan apa yang sudah dipunyai jauh lebih baik ketimbang berusaha mendapatkan lebih namun resikonya terlalu besar jika tidak berhasil. Alhasil, mereka pun hanya menahan keinginan mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih membahagiakan.

Bahagia belum tentu harus banyak uang, belum tentu juga karena punya jabatan tinggi. Bahagia pada dasarnya merupakan alasan yang membuat kita terus menyelami semua kegiatan yang kita lakukan dengan sepenuh hati. Tidak karena unsur terpaksa, atau karena hanya harus dikerjakan agar bisa bertahan dalam menjalani hidup.

Maukah Anda terus saja bertahan dengan apa yang ada sekarang ? Atau hanya terus menahan segala keinginan yang bisa saja kita dapatkan jika mau keluar dari zona nyaman selama ini ?

Bertahan atau menahan ? Atau mungkin Anda punya jawaban lain yang lebih seru ? Semoga kehidupan kita semua kian bahagia dari hari kehari ๐Ÿ™‚

Hapus Keraguanmu

Seringkali kita merasa ragu dalam menjalankan sesuatu. Hal itu merupakan sebuah kewajaran yang ada dalam diri seorang manusia. Namun bagaimana jika keraguan itu selalu menghampiri kita dalam setiap pilihan ? Rasanya bagaikan dihinggapi rasa ketakutan akan sebuah efek yang kurang mengenakan jika keraguan itu benar terjadi.

Padahal jika kita terus dihinggapi rasa ragu, yang ada kita tidak akan 100% mengeluarkan potensi diri kita. Sebagai contoh kecil ketika waktu itu saya belajar menyetir mobil untuk pertama kalinya. Saat itu saya memang ingin sekali untuk bisa cepat mengendarai mobil dengan lancar. Kemudian saya diberi sedikit pengarahan mengenai teori cara mengendarai mobil yang benar oleh beliau. Kata-kata ayah saya yang selalu saya ingat dan menjadi penyemangat ketika saya timbul keraguan adalah :

Kalau bawa kendaraan, bayangkanlah seolah-olah kamu itu PEMBALAP handal. Beloknya yakin, ngebutnya yakin, semuanya YAKIN. “

Waw !! Kalimat itu sangat berbekas dalam diri saya sampai sekarang. Beberapa menit kemudian saya langsung duduk di kursi pengemudi. Mobil pun berjalan pelan dan saya mengendarai mobil tersebut dengan cukup lancar. Walau baru pertama kali, tapi saya merasa sudah cukup bisa untuk mengendarai mobil tersebut. Alhasil karena keraguan saya sudah berhasil ditepis berkat motivasi dari ayah saya, proses belajar mengendarai mobil itupun menjadi cepat.

do_what_you_love_without_hesitation

Memang betul sekali, hapus keraguanmu jika memang itulah keputusan yang kau ambil. Teringat sebuah cerita tentang seorang CEO sebuah perusahaan besar yang sangat disegani oleh semua karyawannya. Hal itu terjadi karena disetiap ia mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan, hasilnya selalu baik dan tidak meleset.

Kemudian ia pun diwawancarai tentang rahasia mengenai keputusan-keputusannya yang hampir tidak pernah meleset itu. Tahukah apa yang ia jawab ?

” Saya memang saat ini dapat membuat keputusan yang baik dan benar karena sebelumnya saya telah mengambil BANYAK SEKALI keputusan yang salah dan buruk.”

Lihatlah ? Bahkan seorang CEO perusahaan besar pun pernah mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya. Ia pun belajar dan menganalisis kembali keputusannya tersebut. Jika ia dihadapkan kembali kepada keputusan yang sama tepat seperti saat dulu, ia sudah tidak ragu lagi memberi keputusan karena ia telah yakin bahwa pilihan yang lain kurang tepat karena ia telah mengalaminya.

