Charismatic LeadershipMissing of Charismatic Leadership in Organization

Missing of Charismatic Leadership in Organization : Di tahun 2012 sebuah studi dilakukan terhadap German Railway Company yang sedang menuju ambang kebangkrutan. Perusahan kerta api yang telah menjadi aset strategis nasional selama puluhan tahun ini mengalami penuruan kinerja dan penurunan penjualan yang sangat drastis dan siap gulung tikar. Ini merupakan tekanan besar baik terhadap perusahaan  sendiri maupun terhadap kondisi ekonomi negara. Management dan pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengantisipasi kondisi perusahaan yang makin terpuruk. Setidaknya empat ahli dari universitas ternama dari Amerika, Inggris dan Jerman diturunkan untuk melakukan studi akar masalah dari kegagalan perusahaan.

Missing of Charismatic Leadership in Organization

Hasil studi menyimpulkan bawah penurunan kinerja perusahaan ini berasal dari kegagalan leadership dari para pemimpin menengah maupun atas di perusahaan. Ditemukan adanya hubungan erat antara penurunan performa perusahaan dengan rendahnya tingkat karisma kepemimpinan mereka. Semakin besar karisma pemimpin dalam satu organisasi, semakin tinggi komitmen yang diberikan oleh pekerja dan ini berdampak ke semakin tinggi pula peningkatan kinerja bisnis. Kualitas kpempinn ini yng disebu sebagai Leadership Charisma. Missing of Charismatic Leadership in Organization

Sumber: The Leadership Quarterly 24 (2013) 378–389Journal – Charisma and organizational change: A multilevel study of perceivedcharisma, commitment to change, and team performance

Yang menarik dari studi ini adalah bahwa Karisma adalah persespsi yang ditangkap oleh orang lain dikarenakan pemimpin melakukan perilaku-perilaku tertentu yang membuat aura karisma kepemimpinannya memancar. Artinya semakin bagus perlikau kepemimpinan Anda maka akan semakin bagus pula persepsi para pengikut Anda terhadap karisma kepemimpinan Anda.

Sebuah studi lain yang dilakukan oleh Harvard University juga menkonfirmasi hasil ini2. Dalam studi tersebuh, sekelompok pemimpin sebuah organisasi dipecah menjadi dua dan diberi perlakukan berbeda. Kelompok pertama diminta untuk berperilaku tertentu secara spesifik yang membuat mereka lebih berkarisma, sedangkan kelompok lainnya dibiarkan menjalankan tugas kepemimpinannya tanpa treatment khusus. Hasilnya, kelompok  yang mendapatkan treatment perilaku karismatis mendapatkan respon positif dari para pengikutnya. Dikatakan bahwa tingkat kepimpinan mereka meningkat sebanyak 60%.

Sebuah studi lain yang dilakukan oleh Joseph Frank Bernstein, Professor of Organizational Studies dari Wharton – University of Pensylvania menyimpulkan bahwa “Pemimpin berkarisma membuat pengikutnya  menjadi berkomitmen lebih tinggi, berkorban lebih banyak  dan memberi lebih dari yang diminta”. Missing of Charismatic Leadership in Organization

Oleh karena itu sangat penting sekali seorang leader dalam satu organisasi memiliki atribut dan perilaku yang bisa meningkatkan karismanya untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Yang perlu Anda jawab sekarang, seberapa besar Karisma para pemimpin di organisasi Anda sekarang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

clear formPost comment