Jadi, hapus keraguanmu, lalu lihatlah hasil keputusanmu dapat membuatmu menjadi orang yang lebih yakin nantinya. Belajarlah dari pengalaman, hapuslah keraguan, dan hadapilah segala tantangan dengan keyakinan. Karena hanya orang yang tidak pernah melakukan kesalahanlah yang tidak pernah salah.

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online

 

 

Menghidupi Hidup

YES !!! Menghidupi hidup sama seperti membangkitkan orang yang kurang bersemangat menjadi sangat bersemangat sekali. Pernah lihat iklan Mizone yang baru kan ? (Saya tidak dibayar untuk promosi nih, hehe). Iklan tersebut mengubah orang yang K.O menjadi O.K kembali. Luar biasa !!! Itu baru namanya iklan kreatif.

Jikalau Anda pernah merasakan rasanya mendengar keluhan orang lain yang terasa membuat Anda pun malas berada disebelahnya, atapun punya teman yang bisanya hanya menyalahkan hidupnya saja. Seolah ia menjadi orang paling malang sedunia, ckck. Memang banyak orang yang hidup tapi pada kenyataannya ia seperti tidak “hidup”, seperti zombie kehidupan saja.

live your life

Lalu bagaimana cara untuk memulai “menghidupi” hidup ?ย  Saya sendir i mempunya beberapa tips :

1. Bersyukur

Cara paling mudah sekaligus cara yang wajib dilakukan baik yang sudah merasa hidupnya bahagia ataupun masih merasa terpuruk. Hidupi hidupmu dengan penuh syukur biar pikiran dan hati jauh dari kekufuran.

2. Bergerak

Diri kita ini sama halnya seperti kereta yang beratnya luar biasa. Jika kita sudah mulai berjalan, sang momentum pun akan hadir dan membuat “hidup” serta melesat cepat menyusuri jalan kehidupan. Senantiasalah bergerak dan tambahkan gerakkan yang membuat Anda semakin merasa “hidup”. Boleh jadi Anda sampai berteriak-teriak bahkan sampai berkeringat untuk “menghidupi” hidup Anda.

3. Berencana

Memang membuat rencana jangka panjang untuk kehidupan kita terasa susah bagi sebagian orang. Jikalau memang belum bisa, kenapa tidak berencana membuat to do list harian saja ? Membuat rencana harian pun tidak jadi masalah untuk awalnya. Usahakan pada setiap rencananya dapat membuat “nafas” Anda lebih bergemuruh dari biasanya. Misal, setiap harisnya Anda wajib menulis kegiatan harian Anda menjadi sebuah cerita pendek. Nah Anda pun jadi tertantang serta bisa membuat evaluasi sendiri.

4. Beristirahat
Nah ini hal yang kadang dilupakan oleh sebagian orang yang selalu merasa dirinya sibuk sekali. Bahkan orang yang sibuk pun nyatanya malah terkesan tidak menghidupi “hidup”. Jangan terfokus melakukan produktifitas kewajiban jika istirahat belum menjadi kewajiban Anda juga.

5. Lakukan Yang Berbeda
Ia yang hanya mengerjakan aktivitas rutinnya setiap hari sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan jika hari libur datang pun ia sudah punya jadwal yang sama. Hati-hati jika sudah mulai terjadi. Cobalah melakukan sesuatu yang berbeda dalam kesibukan serta waktu istirahat Anda. Misalnya ketika Anda pulang kantor, cobalah sesekali mengajak teman 1 kantor untuk berenang atau sekedar pergi ke pantai untuk menikmati suasana malam, hihihi.

Hidupilah hidupmu dengan bahan bakar yang senantiasa membuat hidup semakin meningkat baik dalam segi intelegensi, ekonomi, kesehatan, sampai dengan spiritual. Tidak ada orang yang hidup hanya dengan kekuatan dirinya sendiri. Oleh karena itu, selalu berbagilah dengan sesama. Biar mereka bisa merasakan kehidupan Anda yang semakin HIDUP. ๐Ÿ™‚

@DandyKurniadi
Motivator Bisnis Online